{"id":1072,"date":"2022-11-10T08:00:00","date_gmt":"2022-11-10T08:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1072"},"modified":"2024-03-07T14:47:34","modified_gmt":"2024-03-07T07:47:34","slug":"pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan","title":{"rendered":"Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10%20Pahlawan%20Indonesia%20yang%20Belum%20Banyak%20Dipublikasikan.jpg\" alt=\"10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, mengenal lebih dekat 10 pahlawan Indonesia yang belum banyak dipublikasikan, namun memiliki peran yang besar bagi kemerdekaan Indonesia! Kamu bisa tebak ada siapa saja?<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selamat Hari Pahlawan Nasional, teman-teman! Kamu tahu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak sih,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kenapa Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November? Jadi, pada tanggal 10 November 76 tahun yang lalu, terjadi pertempuran antara tentara Indonesia dengan pasukan Inggris di Kota Surabaya. Pertempuran pertama setelah <a href=\"\/blog\/detik-detik-menuju-proklamasi-kemerdekaan-ri\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">proklamasi <\/span><\/a>kemerdekaan Indonesia ini menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">pertempuran terbesar<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">dalam sejarah revolusi nasional<\/span>, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho!<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, bicara tentang hari pahlawan, ternyata ada beberapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pahlawan Indonesia yang masih belum banyak dipublikasikan, nih. Kali ini, kita akan bahas 10 di antaranya. Langsung aja yuk, kita mulai!<\/span><\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Malahayati (Lahir di Kesultanan Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" title=\"pahlawan indonesia\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/malahayati-gtr.jpg\" alt=\"pahlawan indonesia\" width=\"600\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Malahayati (Sumber: kompasiana.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perempuan hebat ini merupakan cucu dari putra pendiri Kerajaan Aceh Darussalam yaitu Sultan Ibrahim Ali Mughyat Syah. Pada tahun 1585-1604, <a href=\"\/blog\/laksamana-malahayati\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">Malahayati<\/span><\/a> menjadi Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, pada 11 September 1599, Malahayati memimpin sebanyak 2000 pasukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Inong Balee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (janda-janda pahlawan yang telah syahid) untuk berperang melawan kapal-kapal serta benteng-benteng Belanda. Beliau juga membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Atas keberaniannya, Malahayati mendapat gelar Laksamana. Atas jasa-jasanya tersebut, pada tanggal 6 November 2017 lalu, Presiden Joko Widodo menganugerahi Gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115\/TK\/Tahun 2017.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Tan Malaka (Lahir di Minangkabau, Sumatera Barat)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px;\" title=\"pahlawan indonesia\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/qereja.jpg\" alt=\"pahlawan indonesia tan malaka\" width=\"600\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Tan Malaka (Sumber: qerja.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nama lengkapnya adalah Sutan Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka. Tan Malaka adalah sosok yang cerdas dan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0perhatiannya terhadap pendidikan kaum pribumi pun sangat tinggi. Beliau sempat bersekolah dan belajar di Belanda. Setelah kembali ke Indonesia, Tan Malaka mendirikan Sekolah Rakyat di Semarang. Di setiap kurikulumnya, terdapat semangat melawan penindasan dan perjuangan untuk mendapatkan hak sebagai manusia dan warga negara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/tokoh-penting-dalam-sumpah-pemuda\" rel=\"noopener\">Yuk, Kita Mengenal 10 Tokoh Penting dalam Sumpah Pemuda &amp; Perannya!<\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau sempat beberapa kali mengevaluasi kondisi dan situasi Republik Indonesia setelah adanya Perjanjian Linggarjati (1947) dan Renville (1948). Atas kecerdasan pemikirannya, Tan Malaka ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 53, yang kemudian ditandatangani Presiden Soekarno pada 28 Maret 1963.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Dewi Sartika (Lahir di bandung, Jawa Barat)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px;\" title=\"pahlawan indonesia\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/286410_raden-dewi-sartika-_1200_675.jpg\" alt=\"pahlawan indonesia Dewi Sartika \" width=\"600\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Dewi Sartika (Sumber: kompas.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Raden Dewi Sartika lahir dari keluarga ternama, sehingga sejak kecil, beliau sudah mendapatkan pendidikan dasar yang layak. Beliau merupakan pahlawan Indonesia yang bercita-cita mendirikan sekolah untuk kaum perempuan. Beliau merasa miris ketika melihat perempuan-perempuan pada saat itu buta aksara dan miskin ilmu pengetahuan.\u00a0Berkat perjuangannya, akhirnya sekolah perempuan bernama Sekolah Isteri berhasil berdiri di Pendopo Kabupaten Bandung pada 16 Januari 1904.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian sekolah ini direlokasi sekaligus berubah nama menjadi Sekolah Kaoetamaan Isteri tahun 1910. Sekolah ini kemudian terus berkembang dan tersebar di seluruh Jawa Barat. Pada tahun 1912 sudah berdiri 9 sekolah dan terus bertambah satu di setiap kota maupun kabupaten pada tahun 1920. Selanjutnya sekolah itu berganti nama menjadi Sekolah Raden Dewi pada September 1929. Atas jasanya dalam memperjuangkan pendidikan, beliau diberi gelar penghargaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Orde van Oranje-Nassau<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (bintang emas) pada ulang tahun ke-35 Sekolah Kaoetamaan Isteri. Serta diakui sebagai pahlawan pada 1 Desember 1966.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">4. Abdul Kadir (Lahir di Sintang, Kalimantan Barat)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><img decoding=\"async\" class=\"alignnone \" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0a60ab43-09f9-4657-a815-b4772f8d4536.jpg\" alt=\"Abdul Kadir\" width=\"331\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Abdul Kadir (Sumber: https:\/\/kalbarprov.go.id\/abdul-kadir.html)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak muda, Abdul Kadir sudah mengabdi sebagai pegawai kerajaan Sintang dan ketika ayahnya wafat, beliau diangkat menjadi Kepala Pemerintahan Melawi. Kemudian, beliau berhasil mempersatukan suku Dayak dengan Melayu dan mengembangkan ekonomi daerah Melawi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Belanda ingin memperluas wilayah kekuasaan di Melawi tahun 1820-an, beliau segera membuat strategi peran ganda untuk menggagalkannya. Maksudnya, sebagai pejabat pemerintah Melawi, beliau tetap setia kepada Raja Sintang, secara otomatis juga harus setia pada pemerintah Belanda. Akan tetapi, diam-diam Abdul Kadir mengumpulkan kekuatan rakyat untuk melawan Belanda dengan mendirikan kesatuan-kesatuan bersenjata di Melawi juga sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/kardinah-dan-roekmini\" rel=\"noopener\">Kardinah dan Roekmini, Pahlawan Perempuan yang (hampir) Dilupakan<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya terjadi gangguan keamanan terhadap Belanda. Akhhirnya terjadi pertempuran antara pasukan Belanda dengan pasukan Abdul Kadir. Beliau terus mengatur strategi perlawanan terhadap Belanda melalui berbagai informasi tentang rencana-rencana operasi militer pemerintah Belanda. Hingga di tahun 1999, dirinya dianugerahkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia Nomor 114\/TK\/Tahun 1999 tertanggal 13 Oktober 1999.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">5. Sam Ratulangi (Lahir di Tondano, Sulawesi Utara)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 350px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sam%20Ratulangi.jpg\" alt=\"Sam Ratulangi\" width=\"350\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sam Ratulangi (Sumber: wikimedia.org)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (Sam Ratulangi) adalah Gubernur pertama Sulawesi. Beliau juga orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan guru di masanya. Sam Ratulangi pernah bersekolah di Jakarta, Belanda, dan Universitas Zurich, Swiss. Demi menaikkan taraf hidup rakyat Minahasa, Beliau berhasil menghapus kerja paksa (rodi), kemudian menyelenggarakan transmigrasi, juga mendirikan yayasan dana belajar. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau juga merupakan aktivis kemerdekaan yang sangat keras melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Beliau tidak ingin masyarakat Indonesia berada di bawah penguasaan penjajah. Demi mempertahankan Republik Indonesia, Gubernur Ratulangi membentuk badan perjuangan rakyat bernama Pusat Keselamatan Rakyat. Pemerintah pun menetapkan Ratulangi sebagai Pahlawan Nasional dan tiga kali dianugerahkan gelar Anumerta.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">6. Johannes Leimena (Lahir di Ambon, Maluku)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 350px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Johannes%20Leimena.jpg\" alt=\"Johannes Leimena\" width=\"350\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Johannes Leimena (Sumber: wikimedia.org)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau merupakan seorang dokter yang mendirikan Bandung Plan tahun 1951, setelah itu ditingkatkan menjadi Leimena Plan pada 1954. Karyanya ini kemudian menjadi cikal bakal PUSKESMAS. Leimena juga termasuk salah satu tokoh yang mempersiapkan Kongres Sumpah Pemuda. Sejak saat itu, perhatiannya terhadap pergerakan nasional semakin berkembang. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pun menjadi Menteri Kesehatan terlama sepanjang 21 tahun dalam 18 kabinet yang berbeda. Dr. Johannes Leimena mendapat gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden No 52 TK\/2010 pada tahun 2010.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px; font-weight: bold; color: #000000;\">7. Silas Papare (Lahir di Serui, Papua)<\/span><\/h2>\n<p><strong><img decoding=\"async\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Untitled%20design(8).png\" alt=\"Silas Papare\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Silas Papare (Sumber: suaraserui.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Silas Papare berjuang menyatukan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah <span style=\"font-weight: normal;\">Indonesia<\/span>. Beliau pernah dipenjara karena terus mempengaruhi Batalyon Papua untuk terus memberontak Belanda. Saat menjadi tahanan di Serui, ternyata beliau bertemu dengan Sam Ratulangi yang sedang diasingkan oleh Belanda. Pertemuan dengan Sam Ratulangi\u00a0membuatnya menjadi semakin yakin jika Papua harus bebas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/selain-dokter-siapakah-pahlawan-di-masa-pandemi-covid19\" rel=\"noopener\">Selain Dokter, Siapakah Pahlawan di Masa Pandemi COVID19?<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat aktif dalam <em>Front<\/em> Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB), beliau diminta Presiden Soekarno menjadi delegasi Indonesia di New York <em>Agreement<\/em> yang mengakhiri konflik antara Belanda dengan Indonesia perihal Irian Barat. Namanya pun diabadikan pada salah satu Kapal Perang Korvet kelas Parchim TNI AL KRI Silas Papare dengan nomor lambung 386. Selain itu, didirikan pula Monumen Silas Papare di dekat pantai dan pelabuhan Laut Serui. Di Jayapura, namanya diabadikan sebagai nama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIPOL) Silas Papare. Sedangkan di Kota Nabire, nama Silas Papare dikenang dalam wujud nama jalan.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">8. Maria Walanda Maramis (Lahir di Minahasa Utara, Sulawesi Utara)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 350px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Maria%20Walanda%20Maramis.jpg\" alt=\"Maria Walanda Maramis\" width=\"350\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Maria Walanda Maramis (Sumber: wikimedia.org)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maria Walanda Maramis memiliki nama lengkap Maria Josephine Catherina Walanda Maramis. Maria yang lahir di Minahasa Utara ini merupakan salah satu pahlawan emansipasi wanita.\u00a0<\/span><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Maria dianggap sebagai sosok pendobrak adat dan pejuang wanita di dunia politik dan pendidikan. <\/span><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Meskipun jasa beliau belum banyak diketahui oleh orang Indonesia, namun tidak demikian dengan masyarakat Minahasa. Setiap tanggal 1 Desember (hari kelahiran Maria), masyarakat Minahasa memperingatinya sebagai hari ibu Maria Walanda Maramis.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">9. Martha Christina Tiahahu (Lahir di Nusa Laut, Maluku)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 350px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Martha%20Christina%20Tiahahu.jpg\" alt=\"Martha Christina Tiahahu\" width=\"350\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Martha Christina Tiahahu (Sumber: wikimedia.org)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Martha Christina Tiahahu merupakan salah satu pahlawan wanita yang ikut\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mengangkat bambu runcing dan terlibat dalam perang Indonesia. Martha terlibat dalam perang Pattimura yang berlangsung pada tahun 1817. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau dikenal sebagai gadis yang pemberani, tangguh, dan berani mengambil resiko. Atas perjuangannya, masyarakat Ambon membuat monumen sebagai simbol penghargaan untuk Martha.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">10. Frans Kaisiepo (Lahir di Biak, Papua)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 350px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Frans%20Kaisiepo.jpg\" alt=\"Frans Kaisiepo\" width=\"350\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Frans Kaisiepo (Sumber: ikpni.or.id)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, yaitu pahlawan yang ilustrasi wajahnya dikenang dalam lembaran uang sepuluh ribu rupiah, yakni<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<a href=\"\/blog\/tokoh-tokoh-yang-berjuang-mempertahankan-kemerdekaan-nkri\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">Frans Kaisiepo<\/span><\/a>. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Frans adalah salah satu pahlawan yang berjuang mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau mengikuti kursus Pamong Praja di Jayapura yang salah satu pengajarnya adalah Soegoro Atmoprasodjo, yang merupakan mantan guru Taman Siswa. Sejak bertemu dengan beliau, jiwa kebangsaan Frans Kaisiepo semakin tumbuh dan kian bersemangat untuk mempersatukan wilayah Irian ke dalam NKRI. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berhasil melawan penjajah, Frans Kaisiepo menjabat sebagai gubernur di Irian Barat hingga tahun 1973.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia sepuluh nama pahlawan nasional yang belum banyak dipublikasikan. Kamu pun bisa menjadi seperti mereka, <em>lho<\/em>! Caranya adalah dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rajin belajar dan buatlah karya sebanyak-banyaknya. Nah, supaya belajarmu semakin seru, gabung di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>, yuk! <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" width=\"822\" height=\"200\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: left;\">Sumber Gambar:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Laksamana Malahayati\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/www.kompasiana.com\/primata\/5e9fa821097f362fcc0aef63\/semangat-laksamana-malahayati-semangat-kita-menghadapi-pandemi (Diakses: 8 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Tan Malaka\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/www.qerja.com\/journal\/view\/792-7-pekerjaan-yang-pernah-dilakukan-tan-malaka (Diakses: 8 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Dewi Sartika\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2021\/05\/20\/173614179\/raden-dewi-sartika-kehidupan-gagasan-dan-kiprahnya?page=all (Diakses: 8 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Abdul Kadir\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/direktoratk2krs.kemsos.go.id\/pahlawannasional&amp;sort-by=name&amp;order-by=asc (Diakses: 8 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Sam Ratulangi\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/2\/28\/Sam_Ratulangi_IPPHOS.jpg (Diakses: 8 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Johannes Leimena\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/6\/6a\/Johannes_Leimena.jpg\u00a0(Diakses: 8 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Silas Papare\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/www.suaraserui.com\/mengenal-sejarah-perjuangan-pahlawan-dari-timur-indonesia-silas-papare\/\u00a0(Diakses: 8 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Maria Walanda Maramis\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/id\/8\/8d\/Maria_Walanda_Maramis.jpg (Diakses: 8 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Martha Christina Tiahahu\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/a\/af\/Martha_Christina_Tiahahu.jpg (Diakses: 8 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar \u2018Frans Kaisiepo\u2019 [Daring]. Tautan: http:\/\/ikpni.or.id\/pahlawan\/frans-kaisiepo\/ (Diakses: 8 November 2021)<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: left;\"><em>Artikel ini telah diperbarui pada 10 November 2022.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, mengenal lebih dekat 10 pahlawan Indonesia yang belum banyak dipublikasikan, namun memiliki peran yang besar bagi kemerdekaan Indonesia! Kamu bisa tebak ada siapa saja? &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":1072,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10%20Pahlawan%20Indonesia%20yang%20Belum%20Banyak%20Dipublikasikan.jpg"],"_edit_lock":["1709797524:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":[null],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-1072","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, mengenal lebih dekat 10 pahlawan Indonesia yang belum banyak dipublikasikan, namun memiliki peran yang besar bagi kemerdekaan Indonesia! Kamu bisa tebak ada siapa saja? &#8212;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-10T08:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-07T07:47:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan\",\"datePublished\":\"2022-11-10T08:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-07T07:47:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan\"},\"wordCount\":1467,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10%20Pahlawan%20Indonesia%20yang%20Belum%20Banyak%20Dipublikasikan.jpg\",\"keywords\":[\"Fakta Seru\"],\"articleSection\":[\"Fakta Seru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan\",\"name\":\"Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10%20Pahlawan%20Indonesia%20yang%20Belum%20Banyak%20Dipublikasikan.jpg\",\"datePublished\":\"2022-11-10T08:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-07T07:47:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10%20Pahlawan%20Indonesia%20yang%20Belum%20Banyak%20Dipublikasikan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10%20Pahlawan%20Indonesia%20yang%20Belum%20Banyak%20Dipublikasikan.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Yuk, mengenal lebih dekat 10 pahlawan Indonesia yang belum banyak dipublikasikan, namun memiliki peran yang besar bagi kemerdekaan Indonesia! Kamu bisa tebak ada siapa saja? &#8212;","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2022-11-10T08:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-03-07T07:47:34+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan","datePublished":"2022-11-10T08:00:00+00:00","dateModified":"2024-03-07T07:47:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan"},"wordCount":1467,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10%20Pahlawan%20Indonesia%20yang%20Belum%20Banyak%20Dipublikasikan.jpg","keywords":["Fakta Seru"],"articleSection":["Fakta Seru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan","name":"Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10%20Pahlawan%20Indonesia%20yang%20Belum%20Banyak%20Dipublikasikan.jpg","datePublished":"2022-11-10T08:00:00+00:00","dateModified":"2024-03-07T07:47:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10%20Pahlawan%20Indonesia%20yang%20Belum%20Banyak%20Dipublikasikan.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10%20Pahlawan%20Indonesia%20yang%20Belum%20Banyak%20Dipublikasikan.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pahlawan-indonesia-yang-belum-banyak-dipublikasikan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hari Pahlawan: Mengenal 10 Pahlawan Indonesia yang Belum Banyak Dipublikasikan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1072"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1072\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17295,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1072\/revisions\/17295"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}