{"id":10702,"date":"2018-01-02T06:37:46","date_gmt":"2018-01-01T23:37:46","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10702"},"modified":"2023-11-28T09:19:45","modified_gmt":"2023-11-28T02:19:45","slug":"mengenal-jenis-jenis-angin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin","title":{"rendered":"Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg\" alt=\"Geografi_10.jpg\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah kamu tahu kalau udara bergerak karena adanya perbedaan tekanan di bumi, Squad? Karena adanya tekanan tinggi dan tekanan rendah, aliran udara atau angin yang terjadi juga bergerak dari arah yang tinggi ke rendah pula. Angin bergerak karena adanya rotasi bumi. Kecepatannya bisa diukur menggunakan sebuah alat yang bernama <strong><u>anemometer<\/u><\/strong>, sedangkan untuk mengetahui arah dan kecepatan angin menggunakan alat yang dinamakan<strong> <u>Windsock<\/u><\/strong>.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><!--more--><span style=\"color: #000000; font-size: 18px;\"><strong><span style=\"background-color: transparent;\">Proses Terbentuknya Angin<\/span><\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Angin terbentuk karena adanya pemuaian udara. Udara yang dipanaskan akan mengalami pemuaian, dan membuat udara tersebut menjadi lebih ringan sehingga bisa bergerak naik. Udara dingin yang ada di sekitarnya juga akan bergerak menuju ke udara yang bertekanan rendah dan membuat udara menjadi lebih berat sehingga akan turun ke tanah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Di atas tanah, proses pemuaian udara tersebut akan terus terjadi, sampai udara panas akan naik dan udara dingin akan turun yang mengakibatkan terjadinya arus konveksi. <em>Nah,<\/em> Squad, perlu diingat, jika suhu tinggi maka tekanan yang dihasilkan adalah tekanan rendah, sedangkan jika suhu rendah maka tekanan yang dihasilkan akan tinggi. Udara dengan suhu tinggi akan naik, sedangkan udara dengan suhu rendah akan turun.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\"><strong>Faktor Terbentuknya Angin<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Ada beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya angin. Yuk, kita simak bersama-sama!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">1. <span style=\"color: #008080;\"><strong>Gradien barometris<\/strong>.<\/span>&nbsp;yaitu bilangan yang memperlihatkan pada perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Semakin besar gradien barometrisnya, maka semakin cepat angin itu bertiup.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">2. <span style=\"color: #008080;\"><strong>Lokasi<\/strong>.<\/span>&nbsp;Kecepatan angin pada khatulistiwa lebih cepat daripada kecepatan angin yang lokasi hembusannya jauh dari khatulistiwa. Tinggi dari suatu lokasi juga berpengaruh, lho Squad. Semakin tinggi suatu tempat, maka akan semakin kencang angin bertiup. Hal ini disebabkan oleh minimnya gaya gesek yang terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">3. <span style=\"color: #008080;\"><strong>Waktu<\/strong>.<\/span>&nbsp;Squad, tahukah kamu? Pada siang hari angin bertiup lebih cepat dibandingkan dengan pada waktu malam hari, <em>lho<\/em>. Faktor ini juga mempengaruhi kencangnya suatu hembusan angin<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Oh iya, Squad, jangan lupa ya, angin itu tidak bisa dilihat, tetapi hanya bisa dirasakan.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Macam-Macam Angin<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #33cccc;\">Angin Laut<\/span><\/strong>: Merupakan angin yang bertiup dari laut ke darat yang terjadi ada siang hari sekitar <strong>pukul 9 pagi hingga 4 sore<\/strong>. Angin ini dimanfaatkan oleh para nelayan tradisional untuk pulang dari menangkap ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #33cccc;\">Angin Darat<\/span><\/strong>: Bertiup dari darat ke laut pada malam hari. Angin ini mulai terasa sekitar <strong>pukul 8 malam hingga 6 pagi<\/strong>, dan dimanfaatkan oleh para nelayan untuk berangkat menangkap ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><strong><span style=\"color: #33cccc;\">Angin Lembah<\/span><\/strong>: Angin yang bertiup <strong>dari lembah ke puncak gunung<\/strong> yang terjadi saat siang hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #33cccc;\">Angin Gunung<\/span><\/strong>: Tiupannya berarah <strong>dari puncak gunung turun ke lembah<\/strong> yang terjadi pada malam hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/angin%20lembah%20dan%20angin%20gunung.jpg\" alt=\"jenis-jenis angin\" width=\"600\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 600px;\" title=\"jenis-jenis angin\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Skema Angin Lembah dan Angin Gunung (<em>Sumber: www.adharta.com<\/em>)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><strong><span style=\"color: #33cccc;\">Angin Fohn<\/span><\/strong>: Disebut juga dengan angin jatuh yaitu kelanjutan dari proses terjadinya hujan orografis. Setelah sampai di puncak, maka angin akan turun melalui lembah-lembah yang sifatnya kering dan panas. Angin ini sifatnya merusak karena suhunya cukup tinggi mengakibatkan banyak tanaman-tanaman yang mati. Di setiap daerah, nama angin ini berbeda-beda. Misalnya di Sulawesi Selatan dinamai angin brubu, angin bahorok di Deli Sumatra Utara, angin kumbang di Cirebon Jawa Barat, angin gending di Pasuruan dan Probolinggo, serta angin wambrau di Papua.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/b8.jpg\" alt=\"Skema Angin Fohn\" width=\"600\" title=\"jenis-jenis angin\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000;\">Skema Angin Fohn (Sumber: Kuswanto, 2003)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><strong><span style=\"color: #33cccc;\">Angin Muson Barat<\/span><\/strong>: Mengalir dari <strong>benua Asia ke benua Australia<\/strong>, angin ini membawa banyak uap air karena melewati perairan dan samudra. Serta mengakibatkan Indonesia mengalami musim penghujan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><strong><span style=\"color: #33cccc;\">Angin Muson Timur<\/span><\/strong>: Berasal dari arah <strong>benua Australia ke Benua Asia<\/strong>. Sifatnya kering karena melalui beberapa gurun yang mengakibatkan Indonesia mengalami musim kemarau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"background-color: transparent;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/angin%20muson%20barat%20dan%20timur.png\" alt=\"angin muson barat dan timur\" width=\"410\" height=\"408\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Skema Angin Muson Barat dan Muson Timur (<em>Sumber: http:\/\/psta.lapan.go.id<\/em>)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"color: #33cccc;\"><strong>Angin Siklon<\/strong>:<\/span> Pergerakannya <strong>menuju tekanan udara yang minimum<\/strong>. Di bagian bumi utara, angin ini bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, sebaliknya di bagian bumi selatan justru bergerak searah jarum jam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><strong><span style=\"color: #33cccc;\">Angin Antisiklon<\/span><\/strong>: Angin yang <strong>meninggalkan tempat bertekanan maksimum<\/strong>. Pergerakan angin ini di bagian utara searah jarum jam, dan di bagian selatan berlawanan dengan arah jarum jam.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/angin%20siklon%20dan%20antisiklon.jpg\" alt=\"Skema Angin Siklon dan Angin Antisiklon\" width=\"640\" style=\"width: 640px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Skema Angin Siklon dan Angin Antisiklon (<em>Sumber: www.berpendidikan.com<\/em>)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/serunya-kuliah-di-belanda-negeri-kincir-angin\">Pengalaman Kuliah di Negeri Kincir Angin<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, Squad, gimana? Sudah lebih memahami mengenai jenis-jenis angin, <em>kan<\/em>? Sekarang, kalau ada angin berembus, sudah bisa tahu <em>dong<\/em>, apa jenis anginnya? Supaya semakin seru, <em>yuk<\/em> ikut mengenal angin melalui video belajar-nya&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/belajar?utm_medium=referral&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=mengenal-jenis-jenis-angin\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">ruangbelajar<\/a><\/strong>! Penasaran?&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Wardiyatmoko. 2006. Geografi untuk SMA\/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga<\/span><\/p>\n<p>Sindhu P. Yasinto. 2016. Geografi untuk SMA\/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga<\/p>\n<p><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p>Foto <span>Skema Angin Muson Barat dan Muson Timur [daring]. Tautan: http:\/\/psta.lapan.go.id\/<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-bottom: 12pt; padding-left: 0in; font-size: 16px;\"><strong><em><span style=\"color: #39464e;\">Artikel terakhir diperbarui pada 3 Desember 2020.<\/span><\/em><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu tahu kalau udara bergerak karena adanya perbedaan tekanan di bumi, Squad? Karena adanya tekanan tinggi dan tekanan rendah, aliran udara atau angin yang terjadi juga bergerak dari arah yang tinggi ke rendah pula. Angin bergerak karena adanya rotasi bumi. Kecepatannya bisa diukur menggunakan sebuah alat yang bernama anemometer, sedangkan untuk mengetahui arah dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":10702,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1701137985:1"]},"categories":[527,531],"tags":[115,10,37],"class_list":["post-10702","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-geografi","category-geografi-sma-kelas-10","tag-geografi-x","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah kamu tahu kalau udara bergerak karena adanya perbedaan tekanan di bumi, Squad? Karena adanya tekanan tinggi dan tekanan rendah, aliran udara atau angin yang terjadi juga bergerak dari arah yang tinggi ke rendah pula. Angin bergerak karena adanya rotasi bumi. Kecepatannya bisa diukur menggunakan sebuah alat yang bernama anemometer, sedangkan untuk mengetahui arah dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-01T23:37:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-11-28T02:19:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Embun Bening Diniari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Embun Bening Diniari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin\"},\"author\":{\"name\":\"Embun Bening Diniari\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/251008c4d9cd68437391ed27cd2c7418\"},\"headline\":\"Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10\",\"datePublished\":\"2018-01-01T23:37:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-28T02:19:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin\"},\"wordCount\":711,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg\",\"keywords\":[\"Geografi X\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Geografi\",\"Geografi SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin\",\"name\":\"Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-01T23:37:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-28T02:19:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/251008c4d9cd68437391ed27cd2c7418\",\"name\":\"Embun Bening Diniari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Embun Bening Diniari\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/embun-bening-diniari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Apakah kamu tahu kalau udara bergerak karena adanya perbedaan tekanan di bumi, Squad? Karena adanya tekanan tinggi dan tekanan rendah, aliran udara atau angin yang terjadi juga bergerak dari arah yang tinggi ke rendah pula. Angin bergerak karena adanya rotasi bumi. Kecepatannya bisa diukur menggunakan sebuah alat yang bernama anemometer, sedangkan untuk mengetahui arah dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2018-01-01T23:37:46+00:00","article_modified_time":"2023-11-28T02:19:45+00:00","author":"Embun Bening Diniari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Embun Bening Diniari","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin"},"author":{"name":"Embun Bening Diniari","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/251008c4d9cd68437391ed27cd2c7418"},"headline":"Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10","datePublished":"2018-01-01T23:37:46+00:00","dateModified":"2023-11-28T02:19:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin"},"wordCount":711,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg","keywords":["Geografi X","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Geografi","Geografi SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin","name":"Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg","datePublished":"2018-01-01T23:37:46+00:00","dateModified":"2023-11-28T02:19:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-angin#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Jenis-Jenis Angin | Geografi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/251008c4d9cd68437391ed27cd2c7418","name":"Embun Bening Diniari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Embun Bening Diniari"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/embun-bening-diniari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10702","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10702"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10702\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15710,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10702\/revisions\/15710"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}