{"id":1852,"date":"2025-07-10T07:00:00","date_gmt":"2025-07-10T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1852"},"modified":"2025-07-14T15:21:03","modified_gmt":"2025-07-14T08:21:03","slug":"perkembangbiakan-hewan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan","title":{"rendered":"Perkembangbiakan Generatif &#038; Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangbiakan%20Generatif%20&amp;%20Vegetatif%20pada%20Hewan%20-%20Biologi%20Kelas%209-02.jpg\" alt=\"Perkembangbiakan Generatif &amp; Vegetatif pada Hewan\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><em>Yuk, kita bahas tentang macam-macam perkembangbiakan pada hewan melalui <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/biologi\/biologi-smp-kelas-9\">artikel Biologi kelas 9<\/a><\/strong><\/em><em style=\"background-color: transparent;\"> ini!<\/em><em style=\"background-color: transparent;\"> Ada perkembangbiakan generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual), lho!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu tahu nggak, ternyata hewan itu nggak cuma berkembangbiak dengan cara bertelur dan melahirkan saja, <em>lho<\/em>! Ada juga hewan yang berkembangbiak dengan cara memutus atau memotong tubuhnya menjadi dua bagian, lalu potongan tubuhnya tersebut akan tumbuh menjadi individu baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Hah? Serius?&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serius! Dua rius malah!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, hewan yang bisa melakukan hal tersebut adalah cacing pipih atau disebut juga planaria<em>.<\/em> Kok bisa, ya? Bisa dong, karena cacing pipih ini memang memiliki kemampuan untuk berkembang biak dengan cara fragmentasi. Fragmentasi merupakan salah satu bentuk perkembangbiakan hewan secara vegetatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain fragmentasi, ada juga beberapa cara perkembangbiakan pada hewan yang lainnya. Nah, cara-cara perkembangbiakan pada hewan itu secara umum dibedakan menjadi dua golongan, yakni <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/perkembangbiakan-hewan-secara-generatif\" rel=\"noopener\">perkembangbiakan secara generatif (seksual)<\/a> <span style=\"font-weight: normal;\">dan<\/span> <a id=\"__hsNewLink\" href=\"\/blog\/perkembangbiakanhewansecaravegetatif\" rel=\"noopener\"><strong>vegetatif (aseksual)<\/strong><\/a><span style=\"font-weight: normal;\">. Yuk, kita bahas satu per satu!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Macam-Macam Perkembangbiakan Generatif pada Hewan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangbiakan generatif atau bisa disebut dengan <span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">perkembangbiakan seksual<\/span><\/span> terjadi jika <span style=\"font-weight: bold;\">sel kelamin jantan (spermatozoid) bertemu dengan sel kelamin betina (sel telur)<\/span>. Perkembangbiakan generatif pada hewan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu <span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">ovipar<\/span>,<\/span> <span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">vivipar<\/span>,<\/span> <span style=\"font-weight: normal;\">dan <span style=\"font-weight: bold;\">ovovivipar<\/span>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Ovipar (Bertelur)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ovipar merupakan perkembangbiakan dengan cara <span style=\"font-weight: bold;\">bertelur<\/span>. Perkembangbiakan ini biasanya dilakukan oleh unggas dan reptil. Setelah terjadi pembuahan, embrio yang dihasilkan akan tumbuh dan berkembang di dalam cangkang telur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Embrio tersebut mendapatkan nutrisi dan cadangan makanan dari dalam telur yang akan dikeluarkan dari tubuh induknya. Sehingga, embrio hewan ovipar berkembang di dalam telur yang berada di luar tubuh induknya. Beberapa ciri hewan ovipar yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">tidak memiliki kelenjar susu<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">tidak memiliki daun telinga<\/span>. Contoh hewan ovipar atau bertelur adalah <span style=\"font-weight: bold;\">ayam<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">bebek<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">angsa<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20hewan%20ovipar.jpg\" alt=\"contoh hewan ovipar - ayam\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Ayam merupakan contoh hewan ovipar (Sumber: tirto.id)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Vivipar (Melahirkan)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vivipar merupakan perkembangbiakan yang dilakukan dengan cara <span style=\"font-weight: bold;\">melahirkan<\/span>. Setelah terjadi pembuahan, embrio akan tumbuh dan berkembang di dalam rahim induk betina. Selama di dalam kandungan, embrio tersebut mendapatkan nutrisi dari makanan yang dimakan oleh induknya melalui plasenta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa ciri hewan vivipar yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">memiliki kelenjar susu<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">memiliki daun telinga<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">tubuh dilindungi rambut<\/span>. Contoh hewan melahirkan adalah <span style=\"font-weight: bold;\">kucing<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">anjing<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">singa<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20hewan%20vivipar.jpg\" alt=\"contoh hewan vivipar - kucing\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Kucing merupakan contoh hewan vivipar (Sumber: bobo.grid.id)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Ovovivipar (Bertelur dan Melahirkan)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ovovivipar merupakan <span style=\"font-weight: bold;\">kombinasi<\/span> dari dua cara perkembangbiakan yang telah dibahas sebelumnya, yakni <span style=\"font-weight: bold;\">ovipar dan vivipar<\/span>. Pada perkembangbiakan secara ovovivipar, setelah terjadi pembuahan, embrio yang dihasilkan akan tumbuh dan berkembang di dalam telur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekilas memang terdengar mirip ovipar. Tapi, pada ovovivipar, <strong>telur tersebut tidak akan dikeluarkan dari tubuh induknya<\/strong>, melainkan akan tetap berada di dalam tubuh induknya sampai menetas. <span style=\"font-weight: bold;\">Setelah menetas<\/span>, barulah calon anak tersebut akan <span style=\"font-weight: bold;\">dilahirkan<\/span> oleh induk betinanya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/hewan-avertebrata\" rel=\"noopener\">Yuk, Ketahui Ciri-Ciri dan Contoh Hewan Avertebrata (Invertebrata)!<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumlah hewan yang berkembangbiak secara ovovivipar tidak sebanyak hewan yang berkembangbiak secara ovipar dan vivipar. Beberapa contoh hewan ovovivipar di antaranya adalah <span style=\"font-weight: bold;\">platypus<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">kuda laut<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">beberapa spesies hiu<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">iguana<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Macam-Macam Perkembangbiakan Vegetatif pada Hewan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangbiakan vegetatif disebut juga sebagai <span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">perkembangbiakan aseksual<\/span>, artinya <span style=\"font-weight: bold;\">tidak terjadi pertemuan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangbiakan vegetatif hanya terjadi pada <strong>hewan tingkat rendah<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span> Hewan tingkat rendah adalah hewan yang tidak memiliki struktur tubuh sempurna. Mereka tidak memiliki tulang belakang (avertebrata) dan memiliki struktur anatomi yang lebih sederhana daripada hewan bertulang belakang (vertebrata).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangbiakan vegetatif pada hewan dibagi menjadi tiga jenis yaitu <span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">tunas<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">fragmentasi<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">membelah diri<\/span>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Tunas<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan yang berkembangbiak dengan tunas memiliki <span style=\"font-weight: bold;\">tunas kecil pada tubuhnya<\/span>. Ketika sudah dewasa, tunas kecil tersebut akan berpisah dengan induknya dan membentuk individu baru. Contoh hewan <span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">yang berkembangbiak dengan tunas antara lain<\/span><strong style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\"> hydra<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span><strong style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\"> porifera<\/strong><strong style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">\u00a0(bunga karang)<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> <span style=\"font-weight: normal;\">dan <\/span><strong style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">coelenterata (ubur-ubur)<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20tunas%20pada%20hewan.jpg\" alt=\"contoh tunas pada hewan\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Hydra berkembangbiak dengan tunas (Sumber: docplayer.info)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Fragmentasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fragmentasi merupakan cara hewan untuk berkembangbiak dengan <span style=\"font-weight: bold;\">memutus atau memotong tubuhnya<\/span> menjadi dua bagian atau lebih. Kemudian, potongan-potongan tubuh tersebut akan tumbuh menjadi individu-individu yang baru. Contoh hewan yang berkembangbiak secara fragmentasi yaitu <strong>cacing pipih atau planaria <\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">dan<\/span><strong> cacing pita<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20fragmentasi%20pada%20hewan.gif\" alt=\"contoh fragmentasi pada hewan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Planaria berkembangbiak secara fragmentasi (Sumber: springernature.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Membelah Diri<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kalau mendengar kata-kata membelah diri, kamu pasti langsung teringat <em>scene<\/em> Boruto melakukan <em>kage bunshin no jutsu<\/em>, kan? <em>Hayoo<\/em>, ngaku!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eits,<\/em> membelah diri yang dimaksud di sini bukan membelah diri seperti Boruto gitu, ya! Membelah diri yang kita bahas ini dilakukan oleh <span style=\"font-weight: bold;\">hewan bersel satu seperti amoeba<\/span>. Ketika membelah diri, inti sel hewan akan membelah menjadi dua, diikuti dengan pembelahan cairan dan juga dinding sel. Kemudian, jadi deh, dua individu baru!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hmm<\/em>.. terus apa bedanya dong, dengan fragmentasi? Nah, kalau fragmentasi, setelah induknya memotong tubuhnya menjadi dua bagian atau lebih, potongan-potongan tubuh tersebut akan berupa tubuh yang masih belum lengkap anggota tubuhnya. Sehingga, butuh waktu bagi potongan-potongan tubuh tersebut untuk tumbuh menjadi individu baru yang lengkap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan pada proses membelah diri, setelah induknya membelah dirinya menjadi dua, masing-masing hasil pembelahan ini akan langsung menjadi individu baru yang lengkap.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20hewan%20membelah%20diri.jpg\" alt=\"contoh hewan membelah diri - amoeba\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000; background-color: #ffffff;\">Amoeba berkembangbiak dengan membelah diri (Sumber: garyrobson.com)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, setelah membaca artikel ini, kamu jadi tahu kan, kalau perkembangbiakan hewan itu ternyata nggak cuma dilakukan dengan bertelur atau melahirkan aja. Tapi, ada juga beberapa cara lainnya yang dibedakan menjadi vegetatif dan generatif. Kalau kamu masih ingin belajar lebih dalam lagi mengenai perkembangbiakan pada hewan, yuk langganan <strong><a id=\"__hsNewLink\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a> <\/strong>sekarang juga!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2dbab8e-e903-4b70-ae04-39ff5807647e.jpg\" alt=\"CTA ruangbelajar\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Zubaidah, S., dkk. (2015). <em>Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP\/MTs Kelas IX Kurikulum 2013<\/em>. Jakarta: Kemdikbud.<span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gambar \u2018Induk Ayam\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/mmc.tirto.id\/image\/otf\/1024&#215;535\/2020\/09\/21\/istock-1015658600_ratio-16&#215;9.jpg (Diakses: 25 Agustus 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gambar \u2018Induk Kucing\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/asset-a.grid.id\/\/crop\/0x0:0x0\/700&#215;0\/photo\/2020\/11\/05\/2549056457.jpg (Diakses: 25 Agustus 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gambar \u2018Tunas Hydra\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/docplayer.info\/docs-images\/93\/113711211\/images\/44-0.jpg (Diakses: 25 Agustus 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gambar \u2018Fragmentasi Planaria\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/media.springernature.com\/original\/springer-static\/image\/chp%3A10.1007%2F978-3-319-33921-4_24\/MediaObjects\/420493_1_En_24_Fig1_HTML.gif (Diakses: 25 Agustus 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gambar \u2018Amoeba\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/garyrobson.files.wordpress.com\/2011\/10\/ameoba.jpg (Diakses: 25 Agustus 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, kita bahas tentang macam-macam perkembangbiakan pada hewan melalui artikel Biologi kelas 9 ini! Ada perkembangbiakan generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual), lho! &#8212; &nbsp; Kamu tahu nggak, ternyata hewan itu nggak cuma berkembangbiak dengan cara bertelur dan melahirkan saja, lho! Ada juga hewan yang berkembangbiak dengan cara memutus atau memotong tubuhnya menjadi dua bagian, lalu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":1852,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangbiakan%20Generatif%20&#038;%20Vegetatif%20pada%20Hewan%20-%20Biologi%20Kelas%209-02.jpg"],"_edit_lock":["1752481135:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Perbedaan Perkembangbiakan Generatif &amp; Vegetatif pada Hewan"],"_aioseo_description":["Yuk, kita bahas tentang macam-macam perkembangbiakan pada hewan! Ada perkembangbiakan generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual), lho! Apa bedanya ya?"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2022-08-30"]},"categories":[506,509],"tags":[43,10,16],"class_list":["post-1852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-smp-kelas-9","tag-kelas-9","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perkembangbiakan Generatif &amp; Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perkembangbiakan Generatif &amp; Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kita bahas tentang macam-macam perkembangbiakan pada hewan melalui artikel Biologi kelas 9 ini! Ada perkembangbiakan generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual), lho! &#8212; &nbsp; Kamu tahu nggak, ternyata hewan itu nggak cuma berkembangbiak dengan cara bertelur dan melahirkan saja, lho! Ada juga hewan yang berkembangbiak dengan cara memutus atau memotong tubuhnya menjadi dua bagian, lalu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-10T00:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-14T08:21:03+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Perkembangbiakan Generatif &#038; Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9\",\"datePublished\":\"2025-07-10T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-14T08:21:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan\"},\"wordCount\":950,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangbiakan%20Generatif%20&#038;%20Vegetatif%20pada%20Hewan%20-%20Biologi%20Kelas%209-02.jpg\",\"keywords\":[\"Kelas 9\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMP\"],\"articleSection\":[\"Biologi\",\"Biologi SMP Kelas 9\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan\",\"name\":\"Perkembangbiakan Generatif & Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangbiakan%20Generatif%20&#038;%20Vegetatif%20pada%20Hewan%20-%20Biologi%20Kelas%209-02.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-10T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-14T08:21:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangbiakan%20Generatif%20&#038;%20Vegetatif%20pada%20Hewan%20-%20Biologi%20Kelas%209-02.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangbiakan%20Generatif%20&#038;%20Vegetatif%20pada%20Hewan%20-%20Biologi%20Kelas%209-02.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perkembangbiakan Generatif &#038; Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perkembangbiakan Generatif & Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perkembangbiakan Generatif & Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Yuk, kita bahas tentang macam-macam perkembangbiakan pada hewan melalui artikel Biologi kelas 9 ini! Ada perkembangbiakan generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual), lho! &#8212; &nbsp; Kamu tahu nggak, ternyata hewan itu nggak cuma berkembangbiak dengan cara bertelur dan melahirkan saja, lho! Ada juga hewan yang berkembangbiak dengan cara memutus atau memotong tubuhnya menjadi dua bagian, lalu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-07-10T00:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-07-14T08:21:03+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Perkembangbiakan Generatif &#038; Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9","datePublished":"2025-07-10T00:00:00+00:00","dateModified":"2025-07-14T08:21:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan"},"wordCount":950,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangbiakan%20Generatif%20&#038;%20Vegetatif%20pada%20Hewan%20-%20Biologi%20Kelas%209-02.jpg","keywords":["Kelas 9","Konsep Pelajaran","SMP"],"articleSection":["Biologi","Biologi SMP Kelas 9"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan","name":"Perkembangbiakan Generatif & Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangbiakan%20Generatif%20&#038;%20Vegetatif%20pada%20Hewan%20-%20Biologi%20Kelas%209-02.jpg","datePublished":"2025-07-10T00:00:00+00:00","dateModified":"2025-07-14T08:21:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangbiakan%20Generatif%20&#038;%20Vegetatif%20pada%20Hewan%20-%20Biologi%20Kelas%209-02.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangbiakan%20Generatif%20&#038;%20Vegetatif%20pada%20Hewan%20-%20Biologi%20Kelas%209-02.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/perkembangbiakan-hewan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perkembangbiakan Generatif &#038; Vegetatif pada Hewan | Biologi Kelas 9"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1852"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23856,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1852\/revisions\/23856"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}