{"id":1315,"date":"2024-09-30T10:00:00","date_gmt":"2024-09-30T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1315"},"modified":"2024-10-01T15:32:36","modified_gmt":"2024-10-01T08:32:36","slug":"pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya","title":{"rendered":"Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal%20hikayat.jpg\" alt=\"mengenal hikayat\" \/><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Salah satu bentuk kesusastraan kuno dari Melayu adalah hikayat. Apa itu hikayat? Seperti apa karakteristik hikayat? Yuk, kita pelajari bersama melalui <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia-sma-kelas-10\"><strong>artikel Bahasa Indonesia kelas 1o<\/strong><\/a> ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat kamu mendengar kata &#8216;hikayat&#8217;, hal apa yang langsung terlintas dalam pikiranmu? Pasti kamu langsung terpikir tentang cerita berlatarkan istana dengan tokoh para raja, prajurit, serta unsur-unsur kerajaan lainnya. Iya, kan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu berpikir seperti itu, kamu nggak salah, kok! Hikayat memang banyak menceritakan kisah yang berlatar istana dan kerajaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya, hikayat merupakan <strong>salah satu jenis prosa yang berkembang di Indonesia jauh sebelum cerpen atau novel ditulis<\/strong>. Tapi, nggak cuma Indonesia aja, lho. Negara-negara yang masih serumpun dengan Indonesia, seperti Filipina, Thailand, Brunei, dan Malaysia juga memiliki jenis cerita ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hmm<\/em>.. jadi sebenarnya apa sih hikayat itu?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Hikayat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat adalah <strong>karya sastra lama berbentuk prosa dari Melayu yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah. <\/strong>Isi cerita hikayat biasanya bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan dari sifat-sifat tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena hikayat berasal dari Melayu, cerita hikayat banyak ditulis dalam Bahasa Melayu. Kemudian, seiring waktu banyak mengalami proses adaptasi dan terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia, agar pembaca dapat lebih memahami isi dari hikayat tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pengertian%20hikayat.jpg\" alt=\"pengertian hikayat\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/cara-menulis-teks-cerita-sejarah-singkat\" rel=\"noopener\">Cara Menulis Teks Cerita Sejarah Singkat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Hikayat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hikayat bertujuan sebagai pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta<\/strong>. <strong>Contoh hikayat<\/strong> yang mungkin pernah kamu baca, yaitu <strong>&#8220;Hang Tuah&#8221;, &#8220;Perang Palembang&#8221;, dan &#8220;Seribu Satu Malam&#8221;<\/strong>. Di dalamnya, terdapat cerita yang membuat pembacanya akan merasa hanyut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ada pula hikayat yang sengaja ditulis untuk <strong>mendokumentasikan sesuatu<\/strong>, seperti silsilah kerajaan. Lalu, ada hikayat yang ditulis dengan jalan cerita dibuat-buat sesuai perintah raja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuannya untuk <strong>membuat para musuh merasa takut<\/strong>, karena seolah-olah kerajaannyalah yang paling perkasa. Hal ini membuat hikayat pada zaman dulu, ditulis untuk menjaga keamanan kerajaannya dari serangan musuh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Nilai-Nilai dalam Hikayat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat mengandung berbagai macam nilai yang bermanfaat bagi kehidupan. Nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat, yaitu nilai <strong>moral<\/strong>, nilai <strong>agama<\/strong>, nilai <strong>sosial<\/strong>, dan nilai <strong>budaya<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/nilai-nilai%20hikayat.jpg\" alt=\"nilai-nilai hikayat\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Nilai Moral<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai moral merupakan nilai yang berkaitan dengan <strong>akhlak atau sikap baik dan buruk manusia<\/strong>. Hikayat banyak mengandung nilai moral yang dapat dijadikan cerminan untuk bersikap dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Nilai Agama<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai agama merupakan nilai yang berkaitan dengan <strong>kepercayaan tokoh akan keberadaan Tuhan<\/strong>. Hikayat banyak mengajarkan nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan untuk mempertebal iman.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Nilai Sosial<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai sosial merupakan nilai yang berkaitan dengan <strong>relasi antarmanusia<\/strong>. Melalui hikayat, kita bisa banyak belajar mengenai nilai-nilai sosial yang dapat melatih kita menjadi manusia yang dapat bersosial dengan sesama manusia lainnya dengan baik.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Nilai Budaya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai budaya merupakan nilai yang berkaitan dengan <strong>adat istiadat atau kebiasaan<\/strong> di suatu wilayah tertentu. Karena hikayat berasal dari Melayu, kita bisa banyak belajar mengenai kebudayaan Melayu dengan membaca hikayat.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sampai sini, sudah mulai paham belum dengan materi hikayat? Kalo masih ada poin-poin yang belum kamu mengerti, mending belajar sama ahlinya, deh. Belajar bareng kakak-kakak pengajar di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/bahasa-indonesia\"><strong>Ruangguru Privat Bahasa Indonesia<\/strong><\/a>\u00a0misalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94e6e69e-708c-48fc-b4e9-d277c9405371.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Hikayat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita bisa mengenali apakah suatu karya sastra merupakan hikayat atau bukan berdasarkan karakteristik atau ciri-cirinya, <em>guys<\/em>! Ciri-ciri hikayat yang bisa kamu pahami, antara lain seperti tergambar pada infografik berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/karakteristik%20hikayat-1.jpg\" alt=\"karakteristik hikayat-1\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kemustahilan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks hikayat banyak mengandung kemustahilan, baik dari segi bahasa maupun dari segi cerita. Kemustahilan berarti <strong>hal yang tidak logis atau tidak dapat diterima nalar<\/strong>. Contohnya seperti bayi lahir disertai pedang dan panah. Contoh lainnya, yaitu seorang putri yang keluar dari gendang.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Anonim<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat bersifat anonim, maksudnya adalah <strong>tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarang dari hikayat tersebut<\/strong>. Hal ini disebabkan karena tidak ada nama penulis yang jelas dalam hikayat tersebut.erita yang ditulis dalam hikayat pun disampaikan dari satu orang ke orang lain secara lisan.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Kesaktian<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tokoh dalam hikayat<\/strong> <strong>seringkali diceritakan<\/strong> <strong>memiliki kesaktian tertentu<\/strong>. Contohnya yaitu tokoh Garuda yang memiliki kemampuan merusak kerajaan dikalahkan oleh Syah Peri. Lalu, contoh lainnya yaitu Raksasa yang memberi sarung kesaktian untuk mengubah wujud.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Istanasentris<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat seringkali bersifat istanasentris yaitu <strong>bertema dan berlatar kerajaan<\/strong>. Tokoh-tokoh yang diceritakan dalam hikayat biasanya adalah raja, anak raja, atau prajurit. Selain itu, latar tempat yang digunakan adalah suatu negeri yang dipimpin oleh raja, atau istana dalam suatu kerajaan.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Arkais<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat bersifat arkais yaitu <strong>menggunakan bahasa yang sudah lampau<\/strong>. Bahasa yang digunakan dalam hikayat sudah jarang dipakai atau tidak lazim digunakan dalam komunikasi masa kini. Contohnya, seperti <em>hatta<\/em>, <em>titah<\/em>, <em>upeti<\/em>, dan <em>bejana<\/em>.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Statis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggambaran dan penulisan kisah dalam hikayat <strong>tidak memiliki banyak perbedaan dengan hikayat lain<\/strong> atau hikayat dari negara lain. Unsur, kisah, dan segala hal dalam hikayat memiliki kemiripan antara satu dengan lainnya. Dengan begitu, <strong>hikayat menjadi salah satu karya sastra yang statis atau tetap<\/strong>.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Edukatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">Walaupun bersifat mustahil, hikayat biasanya <strong>mengandung amanat baik yang dapat dijadikan pembelajaran<\/strong> bagi para pembacanya. Hikayat biasanya menanamkan unsur-unsur edukatif untuk melakukan kebaikan, tenggang rasa terhadap sesama, saling menghargai, dan nilai-nilai kehidupan lainnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/contoh-teks-eksposisi-beserta-struktur-dan-kaidah-kebahasaannya\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Teks Eksposisi berbagai Tema &amp; Strukturnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Hikayat<\/span><\/h2>\n<p>Struktur hikayat terbagi menjadi 5 bagian, yakni abstraksi, orientasi, komplikasi, revolusi, dan koda. Berikut penjelasan lengkapnya:<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Abstraksi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abstraksi merupakan <strong>gambaran besar dari cerita<\/strong>. Bagian inilah yang akan dikembangkan lagi menjadi beberapa macam peristiwa.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Orientasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, bagian orientasi <strong>berkaitan dengan beberapa aspek, seperti aspek tempat\/latar, waktu, dan suasana<\/strong>. Orientasi membantu cerita hikayat agar mudah dipahami pembaca dan menarik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Komplikasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komplikasi merupakan <strong>urutan kejadian yang mengarah pada puncak masalah<\/strong>. Pada bagian ini, karakter dalam cerita hikayat akan menghadapi konflik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Resolusi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara resolusi, merupakan <strong>penyelesaian dari konflik<\/strong> yang dialami tokoh\/karakter dalam cerita hikayat.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Koda<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Struktur teks hikayat yang terakhir adalah koda. Bagian ini <strong>berisi amanat atau pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca<\/strong>. Lewat koda, pembaca bisa menyimpulkan nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Hikayat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biasanya, prosa lama ini bertemakan sejarah, keagamaan, biografi, epos, dan cerita rakyat yang kental akan keajaiban. Keragaman cerita ini membuat jenis hikayat terbagi ke dalam dua aspek, yaitu <strong>aspek historis dan aspek isi cerita<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">A. Aspek Historis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian besar hikayat sering ditemukan dalam bahasa Melayu klasik, tetapi ada beberapa hikayat yang juga ditulis dalam bahasa lain. Nah, hal ini terjadi karena hikayat yang berasal dari beberapa negara dengan bahasa, latar belakang agama, dan sejarah yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu, apabila dilihat dari aspek historis, jenis hikayat dibagi lagi menjadi beberapa kelompok, di antaranya:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Melayu<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat Melayu pada umumnya kental akan unsur agama Islam. Contoh dari hikayat Melayu, yaitu \u201cHikayat Hang Tuah\u201d, \u201cHikayat Indera Bangsawan\u201d, \u201cHikayat Malim Demam\u201d, dan \u201cHikayat Si Miskin\u201d.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>2. India\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri khas hikayat India yaitu memiliki unsur keagamaan, yaitu agama Hindu. Kisah utama dalam hikayat Hindu, yaitu cerita \u201cSri Rama\u201d dan \u201cMattabbhroto\u201d. Nah, seiring berjalannya waktu, dua kisah tersebut berkembang menjadi hikayat lainnya, seperti \u201cHikayat Pandawa Lima\u201d, \u201cHikayat Perang Pandawa\u201d, dan \u201cHikayat Bayan Budiman\u201d.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Arab-Persia<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mayoritas agama yang dianut di Arab dan Persia adalah agama Islam. Maka dari itu, hikayat-hikayat yang muncul juga bertema Islam dan mengandung nilai-nilai keislaman. Beberapa contohnya, yaitu \u201cHikayat 1001 Malam\u201d, \u201cHikayat Bachtiar\u201d, dan \u201cHikayat Amir Hamzah\u201d.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Jawa<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat-hikayat Jawa memiliki kemiripan sifat, tokoh, dan alur seperti hikayat yang ada di India dan Arab. Hal ini karena budaya Jawa dipengaruhi oleh agama Islam dan Hindu. Percampuran budaya yang berbeda ini akhirnya melahirkan budaya baru. Beberapa contoh hikayat Jawa, yaitu \u201cHikayat Panji Semirang\u201d, \u201cHikayat Cekel Weneng Pati\u201d, dan \u201cHikayat Indera Jaya\u201d yang diambil dari cerita Alingdarma.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">B. Aspek Isi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, apabila dilihat dari aspek isi ceritanya, jenis hikayat dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Sejarah<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat ini sering kali berkisah tentang tokoh atau kejadian bersejarah. Walaupun berkisah tentang sejarah, hikayat tetap bersifat fiksi atau khayalan sang pujangga. Kisah dalam hikayat ini biasanya dikaitkan dengan kisah-kisah sejarah yang pernah terjadi dalam suatu masa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, bisa juga latar belakang peristiwa disesuaikan dengan kejadian yang terjadi dalam sejarah. Contohnya, seperti \u201cHikayat Patani\u201d, \u201cHikayat Hang Tuah\u201d, dan \u201cHikayat Raja-Raja Pasai\u201d.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Biografi\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat biografi biasanya hanya fokus pada seorang tokoh. Tokoh yang diangkat ini bisa diambil dari tokoh nyata maupun fiksi. Meskipun begitu, kisahnya menceritakan tentang kehidupan tokoh tersebut. Contohnya, seperti \u201cHikayat Abdullah\u201d dan \u201cHikayat Indera Bangsawan\u201d.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Agama\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis hikayat ini menceritakan tentang tokoh agama, peristiwa dalam keagamaan, maupun nilai-nilai hidup yang diajarkan dalam suatu agama. Contohnya, seperti \u201cHikayat Indera Putera\u201d, \u201cHikayat Si Miskin\u201d, \u201cHikayat 1001 Malam\u201d, dan \u201cHikayat Bayan Budiman\u201d.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Peristiwa<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat peristiwa menceritakan tentang sebuah peristiwa besar yang pernah terjadi tapi dengan penggambaran yang didramatisasi dengan keajaiban-keajaiban dan mukjizat. Contohnya, seperti \u201cHikayat Raja-Raja Pasai\u201d dan \u201cHikayat Tanjung Lesung\u201d.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Cerita<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hikayat ini menekankan pada kisah yang diangkat, terutama tentang romansa percintaan. Biasanya, hikayat ini juga disertai dengan latar belakang sejarah. Contohnya, seperti \u201cHikayat Malin Kundang\u201d dan \u201cHikayat Roro Jonggrang\u201d.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/contoh-teks-anekdot\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Teks Anekdot Singkat beserta Struktur &amp; Maknanya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Bentuk-Bentuk Hikayat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah memahami beberapa jenis hikayat, selanjutnya kita akan belajar tentang bentuk-bentuk hikayat yang dilihat dari cara penggambarannya. Perhatikan penjelasan berikut, ya.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Cerita rakyat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: normal;\">Hikayat ini <strong>digambarkan dengan jenaka<\/strong>. Biasanya, hikayat cerita rakyat bercerita tentang asal usul suatu tempat atau benda. Contohnya, yaitu \u201cHikayat Rhang Manyang\u201d.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Roman<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: normal;\">Hikayat roman <strong>berisi tentang kisah cinta dan kisah rumah tangga<\/strong>, misalnya \u201cHikayat Putroe Gambak Meuh\u201d.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Epos<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: normal;\">Seperti namanya, hikayat epos <strong>berkisah tentang kepahlawanan seseorang<\/strong>. Salah satu contoh epos yang terkenal, yaitu \u201cHikayat Ramayana\u201d.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Tambeh<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: normal;\">Hikayat tambeh <strong>bercerita tentang pedoman hidup<\/strong>. Maka dari itu, kisahnya seringkali mengandung amanat yang bisa dipetik pembacanya. Contohnya, seperti \u201cHikayat Tambek Tujoh Blah\u201d.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Chara<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: normal;\">Chara merupakan bentuk hikayat yang <strong>berfokus pada seseorang tokoh terpuji<\/strong>. Bentuk hikayat ini juga termasuk dalam jenis hikayat biografi. Salah satu contohnya, yaitu \u201cHikayat Indera Bangsawan\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Hikayat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain beberapa contoh yang disebutkan di atas, berikut contoh-contoh hikayat terkenal lainnya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Abu Nawas<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Banjar<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Iskandar Zulkarnain<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Nakhoda Muda<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Kalila dan Daminah<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Panji Semirang<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Panca Tanderan<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Putri Kemuning<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Antu Ayek<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Tiga Pengembara Lapar<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Shinta dan Raja Kalanggan<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Jaya Lengkara<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Jaka Tarub<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Perkara Si Bungkuk dan Si Panjang<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Seorang Kakek dan Seekor Ular<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><em>Hikayat Patani<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian pembahasan tentang pengertian, nilai-nilai, ciri-ciri, jenis, bentuk, hingga contoh hikayat. Sudah cukup jelas atau masih bingung, <em>nih?<\/em> Semoga sudah cukup jelas, ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu masih mau belajar lebih banyak tentang hikayat, langsung aja, yuk, tonton video belajar beranimasi dengan latihan soal serta rangkuman di <strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\">ruangbelajar<\/a><\/strong>!<\/p>\n<p><strong><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dosen Pendidikan. 2022. <em>Contoh Hikayat. <\/em>Diakses pada 11 Oktober 2022 dari https:\/\/www.dosenpendidikan.co.id\/contoh-hikayat\/.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Zabadi, Fairul dan Sutejo. (2015). <em>Bahasa Indonesia<\/em>. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu bentuk kesusastraan kuno dari Melayu adalah hikayat. Apa itu hikayat? Seperti apa karakteristik hikayat? Yuk, kita pelajari bersama melalui artikel Bahasa Indonesia kelas 1o ini! &#8212; &nbsp; Saat kamu mendengar kata &#8216;hikayat&#8217;, hal apa yang langsung terlintas dalam pikiranmu? Pasti kamu langsung terpikir tentang cerita berlatarkan istana dengan tokoh para raja, prajurit, serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":1315,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal%20hikayat.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1727771428:1"],"_wp_old_date":["2022-10-12","2023-11-30"],"_aioseo_title":["Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis &amp; Contoh"],"_aioseo_description":["Apa itu hkayat? Yuk, simak penjelasan mengenai pengertian hikayat, tujuan, ciri-ciri, nilai, jenis, bentuk, struktur, hingga contohnya di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[477,484],"tags":[97,52,10,37],"class_list":["post-1315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-10","tag-bahasa-indonesia-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis &amp; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis &amp; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu bentuk kesusastraan kuno dari Melayu adalah hikayat. Apa itu hikayat? Seperti apa karakteristik hikayat? Yuk, kita pelajari bersama melalui artikel Bahasa Indonesia kelas 1o ini! &#8212; &nbsp; Saat kamu mendengar kata &#8216;hikayat&#8217;, hal apa yang langsung terlintas dalam pikiranmu? Pasti kamu langsung terpikir tentang cerita berlatarkan istana dengan tokoh para raja, prajurit, serta [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-30T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-01T08:32:36+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya\"},\"author\":{\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\"},\"headline\":\"Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10\",\"datePublished\":\"2024-09-30T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-01T08:32:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya\"},\"wordCount\":1741,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal%20hikayat.jpg\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya\",\"name\":\"Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal%20hikayat.jpg\",\"datePublished\":\"2024-09-30T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-01T08:32:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal%20hikayat.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal%20hikayat.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\",\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Shabrina Alfari\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/shabrina-alfari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Salah satu bentuk kesusastraan kuno dari Melayu adalah hikayat. Apa itu hikayat? Seperti apa karakteristik hikayat? Yuk, kita pelajari bersama melalui artikel Bahasa Indonesia kelas 1o ini! &#8212; &nbsp; Saat kamu mendengar kata &#8216;hikayat&#8217;, hal apa yang langsung terlintas dalam pikiranmu? Pasti kamu langsung terpikir tentang cerita berlatarkan istana dengan tokoh para raja, prajurit, serta [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-09-30T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-10-01T08:32:36+00:00","author":"Shabrina Alfari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Shabrina Alfari","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya"},"author":{"name":"Shabrina Alfari","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248"},"headline":"Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10","datePublished":"2024-09-30T03:00:00+00:00","dateModified":"2024-10-01T08:32:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya"},"wordCount":1741,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal%20hikayat.jpg","keywords":["Bahasa Indonesia X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya","name":"Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal%20hikayat.jpg","datePublished":"2024-09-30T03:00:00+00:00","dateModified":"2024-10-01T08:32:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal%20hikayat.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal%20hikayat.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/shabrina-alfari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1315"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1315\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20168,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1315\/revisions\/20168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}