{"id":17261,"date":"2025-01-02T08:47:21","date_gmt":"2025-01-02T01:47:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=17261"},"modified":"2025-01-02T09:29:23","modified_gmt":"2025-01-02T02:29:23","slug":"puisi-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat","title":{"rendered":"Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &#038; Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5dabe617-5127-4115-bfe7-62834d95b36d.png\" alt=\"Header - Bahasa Indonesia Kelas 7 - Puisi Rakyat\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Yuk, kita bahas tuntas materi tentang puisi rakyat, mulai dari pengertian, ciri-ciri, tujuan, jenis, struktur, kaidah kebahasaan, hingga masing-masing contohnya. Simak sampai habis di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia\/bahasa-indonesia-smp-kelas-7\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Bahasa Indonesia kelas 7<\/a><\/strong> ini, ya!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mendengar kata puisi, banyak orang akan teringat pada baris-baris kata indah ala para pujangga, seperti Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono. Namun, puisi ternyata sudah ada sejak zaman dahulu sebelum pujangga-pujangga itu mulai menelurkan karya terkenalnya, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! Puisi yang berkembang pada zaman dahulu dikenal sebagai <\/span><strong>puisi rakyat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu puisi rakyat? Apakah ciri-ciri, tujuan, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan puisi rakyat sama dengan <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-puisi-dan-unsur-pembentuk-puisi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">puisi modern<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">? Mari, kita cari tahu di artikel ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Puisi Rakyat<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Puisi rakyat adalah<\/strong> <strong>puisi yang berkembang pada masa masyarakat tradisional<\/strong> secara lisan, memiliki aturan-aturan yang mengikat, dan mengandung nasihat atau pesan yang baik bagi kehidupan. Puisi rakyat merupakan puisi yang diwariskan oleh nenek moyang, sehingga disebut juga <\/span><strong>puisi lama<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, penulisan puisi rakyat tidak sebebas puisi-puisi di zaman sekarang. Puisi rakyat terikat oleh aturan jumlah suku kata, jumlah baris, jumlah bait, dan rima yang harus dipatuhi. Selain itu, puisi rakyat harus mengandung pesan untuk pembacanya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kamu yang mau menulis puisi rakyat harus memperhatikan hal-hal itu, ya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Puisi Rakyat<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pengertian puisi rakyat, kita bisa menyimpulkan ciri-cirinya. Jadi, apa saja<strong> ciri-ciri puisi rakyat<\/strong>?<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Sastra lisan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: Puisi rakyat termasuk sastra lisan karena disebarluaskan dari mulut ke mulut secara turun-temurun oleh suatu masyarakat.<\/span><\/li>\n<li><strong>Anonim<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: Umumnya, puisi rakyat tidak diketahui siapa pengarangnya.<\/span><\/li>\n<li><strong>Terikat aturan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: Puisi rakyat cenderung kaku karena terikat aturan, seperti jumlah suku kata pada tiap baris, jumlah baris pada tiap bait, jumlah bait pada sebuah puisi, dan rima yang dipakai di awal maupun di akhir baris-baris puisi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Tujuan Puisi Rakyat<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Layaknya tulisan-tulisan lainnya, puisi rakyat juga memiliki tujuan. <\/span><strong>Tujuan puisi rakyat adalah memberikan nasihat yang mendidik, mengajak pada kebaikan, melarang untuk melakukan suatu keburukan, memprotes ketidakadilan, dan menghibur pembaca<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi, puisi rakyat bisa menyampaikan nasihat, sindiran, bahkan humor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-puisi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kumpulan\u00a0Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi rakyat yang berupa nasihat akan lebih mudah kamu temukan di berbagai sumber. Nah, kalau puisi rakyat yang berupa sindiran dan humor, kamu bisa cari contoh tipisnya dari para pelawak yang suka berpantun, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">guys<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum kamu lanjut cari tau tentang Puisi Rakyat, kamu boleh <em>lho\u00a0<\/em>gabung di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/bahasa-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ruangguru Privat Bahasa Indonesia<\/a><\/strong>\u00a0untuk tahu dan belajar lebih dalam dari para ahlinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"&quot;CTA\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Puisi Rakyat<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam buku <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa Indonesia Kemdikbud<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">puisi rakyat dibagi menjadi beberapa jenis. Tiap jenis puisi rakyat punya karakteristik masing-masing. Yuk, langsung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>aja<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kita bahas tentang jenis-jenis puisi rakyat!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Pantun<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pantun adalah jenis puisi rakyat yang berasal dari budaya Melayu yang tiap baitnya terdiri dari empat baris dengan rima a-b-a-b<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mengandung nilai-nilai dan budi pekerti. Jadi, kamu bisa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>nih<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sering-sering baca pantun buat jadi pedoman berperilaku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis &amp; Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ciri-Ciri Pantun<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap bait terdiri dari 4 baris.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap baris terdiri dari 8\u201412 suku kata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baris 1 dan 2 sebagai sampiran, sedangkan baris 3 dan 4 sebagai isi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berima akhir a-b-a-b.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Gurindam<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Gurindam adalah jenis puisi rakyat yang dibawa oleh orang-orang Hindu dari India yang tiap baitnya terdiri dari dua baris dengan rima akhir senada<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kata <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gurindam<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pun berasal dari bahasa Tamil, yakni <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>kirindam<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang berarti \u2018mula-mula\u2019 atau \u2018perumpamaan\u2019.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-gurindam-berbagai-tema\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Gurindam Berbagai Tema, Ciri &amp; Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ciri-Ciri Gurindam<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap bait terdiri dari 2 baris.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap baris terdiri dari 10\u201414 suku kata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baris 1 dan 2 membentuk kalimat majemuk yang memiliki hubungan syarat atau sebab akibat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baris 1 berisi syarat, sedangkan baris 2 berisi jawaban.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berupa nasihat, petunjuk, filosofi hidup, maupun kata-kata mutiara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berima akhir a-a.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Syair<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Syair adalah jenis pusi rakyat yang berasal dari Persia yang tiap baitnya terdiri dari empat baris sebagai isi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Nah, tiap baris <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">syair<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> akan berisi rangkaian kisah yang saling berkesinambungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-syair-berbagai-tema\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Syair Berbagai Macam Tema beserta Ciri &amp; Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ciri-Ciri Syair<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap bait terdiri dari 4 baris.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap baris terdiri dari 8\u201414 suku kata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua baris merupakan isi syair.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berima akhir a-a-a-a.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan bahasa kiasan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Mantra<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mantra adalah jenis puisi rakyat yang dianggap memiliki kekuatan magi (gaib)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Biasanya, mantra berkaitan erat dengan kepercayaan, budaya, maupun adat istiadat di suatu wilayah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ciri-Ciri Mantra<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berupa rangkaian kata yang berirama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbentuk satu bagian yang utuh sehingga tidak bisa dipahami melalui satu bagian saja.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengandung rayuan dan perintah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mementingkan keindahan permainan bunyi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berhubungan dengan kekuatan gaib yang ditujukan untuk hal tertentu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Puisi Rakyat<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap jenis puisi rakyat memiliki struktur yang berbeda-beda. Struktur itu berkaitan dengan ciri-cirinya. Inilah struktur puisi rakyat dari tiap jenis yang sudah kita bahas.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Struktur Pantun<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu bait pantun memiliki 4 baris.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap baris dalam pantun terdiri dari 8\u201412 suku kata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baris 1 dan 2 merupakan sampiran yang menjadi pembuka pantun dengan rima a-b. Sampiran tidak harus berkesinambungan dengan baris berikutnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baris 3 dan 4 merupakan isi pantun yang berima a-b. Isi pada baris 3 dan 4 berbentuk kalimat majemuk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baris 1-2-3-4 pada tiap bait pantun membentuk rima a-b-a-b.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kalimat perintah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Struktur Gurindam<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu bait gurindam memiliki 2 baris yang saling berhubungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap baris dalam gurindam terdiri dari 10\u201414 kata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baris 1 merupakan syarat atau sebab dari baris 2.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baris 2 merupakan jawaban atau akibat dari baris 1.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baris 1 dan 2 dalam gurindam memiliki rima a-a.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kalimat yang menyatakan hubungan syarat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki bunyi awal dan akhir yang sama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f018d34d-e834-4f7a-a334-ca99a19c7b54.png\" alt=\"struktur puisi rakyat\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Struktur Syair<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu bait syair memiliki 4 baris yang saling berkaitan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap baris dalam syair terdiri dari 8\u201414 suku kata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baris 1-2-3-4 memiliki rima a-a-a-a.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kalimat yang menyatakan hubungan sebab akibat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihan kata yang digunakan bersifat simbolik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Struktur Mantra<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbentuk puisi yang isinya menggambarkan kepercayaan suatu masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berisi satu kesatuan maksud yang diucapkan secara berurutan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kalimat rayuan dan perintah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperhatikan keindahan bunyi yang dihasilkan ketika diucapkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kaidah Kebahasaan Puisi Rakyat<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain struktur, sebuah tulisan tentu memiliki kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan. Dengan adanya kaidah kebahasaan, kita dapat membuat tulisan yang baik. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa saja kaidah kebahasaan puisi rakyat? Berikut ini adalah kaidah kebahasaan puisi rakyat yang perlu kamu perhatikan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Menggunakan kalimat pernyataan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat pernyataan adalah kalimat yang menyatakan atau memberitakan sesuatu<span style=\"font-weight: 400;\">. Ciri-ciri kalimat pernyataan antara lain <\/span>berintonasi datar dan diakhiri tanda titik (.)<span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Menggunakan kalimat perintah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan untuk memerintah, menyuruh, mengajak, dan melarang<span style=\"font-weight: 400;\">. Ciri-ciri kalimat perintah yaitu <\/span>berintonasi naik, menggunakan partikel <i>&#8211;<\/i><em>lah<\/em>, menggunakan imbuhan <i>&#8211;<\/i><em>kan<\/em>, diawali kata <em>ayo, mari, jangan<\/em>, atau <em>dilarang<\/em><i>, <\/i>serta diakhiri tanda seru (!).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Menggunakan kalimat saran<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat saran adalah kalimat yang bertujuan memberi usulan atau anjuran kepada orang lain<span style=\"font-weight: 400;\">. Ciri-ciri kalimat saran adalah <\/span>menggunakan kata yang bersifat anjuran<span style=\"font-weight: 400;\">, seperti <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">sebaiknya, seharusnya, hendaknya<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Menggunakan konjungsi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan kata, frasa, klausa, ataupun kalimat. Lalu, apa saja contoh konjungsi yang sering digunakan dalam puisi rakyat?<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Konjungsi yang menyatakan sebab<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, misalnya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>sebab<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">karena<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Konjungsi yang menyatakan akibat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, misalnya <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">maka, sehingga<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">akibatnya<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Konjungsi yang menyatakan syarat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, misalnya <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">jika, jikalau, bila, apabila, kalua<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">asalkan<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Konjungsi yang menyatakan tujuan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, misalnya <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">agar, supaya, guna<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">untuk<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Menggunakan kalimat majemuk<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat majemuk adalah kalimat yang terbentuk dari dua klausa atau lebih yang dipadukan. Terus gimana cara memadukan klausa-klausa itu? Caranya, kamu dapat menggunakan konjungsi-konjungsi di atas. Gampang, kan?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Puisi Rakyat<\/b><\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Contoh Pantun<\/b><\/span><\/h3>\n<p>Berlomba-lomba membuka ikatan tali<br \/>\nTidak akan sesulit membuka hati<br \/>\nKawanku, hidup ini cuma sekali<br \/>\nMari, kita belajar tanpa henti!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Contoh Gurindam<\/b><\/span><\/h3>\n<p>Jika surga-nya yang kau cari<br \/>\nLaku dan lisan buruk harus dihindari<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-puisi-rakyat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam &amp; Syair<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Contoh Syair<\/b><\/span><\/h3>\n<p>Wahai, pengembara di tanah surga<br \/>\nSembahlah yang memberi jiwa dan raga<br \/>\nDialah yang memberi kefanaan tenaga<br \/>\nDia pula yang menyaksikan baik buruk kita berlaga<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Contoh Mantra<\/b><\/span><\/h3>\n<p>Pulanglah engkau kepada rimba yang besar<br \/>\nPulanglah engkau kepada gunung guntung<br \/>\nPulanglah engkau kepada sungai yang tiada berhulu<br \/>\nPulanglah engkau kepada sungai yang tiada berorang<br \/>\nPulanglah engkau kepada mata air yang kering<br \/>\nJikalau engkau tiada mau pulang, matilah engkau<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pengertian, ciri-ciri, tujuan, jenis-jenis, struktur, kaidah kebahasaan, dan contoh dari <strong>puisi rakyat<\/strong>. Sekarang, kamu sudah tahu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>dong<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ya bahwa puisi sudah ada sejak zaman nenek moyang kita? Nah, biar pengetahunmu semakin bertambah, jangan lupa gabung di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>, ya!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f5e8203-8351-4264-80b6-212fb147e30e.jpg\" alt=\"Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">7 Contoh Puisi Mantra dalam Sastra Indonesia. Tautan: https:\/\/kumparan.com\/ragam-info\/7-contoh-puisi-mantra-dalam-sastra-indonesia-21OA38GY5ka\/full (Diakses pada 25 Februari 2024)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri-Ciri, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh. Tautan: https:\/\/www.cnnindonesia.com\/edukasi\/20230214143646-569-912900\/puisi-rakyat-pengertian-ciri-ciri-kaidah-kebahasaan-dan-contoh (Diakses pada 25 Februari 2024)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi Rakyat, Warisan Budaya yang Melekat. Tautan:\u00a0 https:\/\/ditsmp.kemdikbud.go.id\/puisi-rakyat-warisan-budaya-yang-melekat\/ (Diakses pada 25 Februari 2024)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa Indonesia untuk SMP\/MTs Kelas VII. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Diakses pada 25 Februari 2024)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tim Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VII<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (Diakses pada 25 Februari 2024)<\/span><\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.freepik.com\/free-vector\/speaker-man-with-microphone-stage_21186073.htm#fromView=search&amp;page=2&amp;position=40&amp;uuid=a0434d6b-6b32-463a-88ca-4629b2b63865 (Diakses pada 25 Februari 2024)<\/span><\/p>\n<p>https:\/\/www.freepik.com\/free-vector\/hand-drawn-flat-design-poetry-illustration_23252634.htm#fromView=search&amp;page=1&amp;position=6&amp;uuid=e868e4e3-1249-498c-b869-34ab97edce4e (Diakses pada 5 Maret 2024)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, kita bahas tuntas materi tentang puisi rakyat, mulai dari pengertian, ciri-ciri, tujuan, jenis, struktur, kaidah kebahasaan, hingga masing-masing contohnya. Simak sampai habis di artikel Bahasa Indonesia kelas 7 ini, ya! &#8212; &nbsp; Ketika mendengar kata puisi, banyak orang akan teringat pada baris-baris kata indah ala para pujangga, seperti Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":121,"featured_media":17261,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1735784847:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &amp; Contohnya"],"_aioseo_description":["Yuk, kita bahas tuntas materi tentang puisi rakyat, mulai dari pengertian, ciri, tujuan, jenis, struktur, kaidah kebahasaan, hingga masing-masing contohnya."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5dabe617-5127-4115-bfe7-62834d95b36d.png"],"_wp_old_date":["2024-03-05"],"_knawatfibu_alt":["Puisi Rakyat"]},"categories":[477,481],"tags":[118,7,10,16],"class_list":["post-17261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-smp-kelas-7","tag-bahasa-indonesia-vii","tag-kelas-7","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &amp; Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &amp; Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kita bahas tuntas materi tentang puisi rakyat, mulai dari pengertian, ciri-ciri, tujuan, jenis, struktur, kaidah kebahasaan, hingga masing-masing contohnya. Simak sampai habis di artikel Bahasa Indonesia kelas 7 ini, ya! &#8212; &nbsp; Ketika mendengar kata puisi, banyak orang akan teringat pada baris-baris kata indah ala para pujangga, seperti Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-02T01:47:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-02T02:29:23+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tri Janarti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tri Janarti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat\"},\"author\":{\"name\":\"Tri Janarti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d\"},\"headline\":\"Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &#038; Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7\",\"datePublished\":\"2025-01-02T01:47:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-02T02:29:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat\"},\"wordCount\":1545,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5dabe617-5127-4115-bfe7-62834d95b36d.png\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia VII\",\"Kelas 7\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMP\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMP Kelas 7\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat\",\"name\":\"Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur & Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5dabe617-5127-4115-bfe7-62834d95b36d.png\",\"datePublished\":\"2025-01-02T01:47:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-02T02:29:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5dabe617-5127-4115-bfe7-62834d95b36d.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5dabe617-5127-4115-bfe7-62834d95b36d.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &#038; Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d\",\"name\":\"Tri Janarti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tri Janarti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/tri-janarti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur & Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur & Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Yuk, kita bahas tuntas materi tentang puisi rakyat, mulai dari pengertian, ciri-ciri, tujuan, jenis, struktur, kaidah kebahasaan, hingga masing-masing contohnya. Simak sampai habis di artikel Bahasa Indonesia kelas 7 ini, ya! &#8212; &nbsp; Ketika mendengar kata puisi, banyak orang akan teringat pada baris-baris kata indah ala para pujangga, seperti Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-01-02T01:47:21+00:00","article_modified_time":"2025-01-02T02:29:23+00:00","author":"Tri Janarti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Tri Janarti","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat"},"author":{"name":"Tri Janarti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d"},"headline":"Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &#038; Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7","datePublished":"2025-01-02T01:47:21+00:00","dateModified":"2025-01-02T02:29:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat"},"wordCount":1545,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5dabe617-5127-4115-bfe7-62834d95b36d.png","keywords":["Bahasa Indonesia VII","Kelas 7","Konsep Pelajaran","SMP"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMP Kelas 7"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat","name":"Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur & Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5dabe617-5127-4115-bfe7-62834d95b36d.png","datePublished":"2025-01-02T01:47:21+00:00","dateModified":"2025-01-02T02:29:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5dabe617-5127-4115-bfe7-62834d95b36d.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5dabe617-5127-4115-bfe7-62834d95b36d.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/puisi-rakyat#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &#038; Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d","name":"Tri Janarti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tri Janarti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/tri-janarti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/121"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17261"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21672,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17261\/revisions\/21672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17261"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}