{"id":17549,"date":"2025-03-18T10:36:08","date_gmt":"2025-03-18T03:36:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=17549"},"modified":"2025-03-18T13:24:50","modified_gmt":"2025-03-18T06:24:50","slug":"cerita-legenda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda","title":{"rendered":"Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cb8ec7a7-6e74-47f1-b048-9e9a4413877a.png\" alt=\"cerita legenda\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia yang kaya akan budaya, tentunya memiliki banyak sekali cerita legenda yang melekat di masyarakat. Mari kita bahas apa itu legenda, ciri-ciri, struktur, jenis dan contoh cerita legenda di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia\/bahasa-indonesia-smp-kelas-7\">artikel Bahasa Indonesia kelas 7<\/a><\/strong> berikut ini!<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau ke Pantai Selatan, jangan pakai baju hijau yah\u2026\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah teman-teman pernah mendengar larangan &#8216;tidak boleh&#8217; memakai baju hijau, jika ingin berkunjung ke pantai yang ada di wilayah selatan pulau Jawa? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin teman-teman bertanya-tanya juga ya alasannya kenapa. Apakah ada peristiwa tertentu yang pernah terjadi sebelumnya? Atau, apakah itu hanya mitos belaka?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sebenarnya, larangan tersebut memiliki cerita tersendiri di dalam suatu masyarakat, loh. Cerita yang berkembang itu, biasanya dinamakan <strong>legenda<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa itu Legenda?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa yang dimaksud dengan legenda itu? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Legenda adalah <\/strong>sebuah <strong>cerita rakyat<\/strong> yang <strong>menggambarkan kejadian-kejadian yang diyakini oleh masyarakat,<\/strong> sebagai sebuah bagian dari sejarah atau mitos di tempat tersebut. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah-kisah yang dijadikan cerita legenda, seringkali dianggap sebagai bagian dari kepercayaan kolektif suatu masyarakat. Meskipun terkadang, cerita legenda memiliki elemen fantasi atau supranatural yang tidak bisa ditangkap oleh akal kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda menjadi bagian penting dari keberadaan suatu budaya tertentu di dalam masyarakat, loh. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sering kita temui, setiap daerah pasti memiliki kisah-kisah luar biasa yang diwariskan dari generasi ke generasi. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, cerita yang pernah teman-teman dengar, pastinya akan sama dengan yang diceritakan buyut kepada para nenek atau kakek yang ada di tempat itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mitos-baju-hijau-pantai-selatan\">Mitos Baju Hijau dan RIP Current di Pantai Selatan Pulau Jawa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Legenda Menurut Para Ahli<\/b><\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>a. Pengertian Legenda Menurut Danandjaja<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Legenda adalah<\/strong> <strong>cerita yang bersifat sekuler<\/strong> <strong>atau keduniawian<\/strong> yang terjadi pada masa yang belum begitu lampau, serta memiliki latar tempat di dunia, seperti yang kita kenali sekarang. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda seringkali tidak diartikan sebagai cerita saja, namun juga sebagai sebuah sejarah kolektif suatu masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda yang dianggap sejarah, sering menimbulkan perdebatan karena cerita yang disampaikan melalui tradisi lisan sudah mengalami perubahan. Maka dari itu, jika legenda ingin dijadikan sebuah bahan sejarah, haruslah dibersihkan terlebih dahulu dari unsur folklor yang ada.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>b. Pengertian Legenda Menurut Yus Rusyana<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Legenda adalah sebuah cerita tradisional<\/strong> yang ada pada masyarakat sejak dahulu kala. Cerita legenda biasanya akan dihubungkan dengan kejadian serta benda yang berasal dari masa lalu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda juga memiliki karakteristik pelaku yang dibayangkan sebagai seorang yang benar-benar hidup pada masyarakat terdahulu. Biasanya, mereka berasal dari orang-orang yang terkemuka yang dianggap sebagai pelaku sejarah dan melakukan hal yang berguna untuk masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>c. Pengertian Legenda Menurut Bascom<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Legenda adalah<\/strong> sebuah cerita yang <strong>memiliki kemiripan dengan mite (mitos)<\/strong>, dan sama-sama dianggap benar terjadi di dalam suatu masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>d. Pengertian Legenda Menurut Endarmoko<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Legenda adalah<\/strong> sebuah <strong>cerita yang berkembang sejak zaman dahulu<\/strong> dan hidup bersama dengan rakyat. Legenda diwariskan secara lisan dari pendahulunya. Legenda juga berisikan cerita sejarah atau kisah dongeng atau hikayat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Arti Legenda<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">legenda merupakan sebuah <strong>cerita masa lampau atau mitos<\/strong> yang berkembang pada suatu masyarakat atau budaya tertentu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda seringkali <strong>menceritakan tentang peristiwa-peristiwa atau tokoh-tokoh yang dianggap penting<\/strong> atau luar biasa oleh masyarakat yang dinilai memiliki unsur keajaiban, keajaiban, atau supernatural.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita legenda bisa berasal dari cerita sejarah yang telah diromantisasi atau dari mitologi yang menggambarkan kisah tentang dewa-dewi, pahlawan, atau makhluk-makhluk supranatural lainnya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda dituturkan dari generasi ke generasi baik <strong>secara lisan maupun tertulis<\/strong>, dan dapat dijadikan sebagai<strong> warisan budaya<\/strong> suatu bangsa atau daerah. Legenda memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya dan moralitas, serta penyampaian nilai-nilai luhur dan kepercayaan yang dipegang oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/dongeng\">Pengertian Dongeng, Jenis, Ciri-ciri, Fungsi, Unsur &amp; Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0275a7eb-9448-473d-bc70-1c2c9f536350.jpg\" alt=\"Contoh Legenda yang Berkembang di Indonesia\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Legenda<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teman-teman sudah paham tentang arti dari legenda bukan? Legenda juga memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan bentuk cerita yang lainnya, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja <strong>ciri-ciri legenda<\/strong>, berikut penjelasannya:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda <strong>mengandung unsur fantasi<\/strong> atau kesaktian-kesaktian dari orang-orang terdahulu. Kesaktian itu bisa berbentuk tenaga dalam, kesaktian yang diberikan oleh benda-benda atau ajaran-ajaran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak <strong>mengandung unsur keajaiban<\/strong> yang sering tidak masuk di akal kita, seperti terbang, binatang berubah menjadi manusia, dan yang lainnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selalu <strong>dihubungkan dengan hal-hal yang gaib<\/strong>.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki <strong>unsur sejarah yang kuat<\/strong> tetapi perlu dibuktikan dengan menghilangkan unsur folklor terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan legenda diwariskan\u00a0 secara lisan dan kemungkinan informasi yang terdistorsi sangatlah besar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Dituturkan secara lisan atau tertulis<\/strong>. Awalnya, legenda dituturkan secara lisan dari mulut ke mulut, tetapi seiring berjalannya waktu, banyak legenda yang sudah ditulis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Memiliki nilai dan amanat<\/strong> dalam setiap ceritanya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Legenda<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda juga memiliki struktur yang hampir mirip dengan kebanyakan cerita yang ada di sekitar kita. Umumnya, struktur cerita legenda berbentuk naratif, seperti cerita fiksi yang sudah kita bahas sebelumnya. Adapun struktur legenda lainnya, yakni:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Orientasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian ini berisikan <strong>pengenalan cerita<\/strong> yang berfungsi memberikan informasi tentang latar belakang dari cerita legenda tersebut seperti, pengenalan tokoh utama dan peran mereka dalam cerita, penetapan tempat, suasana, dan waktu terjadinya peristiwa, serta permasalahan awal yang melatarbelakangi legenda tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Komplikasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian <strong>inti dari cerita<\/strong> yang menceritakan rangkaian peristiwa atau konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam cerita. Biasanya melibatkan peristiwa luar yang biasa, ajaib, atau sulit dijelaskan secara logis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Resolusi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian ini merupakan penjelasan bagaimana <strong>konflik itu dapat terselesaikan<\/strong>. Biasanya berupa <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">happy ending <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">sad ending<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda juga biasanya memberikan penjelasan tentang asal-usul suatu tempat, nama tempat, atau tradisi tertentu di suatu daerah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Koda<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian penutup cerita yang memiliki fungsi untuk menegaskan akhir dari cerita. Biasanya berupa <strong>penyampaian pesan moral<\/strong>, <strong>pelajaran yang dipetik, atau penegasan<\/strong> kembali dampak dari peristiwa tersebut. Terkadang juga dapat berupa <strong>ungkapan harapan atau doa<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-ciri-serta-contoh-fabel-dan-legenda\">Perbedaan Cerita Fabel dan Legenda: Pengertian, Ciri, Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Legenda<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada banyak <strong>jenis-jenis legenda<\/strong> yang ada di sekitar kita dan setiap legenda memiliki ceritanya masing-masing. Berikut beberapa jenis legenda yang sering kita temui antara lain:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Legenda Urban<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Legenda yang <strong>berkembang di dalam suatu lingkungan perkotaan modern<\/strong> yang sering kali melibatkan peristiwa-peristiwa misterius dan aneh. Legenda ini dipercayai oleh masyarakat kota tersebut dan konon benar-benar terjadi di kota-kota besar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Legenda Sejarah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Legenda yang diyakini <strong>memiliki akar sejarah yang jelas<\/strong>, meskipun seringkali diromantisasi atau diubah sesuai dengan kebutuhan naratif saat penyebarluasan cerita tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Legenda Keagamaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Legenda ini\u00a0 <strong>menceritakan sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan kerohanian<\/strong> yang dianggap benar-benar terjadi. Mereka yang dijadikan legenda adalah manusia biasa atau tokoh yang memang benar-benar ada namun, biasanya mereka memiliki kesaktian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Legenda Mitologi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Legenda yang memiliki <strong>muatan mitologi tertentu<\/strong>, seperti legenda dewa atau dewi, makhluk mitologi, atau tokoh heroik yang ada di dalam suatu bangsa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Legenda Alam Ghaib<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Legenda yang <strong>memuat pengalaman seseorang dengan makhluk-makhluk ghaib<\/strong>, hantu, siluman, atau gejala alam gaib yang dianggap benar-benar terjadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Legenda Perorangan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Legenda yang <strong>berkaitan dengan tokoh tertentu<\/strong> yang dianggap benar-benar terjadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Legenda Lokal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Legenda yang <strong>memiliki hubungan dengan tempat terjadinya alam sekitar,<\/strong> seperti bukit, danau, gunung, dan yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/struktur-dalam-menulis-cerita-fabel\">Cerita Fabel: Pengertian, Struktur, Ciri &amp; Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1cec352a-999f-41e3-9624-8b7e1df727fe.jpg\" alt=\"ilustrasi cerita legenda\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Legenda adalah cerita mitos yang berkembang di masyarakat. (Sumber: freepik.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaidah Kebahasaan Teks Legenda<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Sinonim<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sinonim merupakan persamaan kata. Artinya, dalam sinonim sebuah kata <strong>maknanya mirip<\/strong>\u00a0atau sama dengan kata yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<br \/>\nmatahari = mentari<br \/>\nparas = wajah<br \/>\nbohong = dusta<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Antonim<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Antonim adalah lawan kata. Jadi, dalam antonim makna antara satu kata <strong>berlawanan\u00a0<\/strong>dengan kata yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<br \/>\nbinasa &gt;&lt; lestari<br \/>\nbenar &gt;&lt; salah<br \/>\nkerdil &gt;&lt; bongsor<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Kata Depan (Preposisi)<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata depan atau preposisi merupakan kata yang <strong>letaknya di depan <\/strong>kata sifat, kata benda, atau keterangan. Kalau dalam cerita legenda, kata depan diikuti oleh <strong>kata keterangan\u00a0 tempat\u00a0<\/strong>dan\u00a0<strong>kata keterangan waktu<\/strong>. Ingat nih, penulisan kata depan\u00a0<strong>perlu dipisah\u00a0<\/strong>dengan kata yang mengikutinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: di sebuah air terjun, pada sebuah senja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Kata Seru<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata seru merupakan kata yang digunakan untuk <strong>mengungkapkan isi hati\u00a0<\/strong>atau\u00a0<strong>perasaan<\/strong>. Biasanya, kata seru dipisahkan dengan tanda baca koma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: Hei, berhenti sekarang!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Kata Keterangan Waktu<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata keterangan waktu adalah kata yang dapat menjadi penanda keterangan waktu. Ada beberapa kata keterangan waktu, misalnya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Waktu permulaan -&gt; semenjak, sejak, dan sedari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Hubungan waktu bersamaan -&gt; tatkala, sewaktu, seraya, serta, selagi, sementara, selama, sambil, dan ketika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Hubungan waktu berurutan -&gt; sebelum, sesudah, setelah, seusai, dan begitu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Hubungan batas waktu akhir -&gt; hingga, akhirnya, dan sampai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Kata Keterangan Tempat<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata keterangan tempat adalah kata keterangan yang menunjukkan\u00a0<strong>lokasi\u00a0<\/strong>atau\u00a0<strong>tempat kejadian\u00a0<\/strong>dari suati peristiwa tertentu. Biasanya, kata keterangan tempat diikuti dengan kata di, ke, dan dari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh, di seberang pulau, ke bumi belahan utara, dari balik pepohonan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Kata Sandang<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata sandang adalah kata yang\u00a0<strong>difungsikan sebagai pengiring\u00a0<\/strong>atau mengikuti kata-kata tertentu. Kata sandang memiliki makna yang selaras dengan kata benda yang diikutinya. Maka dari itu, kata sandang <strong>tidak mempunyai makna tersendiri\u00a0<\/strong>karena maknanya bergabung dengan kata yang mengikutinya. Kata sandang terbagi menjadi dua, yaitu tunggal dan jamak.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">1) Kata Sandang Tunggal<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">si, sang, sri, hang, dyang, hyang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h4 style=\"text-align: justify;\">2) Kata Sandang Jamak<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">para, kaum, umat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diingat nih\u00a0<em>guys<\/em>, kata sandang diawali huruf kecil, kecuali kata yang mengikutinya perlu diawali kapital karena berperan sebagai panggilan atau\u00a0 nama lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai informasi tambahan juga,\u00a0<em>sri<\/em>,\u00a0<em>hang<\/em>,\u00a0<em>dang<\/em>, dan\u00a0<em>hyang\u00a0<\/em>umum digunakan untuk legenda. Biasanya, penggunaan kata sandang tersebut untuk merujuk ke kisah yang berkaitan dengan kerajaan ataupun asal usul suatu tempat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Kata Langsung dan Tidak Langsung<\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>1) Kalimat Langsung<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat langsung adalah kalimat\u00a0<strong>yang diucapkan secara langsung\u00a0<\/strong>kepada orang yang dituju.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa ciri dan contoh kalimat langsung antara lain:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2013 Menggunakan tanda petik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIbu sudah tua Malin, kapan kamu pulang\u2026\u201d, rintih Mande Rubayah setiap malam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2013 Intonasi tinggi untuk tanda tanya dan tanda seru, dan datar untuk kalimat berita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYa Tuhan Yang Maha Kuasa, kalau dia bukan anakku, aku maafkan perbuatannya tadi. Tapi kalau memang dia benar anakku, Malin Kundang, aku mohon keadilan-Mu, ya Tuhan\u2026!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2013 Kata ganti orang pertama dan orang kedua<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata ganti orang pertama \u21d2 saya, aku<br \/>\nKata ganti orang kedua \u21d2 kamu, dia<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>2) Kalimat Tidak Langsung<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan, kalimat tidak langsung adalah kalimat yang\u00a0<strong>melaporkan perkataan orang lain\u00a0<\/strong>dalam bentuk pernyataan berita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa ciri dan contoh kalimat tidak langsung antara lain:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2013 Tidak menggunakan tanda petik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mandi Rubayah berkata bahwa dirinya sudah tua dan bertanya kapan Malin pulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2013 Intonasi membacanya datar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ki Juru Mertani bertanya tentang apa yang dia dapatkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2013 Terdapat perubahan kata ganti orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u25cf Kata ganti orang pertama berubah menjadi orang ketiga.<br \/>\n\u25cf Kata ganti orang kedua berubah menjadi orang pertama.<br \/>\n\u25cf Kata ganti orang kedua dan pertama jamak berubah menjadi kami, mereka, dan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Legenda<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Legenda Sanghyang Kenitri dan Sumber Air Suci di Kuningan, Jawa Barat<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zaman dahulu di pedalaman Kuningan, Jawa Barat, terdapat sebuah legenda kuno yang dikenal sebagai Legenda Sanghyang Kenitri. Legenda ini bercerita tentang asal-usul sumber air suci yang menjadi tempat ziarah dan pemujaan bagi penduduk setempat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut cerita yang beredar pada zaman dahulu kala, di sebuah desa kecil di Kuningan, hiduplah seorang wanita cantik dengan kekuatan gaib yang luar biasa. Namanya adalah Kenitri. Kenitri dikenal oleh penduduk desa sebagai sosok yang bijaksana dan penuh kasih sayang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, desa tersebut mengalami musim kemarau panjang yang menyebabkan kehancuran. Sumber-sumber air di desa tersebut kering dan kehidupan masyarakat menjadi terancam. Penduduk desa pun memohon kepada Kenitri untuk membantu mereka menemukan sumber air baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenitri dengan kekuatan gaibnya melakukan meditasi di tengah hutan belantara selama tujuh hari tujuh malam. Saat malam ketujuh, di bawah sinar bulan purnama, Kenitri menerima petunjuk dari roh alam bahwa sumber air baru terletak di balik sebuah tebing yang tinggi di tengah hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbekal keberanian dan tekad yang kuat, Kenitri memimpin penduduk desa menuju lokasi yang telah ditunjukkan oleh roh alam. Mereka melewati hutan belantara dan melintasi sungai-sungai yang ganas untuk mencapai tujuan mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat tiba di tebing yang tinggi, Kenitri menggunakan kekuatan gaibnya untuk memecahkan batu besar yang menutupi sumber air. Air suci pun berhasil mengalir deras menyemburkan kehidupan baru ke desa tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah peristiwa tersebut, sumber air itu\u00a0 dikenal dengan nama Sanghyang Kenitri, yang artinya &#8220;Air Suci Kenitri&#8221;. Penduduk desa menganggapnya sebagai berkah dari Kenitri dan mereka membangun tempat peribadatan di sekitar sumber air untuk memuja Kenitri dan berterima kasih atas anugerahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kini, tempat tersebut dijadikan sebagai tempat ziarah dan pemujaan bagi penduduk setempat. Mereka mempercayai bahwa air suci Sanghyang Kenitri memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan mampu melindungi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda Sanghyang Kenitri menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kepercayaan masyarakat Kuningan, Jawa Barat. Kisah tentang keberanian, kebijaksanaan, dan keajaiban Kenitri tetap diwariskan dari generasi ke generasi sebagai pengingat akan keajaiban alam dan kekuatan spiritual yang melimpah di sekitar mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-cerita-legenda\">Kumpulan Contoh Cerita Legenda Menarik dari Berbagai Daerah di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oke teman-teman, itulah pembahasan mengenai <strong>cerita legenda<\/strong>, mulai dari pengertian hingga contohnya. Seru kan? Sekarang, kamu bisa menganalisis legenda-legenda yang ada di sekitar kita. Teman-teman juga jadi tau kan perbedaan antara legenda satu dengan yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu mau belajar bahasa Indonesia dengan materi yang lainnya? Bisa banget! Kamu semua bisa belajar sambil menyimak video pembelajarannya yang seru di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">! Kamu bisa belajar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan Master Teacher terbaik dan bareng teman-teman belajarmu se-Indonesia! Yuk, cobain dengan daftar di Ruangguru!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/71056d6b-8e07-41d4-9771-5cdd958e1147.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru \" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/kumparan.com\/pengertian-dan-istilah\/pengertian-legenda-ciri-ciri-dan-jenisnya-20ziQY3TkDN (Diakses pada 15 Maret 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/bobo.grid.id\/read\/083629474\/mengenal-legenda-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-di-berbagai-daerah?page=all (Diakses pada 15 Maret 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Endarmoko, Eko. (2007). Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. (Diakses pada 15 Maret 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Danandjaja, J. (2008) \u201cPendekatan Folklor dalam Penelitian Bahan-Bahan Tradisi Lisan\u201d dalam Pudentia (Ed.). Metodologi kajian tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan. (Diakses pada 15 Maret 2024)<\/span><\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p>https:\/\/www.freepik.com\/free-ai-image\/fantasy-style-scene-international-day-education_94193218.htm#fromView=search&amp;page=1&amp;position=3&amp;uuid=0a1a8218-6ba1-4822-b773-c3c71ad56ebf (Diakses pada 13 Mei 2024)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia yang kaya akan budaya, tentunya memiliki banyak sekali cerita legenda yang melekat di masyarakat. Mari kita bahas apa itu legenda, ciri-ciri, struktur, jenis dan contoh cerita legenda di artikel Bahasa Indonesia kelas 7 berikut ini! &#8212; &nbsp; \u201cKalau ke Pantai Selatan, jangan pakai baju hijau yah\u2026\u201d Apakah teman-teman pernah mendengar larangan &#8216;tidak boleh&#8217; memakai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":52,"featured_media":17549,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1742352607:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri &amp; Contoh"],"_aioseo_description":["Indonesia punya banyak cerita legenda yang melekat di masyarakat. Yuk, pelajari apa itu legenda, ciri-ciri, struktur, jenis dan contoh cerita legenda di sini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cb8ec7a7-6e74-47f1-b048-9e9a4413877a.png"],"_wp_old_date":["2024-05-13"]},"categories":[477,481],"tags":[118,7,10,16],"class_list":["post-17549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-smp-kelas-7","tag-bahasa-indonesia-vii","tag-kelas-7","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri &amp; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri &amp; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia yang kaya akan budaya, tentunya memiliki banyak sekali cerita legenda yang melekat di masyarakat. Mari kita bahas apa itu legenda, ciri-ciri, struktur, jenis dan contoh cerita legenda di artikel Bahasa Indonesia kelas 7 berikut ini! &#8212; &nbsp; \u201cKalau ke Pantai Selatan, jangan pakai baju hijau yah\u2026\u201d Apakah teman-teman pernah mendengar larangan &#8216;tidak boleh&#8217; memakai [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-18T03:36:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-18T06:24:50+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ringgana Wandy Wiguna\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ringgana Wandy Wiguna\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda\"},\"author\":{\"name\":\"Ringgana Wandy Wiguna\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165\"},\"headline\":\"Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7\",\"datePublished\":\"2025-03-18T03:36:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-18T06:24:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda\"},\"wordCount\":2214,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cb8ec7a7-6e74-47f1-b048-9e9a4413877a.png\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia VII\",\"Kelas 7\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMP\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMP Kelas 7\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda\",\"name\":\"Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cb8ec7a7-6e74-47f1-b048-9e9a4413877a.png\",\"datePublished\":\"2025-03-18T03:36:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-18T06:24:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cb8ec7a7-6e74-47f1-b048-9e9a4413877a.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cb8ec7a7-6e74-47f1-b048-9e9a4413877a.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165\",\"name\":\"Ringgana Wandy Wiguna\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ringgana Wandy Wiguna\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/ringgana-wandy-wiguna\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Indonesia yang kaya akan budaya, tentunya memiliki banyak sekali cerita legenda yang melekat di masyarakat. Mari kita bahas apa itu legenda, ciri-ciri, struktur, jenis dan contoh cerita legenda di artikel Bahasa Indonesia kelas 7 berikut ini! &#8212; &nbsp; \u201cKalau ke Pantai Selatan, jangan pakai baju hijau yah\u2026\u201d Apakah teman-teman pernah mendengar larangan &#8216;tidak boleh&#8217; memakai [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-03-18T03:36:08+00:00","article_modified_time":"2025-03-18T06:24:50+00:00","author":"Ringgana Wandy Wiguna","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Ringgana Wandy Wiguna","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda"},"author":{"name":"Ringgana Wandy Wiguna","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165"},"headline":"Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7","datePublished":"2025-03-18T03:36:08+00:00","dateModified":"2025-03-18T06:24:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda"},"wordCount":2214,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cb8ec7a7-6e74-47f1-b048-9e9a4413877a.png","keywords":["Bahasa Indonesia VII","Kelas 7","Konsep Pelajaran","SMP"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMP Kelas 7"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda","name":"Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cb8ec7a7-6e74-47f1-b048-9e9a4413877a.png","datePublished":"2025-03-18T03:36:08+00:00","dateModified":"2025-03-18T06:24:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cb8ec7a7-6e74-47f1-b048-9e9a4413877a.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cb8ec7a7-6e74-47f1-b048-9e9a4413877a.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/cerita-legenda#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165","name":"Ringgana Wandy Wiguna","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ringgana Wandy Wiguna"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/ringgana-wandy-wiguna"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/52"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17549"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17549\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22730,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17549\/revisions\/22730"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}