{"id":10942,"date":"2025-06-10T13:59:24","date_gmt":"2025-06-10T06:59:24","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10942"},"modified":"2025-06-16T10:37:19","modified_gmt":"2025-06-16T03:37:19","slug":"prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas","title":{"rendered":"Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi &#038; Tahapan | Sosiologi Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ef541dbb-ed9e-4251-819d-0e96d08e4576.png\" alt=\"Pemberdayaan Komunitas\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sosiologi\/sosiologi-sma-kelas-12\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Artikel Sosiologi kelas 12<\/a><\/strong> ini membahas tentang pemberdayaan komunitas mulai dari pengertian, prinsip, agen, strategi, hingga contohnya. Yuk, simak artikel ini lebih lanjut!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu sudah nggak asing lagi\u00a0kan tentang konsep komunitas dalam masyarakat? Kalau lupa, coba cek artikel tentang <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penguatan-komunitas-lokal-dalam-merespon-perubahan-sosial\">Penguatan Komunitas Lokal dalam Merespon Perubahan Sosial<\/a><\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memang sih, komunitas dalam masyarakat itu tidak seperti layaknya organisasi formal. Tapi jangan salah, komunitas punya sistem dan upaya-upaya tersendiri agar bisa bertahan dan tetap sejahtera. Nama lainnya adalah pemberdayaan komunitas. Lebih lengkapnya lagi, perhatikan penjelasan berikut ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Pemberdayaan Komunitas<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemberdayaan komunitas adalah sebuah <strong>tindakan untuk mengubah suatu kelompok sosial\u00a0menjadi lebih berdaya<\/strong>. Tindakan mengubah ini tentunya untuk sesuatu hal yang positif, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misal, ada suatu komunitas pecinta alam yang masih bingung gimana caranya mengolah potensi yang tersimpan di alam. Padahal, potensi alamnya sangat bagus dan kaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, melalui pemberdayaan, komunitas tersebut jadi lebih terlatih dan punya keterampilan untuk bisa mengolah potensi alamnya. Intinya, komunitas ini yang awalnya gak berdaya, jadi berdaya deh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, apa saja prinsip dasar dalam pemberdayaan komunitas?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pendekatan-kearifan-lokal-dalam-pemberdayaan-komunitas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Prinsip Dasar dan Ruang Lingkup Pemberdayaan Komunitas<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kesetaraan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada prinsip kesetaraan, pihak pemberdaya\/pendamping bertugas untuk memberikan ilmu pengetahuan, mendengarkan, dan mengakomodasi pendapat masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, sering terjadi pihak pemberdaya ini memposisikan dirinya sebagai guru. Padahal, dalam banyak hal, masyarakat lebih tahu tentang daerahnya, terutama yang berkaitan dengan kearifan lokal masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2.\u00a0Partisipatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prinsip ini berkaitan dengan keterlibatan masyarakat selama proses pemberdayaan ya. Dalam hal ini, masyarakat diberikan kebebasan memilih dan merumuskan kebutuhan dalam proses pemberdayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat juga diajak melihat kemampuannya dalam mencapai tujuan yang diinginkan, sehingga harapan antara pemberdaya dan masyarakat yang diberdayakan dapat berjalan beriringan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Keswadayaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keswadayaan artinya proses menghargai kemampuan masyarakat dalam upaya pemberdayaan dengan\u00a0mengedepankan kemampuan masyarakat. Program pemberdayaan harus dapat menumbuhkan kemampuan kemandirian masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Berkelanjutan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program pemberdayaan komunitas ini dirancang secara berkelanjutan, meski program pemberdayaannya telah selesai. Selanjutnya, masyarakat dapat melanjutkan dan mengelolanya secara mandiri. Tentunya, hal ini memerlukan kontribusi berbagai pihak seperti peran generasi muda untuk menyukseskan upaya pemberdayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kelebihan-dan-kekurangan-pemberdayaan-komunitas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kelebihan dan Kekurangan Pemberdayaan Komunitas<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" title=\"pemberdayaan komunitas\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/maxresdefault-1.jpg\" alt=\"pemberdayaan komunitas\" width=\"600\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Contoh komunitas aktif. (sumber: plazakamera.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain adanya prinsip, tentu pemberdayaan komunitas juga harus memiliki ruang lingkup dengan fokus dan kegiatan yang berbeda-beda, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bidang ekonomi<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bidang politik, berupa peningkatan bargaining position masyarakat terhadap pemerintah.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bidang sosial budaya, yaitu usaha untuk melakukan peningkatan sumber daya manusia di masyarakat<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bidang lingkungan, misalnya rutin mengadakan pelestarian lingkungan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Agen Pemberdayaan Komunitas<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pemberdayaan komunitas, terdapat agen yang menjadi perantara agar kegiatan pemberdayaan tersebut dapat berjalan lancar. Ada tiga agen pemberdayaan komunitas nih, yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Yuk kita bahas satu per satu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Pemerintah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah\u00a0sebagai inisiator\u00a0akan memberi stimulus kepada masyarakat melalui program yang dilaksanakan. Misalnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri). Melalui program ini, masyarakat diharapkan berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan yang telah direncanakan pemerintah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Swasta<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh dari lembaga swasta bisa berupa perusahaan atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dalam hal ini, LSM sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. LSM dapat memberikan sosialisasi, arahan\/bimbingan, dan mewujudkan program-program pemberdayaan. LSM juga dapat membantu pemerintah dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat\u00a0lho.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Masyarakat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan masyarakat dapat mempererat hubungan sosial masyarakat. Misalnya, dalam sebuah lingkungan perumahan, terdapat ibu-ibu yang biasanya tergabung dalam PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) untuk memberdayakan keluarga. Biasanya, terdapat program pelatihan yang dapat membantu perekonomian keluarga. Pemberdayaan dalam lingkup masyarakat ini diprakarsai oleh para pemangku kepentingan seperti kepala desa, lurah, ketua RT, ketua RW, tokoh masyarakat, warga negara, hingga para pemuda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Strategi Pemberdayaan Komunitas<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Mempertimbangkan Potensi Masyarakat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fasilitator atau pihak yang terlibat dalam pemberdayaan komunitas sebaiknya mengakui dan menghargai berbagai potensi yang dimiliki oleh masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan dari pemberdayaan adalah untuk memperkuat kapasitas anggota komunitas agar mereka mampu berdiri sendiri. Dalam proses ini, penting untuk mengenali dan mengangkat kearifan lokal sebagai dasar dalam merancang program pemberdayaan, sehingga masyarakat lebih mudah menerima perubahan yang terjadi. Potensi yang dimaksud mencakup baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Pendampingan Berbasis Kelompok<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemberdayaan masyarakat akan berjalan lebih optimal jika dilakukan secara berkelompok. Selain menghemat waktu dan biaya, pendekatan ini terbukti lebih efektif. Dalam proses ini, pendamping bertindak sebagai fasilitator, motivator, penghubung, serta komunikator bagi komunitas yang dibina.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Pelatihan Khusus Sesuai Kebutuhan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemberdaya sebaiknya memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengusulkan pelatihan di luar agenda utama program. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhannya sendiri. Misalnya, dalam pelatihan kewirausahaan untuk pemuda karang taruna, beberapa peserta mungkin meminta pelatihan pembuatan kerajinan tangan secara khusus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Mengedepankan Kearifan Lokal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam proses pemberdayaan, penting untuk mengangkat nilai-nilai lokal yang telah hidup di masyarakat. Misalnya, masyarakat suku laut di wilayah perairan Riau memiliki aturan adat yang melarang eksploitasi sumber daya laut secara berlebihan. Kearifan lokal semacam ini dapat dijadikan dasar dalam merancang program pemberdayaan, seperti pelatihan pengelolaan tambak ikan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kearifan-lokal-dan-karakteristiknya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kearifan Lokal: Pengertian, Ciri, Karakteristik, dan Fungsinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Penyediaan Sarana Penunjang<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sarana dan prasarana memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan program pemberdayaan. Meski tujuan utamanya adalah menciptakan kemandirian, pada tahap awal masyarakat tetap membutuhkan dukungan berupa fasilitas dan peralatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh, program penghijauan akan lebih berhasil jika warga diberi bantuan berupa alat pertanian, bibit tanaman, pupuk, dan polybag. Bentuk bantuan lainnya bisa berupa modal awal, penyediaan alat saat program berlangsung, serta bantuan administratif seperti pengurusan izin atau pembebasan lahan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tahapan Pemberdayaan Komunitas<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, bagaimana tahapan yang harus dilakukan dalam menjalankan pemberdayaan komunitas?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Perencanaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap pertama adalah melakukan perencanaan. Tentu aja, perencanaan yang baik akan menunjang keberhasilan program pemberdayaan. Untuk mencapai mutu perencanaan yang baik, diperlukan keterlibatan komunitas sebagai pihak yang memahami prioritas kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perencanaan, pihak pemberdaya bisa menerapkan metode PRA (Participatory Rural Appraisal). Apa itu PRA? PRA merupakan metode penelitian\/kajian untuk\u00a0menggali potensi dan permasalahan masyarakat. PRA dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai kondisi, potensi, dan permasalahan masyarakat, serta merumuskan alternatif pengembangan dan solusi permasalahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada penerapan metode ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengambil bagian dalam proses analisis kondisi, potensi, masalah, dan perencanaan. Beberapa teknik atau kegiatan yang dilakukan dalam metode PRA antara lain:<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Pemetaan wilayah dan kegiatan yang terkait melalui data sekunder maupun primer (observasi langsung dari masyarakat).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Analisis keadaan masa lalu, masa sekarang, dan kecenderungan di masa depan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Identifikasi perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi sosial-ekonomi dan lingkungan sekitar, serta alasan dan penyebabnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Identifikasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threats) atau SWOT.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pemilihan alternatif pemecahan masalah.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Membuat rincian tentang stakeholder dan peran yang diharapkan dari para pihak, serta jumlah biaya dan perencanaan program pemberdayaan secara keseluruhan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Pelaksanaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komunitas yang merancang program pemberdayaan umumnya telah memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjalankannya. Tahap ini dikenal sebagai tahap kapasitasi, di mana kegiatan dilakukan melalui pendampingan dan fasilitasi agar program dapat terlaksana dengan baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Evaluasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam tahap evaluasi, komunitas berperan dengan memberikan masukan, kritik, dan saran terhadap jalannya program. Evaluasi ini dapat dilaksanakan bersama masyarakat. Bila program dinilai sukses, maka tahap selanjutnya adalah mengakhiri seluruh aktivitas, termasuk pendampingan, dan menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada komunitas terkait.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Terminasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terminasi merupakan tahap penghentian hubungan secara resmi antara pihak pemberdaya dengan komunitas. Beberapa situasi dapat memicu masuknya program ke tahap ini, terutama ketika komunitas telah menunjukkan kemandirian lebih cepat dari waktu yang direncanakan saat awal perencanaan program.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Pemberdayaan Komunitas<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Supaya kamu\u00a0 makin kebayang, coba lihat beberapa contoh dan wujud dari pemberdayaan komunitas yang dihimpun dari berbagai bidang berikut ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Bidang Ekonomi<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pelatihan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah).<\/li>\n<li>Pemberian modal usaha kepada kelompok tani, nelayan, atau ibu rumah tangga.<\/li>\n<li>Pembentukan koperasi desa atau koperasi wanita.<\/li>\n<li>Program bank sampah atau daur ulang berbasis masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Bidang Pendidikan<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kelas belajar atau taman baca masyarakat (TBM).<\/li>\n<li>Pelatihan literasi dan numerasi untuk orang dewasa.<\/li>\n<li>Program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu di desa.<\/li>\n<li>Pelatihan guru lokal atau relawan pendidikan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Bidang Kesehatan<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pelatihan kader posyandu.<\/li>\n<li>Program penyuluhan gizi dan sanitasi lingkungan.<\/li>\n<li>Inisiatif gotong royong pembangunan MCK umum.<\/li>\n<li>Pemberian pelatihan pertolongan pertama atau gizi seimbang.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Bidang Lingkungan<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Program penghijauan atau penanaman pohon.<\/li>\n<li>Pelatihan pengelolaan sampah mandiri dan kompos.<\/li>\n<li>Pemberdayaan masyarakat dalam konservasi hutan atau pesisir.<\/li>\n<li>Edukasi masyarakat tentang perubahan iklim dan mitigasinya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Bidang Sosial dan Budaya<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Penguatan kearifan lokal seperti pelestarian budaya dan adat istiadat.<\/li>\n<li>Pelatihan keterampilan seni (menenun, membatik, kerajinan tangan).<\/li>\n<li>Pembentukan forum pemuda, karang taruna, atau kelompok perempuan.<\/li>\n<li>Program anti-narkoba berbasis komunitas.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Bidang Teknologi dan Informasi<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pelatihan penggunaan internet dan media sosial untuk promosi usaha.<\/li>\n<li>Pengenalan teknologi pertanian atau perikanan tepat guna.<\/li>\n<li>Program digitalisasi administrasi desa.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-perubahan-sosial-teori-dan-karakteristik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Perubahan Sosial, Teori &amp; Karakteristiknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Upaya Pemberdayaan Komunitas<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, setelah diketahui adanya prinsip dan ruang lingkup pemberdayaan suatu komunitas, jangan lupa juga diperlukan upaya pemberdayaan komunitas. Adapun upaya pemberdayaan suatu komunitas masyarakat dapat dilakukan dengan tiga upaya, yakni:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Membangun kembali atau paling tidak mengubah struktur dan juga lembaga yang memberikan akses kesetaraan terhadap sumber daya, pelayanan, dan juga kesempatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan.<\/li>\n<li>Upaya membangun sistem pemerintahan yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu \u00a0tertentu,dapat dilakukan dengan aksi-aksi sosial.<\/li>\n<li>Pengetahuan dan keterampilan juga dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup tiap anggota komunitas tersebut. Oleh karena itu, pemberdayaan melalui segmen pendidikan perlu dilakukan untuk mewujudkan komunitas yang terampil lagi berpendidikan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IMG_8869.jpg\" alt=\"IMG_8869\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Pelatihan batik tulis untuk anggota komunitas. (sumber: skbklaten.blogspot.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu kamu ketahui ya, bahwa gerakan sosial seperti pemberdayaan komunitas tersebut, tentu punya kesulitan sendiri dalam melakukan segala upayanya. Misalnya saja, ada hambatan dalam bentuk ketimpangan sosial yang meliputi permasalahan struktural, permasalahan kelompok, dan permasalahan pribadi di tiap anggota komunitas masyarakat itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya, hambatan-hambatan yang menghalangi upaya pemberdayaan komunitas itu bisa diminimalisir. Paling tidak, sebelum melakukan upaya-upaya tersebut perlu diadakan riset minimalis tentang faktor-faktor yang menjadi akar \u00a0atau sumber permasalahan yang dialami dalam masyarakat tersebut. Kamu pasti bisa dong melakukan riset kecil-kecilan tentang permasalahan yang ada di komunitas kalian masing-masing?<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, sampai di sini apa kamu sudah mengerti? Mau belajar topik lainnya? Gabung bersama teman-teman se Indonesia di <strong><a href=\"http:\/\/brainacademy.id\/online\" rel=\"noopener\">Brain Academy Online<\/a><\/strong>! Kamu akan belajar langsung dengan STAR Master Teacher lulusan PTN ternama dan luar negeri loh. Pasti langsung ngerti deh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a803d407-de42-4c1f-bbf4-e348266dd6f1.jpeg\" alt=\"CTA Brain Academy Online\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumaryadi. 2005. Perencanaan Pembangunan Daerah Otonom dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: CV Citra Utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Zubaedi. 2013. Pengembangan Masyarakat Wacana dan Praktik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">https:\/\/www.plazakamera.com\/butuh-list-contact-komunitas-drone-di-indonesia-check-disini\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">http:\/\/skbklaten.blogspot.com\/2010\/06\/batik.html<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Artikel ini diperbarui pada 10 Juni 2025.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Sosiologi kelas 12 ini membahas tentang pemberdayaan komunitas mulai dari pengertian, prinsip, agen, strategi, hingga contohnya. Yuk, simak artikel ini lebih lanjut! &#8212; &nbsp; Kamu sudah nggak asing lagi\u00a0kan tentang konsep komunitas dalam masyarakat? Kalau lupa, coba cek artikel tentang Penguatan Komunitas Lokal dalam Merespon Perubahan Sosial. Memang sih, komunitas dalam masyarakat itu tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":82,"featured_media":10942,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ef541dbb-ed9e-4251-819d-0e96d08e4576.png"],"_oembed_ca3f8d1d532c4e70939b26feaecfc9f4":["{{unknown}}"],"_oembed_86503f806e4dd8195567d2dd1e19fb23":["{{unknown}}"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1750044899:1"],"_oembed_d089dc239dc7449041bc33894c615757":["{{unknown}}"],"_oembed_8bed457c330745f2014a38910a327dd9":["{{unknown}}"],"_oembed_10a20250f14c385962239087bf9ad255":["{{unknown}}"],"_oembed_9876a957f2fea454bc9b47a3b46a9592":["{{unknown}}"],"_oembed_7c265b08712503d613b5c07d99c42413":["{{unknown}}"],"_aioseo_title":["Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen &amp; Tahapan"],"_aioseo_description":["Kamu tentu sudah nggak asing lagi tentang konsep komunitas dalam masyarakat? Pelajari pembahasan mengenai pemberdayaan komunitas secara lengkap, yuk!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2017-11-03"],"_knawatfibu_alt":["Pemberdayaan Komunitas"],"_oembed_a0f89ef1ebcab5fd7582f4caebc46a1e":["{{unknown}}"],"_oembed_5bcd1002fa4ec779870e60f21b20da75":["{{unknown}}"]},"categories":[534,540],"tags":[76,10,37,82],"class_list":["post-10942","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosiologi","category-sosiologi-sma-kelas-12","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma","tag-sosiologi-xii"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi &amp; Tahapan | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi &amp; Tahapan | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel Sosiologi kelas 12 ini membahas tentang pemberdayaan komunitas mulai dari pengertian, prinsip, agen, strategi, hingga contohnya. Yuk, simak artikel ini lebih lanjut! &#8212; &nbsp; Kamu sudah nggak asing lagi\u00a0kan tentang konsep komunitas dalam masyarakat? Kalau lupa, coba cek artikel tentang Penguatan Komunitas Lokal dalam Merespon Perubahan Sosial. Memang sih, komunitas dalam masyarakat itu tidak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-10T06:59:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-16T03:37:19+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rabia Edra\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rabia Edra\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas\"},\"author\":{\"name\":\"Rabia Edra\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3\"},\"headline\":\"Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi &#038; Tahapan | Sosiologi Kelas 12\",\"datePublished\":\"2025-06-10T06:59:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-16T03:37:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas\"},\"wordCount\":1701,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ef541dbb-ed9e-4251-819d-0e96d08e4576.png\",\"keywords\":[\"Kelas 12\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\",\"Sosiologi XII\"],\"articleSection\":[\"Sosiologi\",\"Sosiologi SMA Kelas 12\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas\",\"name\":\"Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi & Tahapan | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ef541dbb-ed9e-4251-819d-0e96d08e4576.png\",\"datePublished\":\"2025-06-10T06:59:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-16T03:37:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ef541dbb-ed9e-4251-819d-0e96d08e4576.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ef541dbb-ed9e-4251-819d-0e96d08e4576.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi &#038; Tahapan | Sosiologi Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3\",\"name\":\"Rabia Edra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rabia Edra\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/rabia-edra\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi & Tahapan | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi & Tahapan | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel Sosiologi kelas 12 ini membahas tentang pemberdayaan komunitas mulai dari pengertian, prinsip, agen, strategi, hingga contohnya. Yuk, simak artikel ini lebih lanjut! &#8212; &nbsp; Kamu sudah nggak asing lagi\u00a0kan tentang konsep komunitas dalam masyarakat? Kalau lupa, coba cek artikel tentang Penguatan Komunitas Lokal dalam Merespon Perubahan Sosial. Memang sih, komunitas dalam masyarakat itu tidak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-06-10T06:59:24+00:00","article_modified_time":"2025-06-16T03:37:19+00:00","author":"Rabia Edra","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Rabia Edra","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas"},"author":{"name":"Rabia Edra","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3"},"headline":"Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi &#038; Tahapan | Sosiologi Kelas 12","datePublished":"2025-06-10T06:59:24+00:00","dateModified":"2025-06-16T03:37:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas"},"wordCount":1701,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ef541dbb-ed9e-4251-819d-0e96d08e4576.png","keywords":["Kelas 12","Konsep Pelajaran","SMA","Sosiologi XII"],"articleSection":["Sosiologi","Sosiologi SMA Kelas 12"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas","name":"Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi & Tahapan | Sosiologi Kelas 12 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ef541dbb-ed9e-4251-819d-0e96d08e4576.png","datePublished":"2025-06-10T06:59:24+00:00","dateModified":"2025-06-16T03:37:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ef541dbb-ed9e-4251-819d-0e96d08e4576.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ef541dbb-ed9e-4251-819d-0e96d08e4576.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/prinsip-ruang-lingkup-dan-upaya-pemberdayaan-komunitas#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pemberdayaan Komunitas: Pengertian, Prinsip, Agen, Strategi &#038; Tahapan | Sosiologi Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3","name":"Rabia Edra","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rabia Edra"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/rabia-edra"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/82"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10942"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23366,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10942\/revisions\/23366"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}