{"id":1531,"date":"2024-11-22T13:00:00","date_gmt":"2024-11-22T06:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1531"},"modified":"2024-11-23T10:52:13","modified_gmt":"2024-11-23T03:52:13","slug":"biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas","title":{"rendered":"4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-02%20(2).jpg\" alt=\"Pola-Pola Hereditas | Biologi Kelas 12\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Pada <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/biologi\/biologi-sma-kelas-12\" rel=\"noopener\">artikel Biologi kelas 12<\/a> kali ini, kamu akan mempelajari tentang berbagai macam pola dalam pewarisan sifat, di antaranya pautan gen, pindah silang, gagal berpisah, dan gen letal.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernah <em>nggak sih<\/em> kamu bertanya-tanya, kenapa ya bentuk hidungmu bisa mirip dengan bentuk hidung ayahmu. Atau, <em>kok<\/em> bisa <em>sih<\/em> dalam satu keluarga, hanya kamu yang memiliki postur tubuh yang mirip dengan ibumu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hmm<\/em>, kamu tahu <em>nggak nih<\/em> kalau ternyata, semua itu ada kaitannya <em>lho<\/em> dengan materi <strong><a href=\"\/blog\/biologi-kelas-12-persilangan-monohibrid-dan-dihibrid-pada-hukum-mendel\" rel=\"noopener\">pewarisan sifat<\/a><\/strong> yang sudah kita pelajari pada pembahasan sebelumnya. <em>Hayo<\/em>, siapa yang masih ingat?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu kamu ketahui, setiap gen yang ada di dalam tubuh kita membawa materi genetik yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. <em>Nah<\/em>, hal inilah yang menyebabkan kenapa kita bisa memiliki ciri atau sifat yang mirip bahkan sama dengan orang tua kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pewarisan sifat dari orang tua kepada anak-anaknya ini disebut dengan istilah <strong>hereditas<\/strong>. Pada proses terjadinya pewarisan sifat, terdapat bentuk-bentuk tertentu atau pola-pola dalam mewariskannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayo kita ketahui apa saja macam-macam pola pewarisan sifat itu pada artikel di bawah ini!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Pautan Gen (<em>Gene Linkage<\/em>)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pola pewarisan sifat yang pertama adalah pautan gen. Setiap kromosom mengandung gen yang tersimpan di tempat khusus yang disebut <strong>lokus<\/strong>. Gen-gen ini dapat berada pada kromosom yang sama atau kromosom yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, <strong>gen-gen yang berada dalam satu kromosom homolog yang sama dan letaknya saling berdekatan<\/strong> ini yang disebut sebagai pautan gen (<em>gene linkage<\/em>). Berikut ini merupakan contoh gen yang mengalami pautan dan gen yang tidak mengalami pautan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/biologi-kelas-12-pengertian-dan-perbedaan-fotosintesis-dan-kemosintesis\" rel=\"noopener\">Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Serta Proses Terjadinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-08.jpg\" alt=\"Contoh gen yang pautan dan tidak pautan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat letaknya yang saling berdekatan, gen-gen tersebut <strong>akan tetap bersama sampai saat pembentukan gamet (sel kelamin)<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pautan dari dua macam gen atau lebih akan <span style=\"font-weight: bold;\">menghasilkan jumlah gamet yang lebih sedikit dibandingkan dengan gen-gen yang tidak berpautan.<\/span> Oleh karena itu, keturunan yang dihasilkan akan memiliki perbandingan fenotip dan genotip yang lebih sedikit pula.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh kasus pautan gen dapat kamu temui pada persilangan tanaman ercis pada gambar di bawah ini:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-06.jpg\" alt=\"Contoh kasus pautan pada tanaman ercis\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persilangan ercis bunga ungu pollen lonjong (PPLL) dengan ercis bunga merah pollen bulat (ppll) akan menghasilkan keturunan pertamanya (F1) yaitu ercis bunga ungu pollen lonjong (PpLl).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika dilakukan persilangan kembali pada antar sesama F1, maka akan menghasilkan keturunan (F2) dengan perbandingan fenotip 3 : 1. Hal ini disebabkan karena adanya pautan antara gen P dengan gen L, serta alelnya yaitu gen p dengan gen l. Akibatnya, pada F2 hanya terbentuk dua macam gamet, yaitu PL dan pl.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">2. Pindah Silang (<em>Crossing Over<\/em>)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pola pewarisan sifat yang kedua adalah pindah silang. Pindah silang (<em>crossing over<\/em>) adalah peristiwa <strong>pertukaran segmen <\/strong><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/biologi-kelas-12-mengenal-gen-dna-dan-kromosom\" rel=\"noopener\">kromatid <\/a><strong>yang bukan saudaranya (<em>non-sister chromatids<\/em>) dari sepasang kromosom homolog<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa pindah silang <strong>terjadi saat pembelahan meiosis I<\/strong>, yaitu pada akhir profase I atau awal metafase I. Pada saat itu, satu buah kromatid akan membelah menjadi dua. Peristiwa pindah silang umumnya terjadi pada organisme seperti manusia, tumbuhan, dan juga hewan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-10.jpg\" alt=\"Pindah silang pada kromosom homolog\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/biologi-kelas-12-penyimpangan-semu-hukum-mendel\" rel=\"noopener\">Macam-Macam Penyimpangan Semu pada Hukum Mendel<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa pindah silang akan <span style=\"font-weight: bold;\">menghasilkan keturunan dengan sifat yang baru<\/span>. Hal ini disebabkan karena adanya <span style=\"font-weight: bold;\">rekombinasi gen<\/span>, yaitu penggabungan dari sebagian gen induk jantan dengan sebagian gen induk betina pada saat proses fertilisasi (pembuahan), sehingga menghasilkan susunan pasangan gen yang berbeda dari gen-gen induknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, kamu tahu <em>nggak<\/em>, ternyata kita bisa menghitung nilai persentase rekombinasi dari hasil terjadinya pindah silang, <em>lho<\/em>! Caranya, dengan menggunakan rumus di bawah ini, <em>nih<\/em>.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-11.jpg\" alt=\"Rumus Nilai Pindah Silang\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekarang, ayo kita coba kerjakan bersama-sama contoh soal di bawah ini, ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px;\"><strong>Contoh Soal Pindah Silang<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil persilangan antara mangga besar manis (BbMm) dengan mangga kecil asam (bbmm) memperoleh hasil sebagai berikut:<\/p>\n<p>Besar asam = 150<\/p>\n<p>Besar manis = 750<\/p>\n<p>Kecil manis = 100<\/p>\n<p>Kecil asam = 500<\/p>\n<p>Tentukan nilai pindah silangnya?<\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui bahwa mangga besar manis dan mangga kecil asam adalah parental, sedangkan mangga besar asam dan mangga kecil manis merupakan rekombinan. Jadi, nilai pindah silangnya adalah<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 635px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penyelesaian%20nps.png\" alt=\"pola-pola hereditas\" width=\"635\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">3. Gagal Berpisah (<em>Non Disjunction<\/em>)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya adalah gagal berpisah. Pada <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/biologi-kelas-12-apa-itu-meiosis\" rel=\"noopener\">pembelahan meiosis<\/a>, kromosom-kromosom yang telah mengganda akan ditarik menuju kutub sel oleh benang-benang spindel yang menempel pada sentromer. Dalam keadaan normal, kromosom-kromosom tersebut akan berpisah dan menuju ke kutub sel yang berlawanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi, terdapat suatu kasus di mana <strong>kromosom mengalami gagal berpisah<\/strong>, sehingga <strong>semua kromosom hanya akan tertarik ke salah satu kutub sel saja<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibatnya, gamet yang terbentuk akan mengalami penambahan atau pengurangan jumlah kromosom. <span style=\"font-weight: bold;\">Peristiwa ini dapat terjadi pada meiosis I maupun meiosis II.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-07%20(1).jpg\" alt=\"Peristiwa gagal berpisah meiosis I dan meiosis II\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/pengertian-dan-sifat-sifat-enzim\" rel=\"noopener\">Berkenalan dengan Enzim: Fungsi, Struktur, dan Sifatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini merupakan contoh kelainan jumlah kromosom yang diakibatkan oleh peristiwa gagal berpisah, yaitu:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">a. Aneuploidi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aneuploidi adalah peristiwa <strong>perubahan jumlah kromosom yang hanya terjadi pada pasangan kromosom tertentu<\/strong>. Perubahan jumlah kromosom ini dapat berupa penambahan jumlah kromosom atau pengurangan jumlah kromosom.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aneuploidi dibedakan menjadi beberapa macam berdasarkan perubahan jumlah kromosomnya, di antaranya <strong>monosomi (2n-1), nulisomi (2n-2), trisomi (2n+1), dan tetrasomi (2n+2)<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh aneuploidi yang umum terjadi pada manusia adalah kasus trisomi 13 atau <strong>sindrom Patau<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">b. Euploidi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Euploidi adalah <strong>peristiwa perubahan jumlah kromosom yang terjadi pada seluruh pasangan kromosom<\/strong>. Hal ini menyebabkan <strong>jumlah kromosom individu<\/strong> dengan kasus euploidi <strong>akan senilai dengan kelipatan kromosom haploidnya<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan jumlah kelipatan kromosomnya, euploidi dibedakan menjadi triploid (3n), tetraploid (4n), pentaploid (5n), dan seterusnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">4. Gen Letal<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pola pewarisan sifat yang terakhir adalah gen letal. Gen letal adalah gen yang <strong>menyebabkan kematian individu dalam keadaan homozigot<\/strong>, sedangkan dalam keadaan <strong>heterozigot<\/strong>, seorang individu dapat bersifat <strong>normal atau subletal<\/strong>.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-09.jpg\" alt=\"Dampak Gen Letal\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/biologi-kelas-12-apa-itu-mitosis\" rel=\"noopener\">Mempelajari Tahap-Tahap Pembelahan Mitosis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Terdapat dua macam gen letal yang perlu kamu ketahui, yaitu:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">a. Gen Letal Dominan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gen letal dominan merupakan gen yang <strong>menyebabkan kematian individu dalam keadaan homozigot dominan<\/strong>. Sedangkan dalam keadaan heterozigot, seorang individu dapat bersifat subletal yang mengakibatkan terjadinya kelainan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh kasus gen letal dominan adalah gen yang menyebabkan kaki dan sayap pendek (<em>redep<\/em>) pada ayam, gen warna rambut kuning pada tikus, gen <em>Huntington\u2019s Disease<\/em>, dan gen yang menyebabkan pemendekan ruas-ruas tulang jari (brakidaktili) pada manusia.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pola%20pola%20hereditas.jpg\" alt=\"ayam kate - contoh kasus gen letal dominan - pola-pola hereditas\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Ayam redep (sumber: jpnn.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">b. Gen Letal Resesif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, gen letal resesif adalah gen yang <strong>menyebabkan kematian individu dalam keadaan homozigot resesif<\/strong>. Sedangkan dalam keadaan heterozigot, seorang individu dapat bersifat <em>carrier<\/em> (pembawa sifat) yang akan diwariskan kepada keturunannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh kasus gen letal resesif adalah gen yang menyebabkan kelainan albino pada tanaman jagung.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jagung%20pola%20hereditas.jpg\" alt=\"jagung albino - contoh kasus gen letal resesif - pola-pola hereditas\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Jagung albino (sumber: jungseed.com)\u00a0<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana, <em>nih<\/em>? Sekarang, kamu sudah tahu <em>kan <\/em>apa saja macam-macam pola hereditas itu. Jadi, pola-pola hereditas terdiri dari pautan gen, pindah silang, gagal berpisah, dan gen letal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hmm<\/em>, perlu diakui, materi kali ini memang agak sedikit rumit, ya. Tapi, jika kamu belajar dengan tekun, percaya <em>deh<\/em>, tidak hanya materi ini saja, bahkan semua materi pasti bisa kamu taklukkan dengan mudah, <em>lho<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, jangan ragu-ragu <em>nih<\/em> untuk tanyakan materi mana yang menurutmu masih sangat sulit untuk dipahami di <a href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/roboguru-plus\"><span style=\"font-weight: bold;\">roboguru Plus<\/span><\/a>. Penasaran? <em>Yuk<\/em>, gabung sekarang!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/roboguruplus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/a0a38c01-0a03-4469-8a8f-60dc108e3138.png\" alt=\"IDN CTA Blog roboguru plus Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Irnaningtyas. (2018). Biologi untuk SMA\/MA Kelas XII Kurikulum 2013 Revisi. Jakarta: Erlangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto &#8216;Ayam Redep&#8217; [daring] Tautan: https:\/\/www.jpnn.com\/news\/ayam-kate-asal-malaysia-makin-digemari-di-bandung<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto <span style=\"font-weight: normal;\">&#8216;<\/span>Jagung Albino&#8217; [daring] Tautan: https:\/\/www.jungseed.com\/product\/J01860\/513<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada artikel Biologi kelas 12 kali ini, kamu akan mempelajari tentang berbagai macam pola dalam pewarisan sifat, di antaranya pautan gen, pindah silang, gagal berpisah, dan gen letal. &#8212; &nbsp; Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa ya bentuk hidungmu bisa mirip dengan bentuk hidung ayahmu. Atau, kok bisa sih dalam satu keluarga, hanya kamu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":1531,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-02%20%282%29.jpg"],"_edit_lock":["1732333795:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Pola hereditas terdiri dari 4 macam, di antaranya pautan gen, pindah silang, gagal berpisah, dan gen letal. Yuk, pelajari selengkapnya di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2022-09-21"]},"categories":[506,512],"tags":[73,76,10,37],"class_list":["post-1531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-sma-kelas-12","tag-biologi-xii","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel Biologi kelas 12 kali ini, kamu akan mempelajari tentang berbagai macam pola dalam pewarisan sifat, di antaranya pautan gen, pindah silang, gagal berpisah, dan gen letal. &#8212; &nbsp; Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa ya bentuk hidungmu bisa mirip dengan bentuk hidung ayahmu. Atau, kok bisa sih dalam satu keluarga, hanya kamu yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-22T06:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-23T03:52:13+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas\"},\"author\":{\"name\":\"Hani Ammariah\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\"},\"headline\":\"4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12\",\"datePublished\":\"2024-11-22T06:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-23T03:52:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas\"},\"wordCount\":1140,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-02%20%282%29.jpg\",\"keywords\":[\"Biologi XII\",\"Kelas 12\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Biologi\",\"Biologi SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas\",\"name\":\"4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-02%20%282%29.jpg\",\"datePublished\":\"2024-11-22T06:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-23T03:52:13+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-02%20%282%29.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-02%20%282%29.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\",\"name\":\"Hani Ammariah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hani Ammariah\"},\"description\":\"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hani-ammariah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Pada artikel Biologi kelas 12 kali ini, kamu akan mempelajari tentang berbagai macam pola dalam pewarisan sifat, di antaranya pautan gen, pindah silang, gagal berpisah, dan gen letal. &#8212; &nbsp; Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa ya bentuk hidungmu bisa mirip dengan bentuk hidung ayahmu. Atau, kok bisa sih dalam satu keluarga, hanya kamu yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-11-22T06:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-11-23T03:52:13+00:00","author":"Hani Ammariah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Hani Ammariah","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas"},"author":{"name":"Hani Ammariah","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f"},"headline":"4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12","datePublished":"2024-11-22T06:00:00+00:00","dateModified":"2024-11-23T03:52:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas"},"wordCount":1140,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-02%20%282%29.jpg","keywords":["Biologi XII","Kelas 12","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Biologi","Biologi SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas","name":"4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-02%20%282%29.jpg","datePublished":"2024-11-22T06:00:00+00:00","dateModified":"2024-11-23T03:52:13+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-02%20%282%29.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pola-Pola%20Hereditas%20-%20Biologi%20Kelas%2012-02%20%282%29.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/biologi-kelas-12-pola-pola-hereditas#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"4 Macam Pola Hereditas pada Makhluk Hidup | Biologi Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f","name":"Hani Ammariah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hani Ammariah"},"description":"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hani-ammariah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1531"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21007,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1531\/revisions\/21007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}