{"id":10444,"date":"2024-01-04T14:00:00","date_gmt":"2024-01-04T07:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10444"},"modified":"2024-01-09T18:42:28","modified_gmt":"2024-01-09T11:42:28","slug":"mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia","title":{"rendered":"Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/138b2904-4e39-4ccf-bfc7-43570082c52f.png\" alt=\"pengertian pantun\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Anak ayam turun sepuluh, <\/em><br \/>\n<em>mati satu tinggal sembilan.<\/em><br \/>\n<em>Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh,<\/em><br \/>\n<em>Supaya engkau tidak ketinggalan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, kalau ada salah satu teman kamu yang sedang berpantun, atau kamu tidak sengaja dengar seseorang melantunkan pantun, biasanya kamu otomatis ingin berucap, <\/span><em>\u201cCAKEPPP!\u201d gak sih<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">? WKWK~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikan lele ikan mujair<\/span><\/p>\n<p><em>CAKEP!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makannya lumut di dasar empang<\/span><\/p>\n<p><em>CAKEP!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu mau jadi orang tajir<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa bekerja dan menabung di bank!<\/span><\/p>\n<p><em>CAKEP!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana, kalau dengar pantun bawaannya asyik aja gitu ya. Apalagi kalau pantunnya bersifat lelucon atau jenaka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah tapi, apakah kamu sudah tahu, kalau pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama Indonesia?\u00a0 Memang <\/span><em>sih<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, pada awalnya, pantun diungkapkan secara lisan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama\">Kumpulan Jenis Puisi Lama Disertai Contohnya\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring dengan perkembangan zaman, pantun juga bisa diungkapkan secara tertulis, <\/span><em>lho<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! <\/span><em>Wah<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, sepertinya menarik <\/span><em>nih<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">kalau kita membahas tentang pantun.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Langsung aja yuk kita simak materi lengkap tentang pantun. Kita mulai dari pengertiannya terlebih dahulu, ya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Pengertian Pantun<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><strong>Pantun<\/strong> adalah salah satu bentuk dari <strong>puisi lama<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia yang berasal dari tradisi sastra Melayu. Pantun ini termasuk dalam puisi rakyat, ya.\u00a0 <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun terdiri atas empat baris atau larik, setiap lariknya memiliki delapan sampai dua belas suku kata, dengan rima a-b-a-b. Pantun juga memiliki sampiran dan isi.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun seringkali digunakan sebagai bentuk ekspresi sastra lisan dalam budaya Melayu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun memiliki ciri khas yang kreatif, menggunakan perbandingan, metafora, atau kiasan untuk menyampaikan pesan atau cerita dengan gaya yang indah dan berima. Selain itu, pantun juga dapat digunakan sebagai bentuk hiburan, misalnya dalam pertunjukan seni tradisional atau acara perayaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa saja ya ciri-ciri dari pantun?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Ciri-Ciri Pantun<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c046c5e5-7754-4cbf-bb56-c52f8d8be68d.png\" alt=\"Ciri-Ciri Pantun\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Setiap bait terdiri atas empat baris<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap bait pantun berisi untaian kata-kata yang berada dalam satu gagasan dan umumnya mempunyai ciri khas tersendiri bergantung pada jenis pantunnya. <\/span><strong>Barisan kata-kata<\/strong> pada pantun dikenal juga dengan sebutan <strong>larik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Jumlah suku kata dalam setiap baris antara 8-12 suku kata<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, pantun hanya disampaikan secara lisan dan tidak dituliskan. Oleh karena itu, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Maka,<\/span><strong> tiap baris pantun hanya terdiri dari 8-12 suku kata<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Baris pertama dan kedua disebut dengan sampiran<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>Baris pertama dan kedua pada pantun merupakan pengantar<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> puitis yang jenaka. Pengantar tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiwa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Baris ketiga dan keempat disebut dengan isi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>Pada bagian isi, terdapat pesan utama yang ingin diungkapkan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam satu bait pantun. Walaupun isi tidak berhubungan langsung dengan sampiran, namun sebaiknya ada kata-kata pada sampiran yang merupakan cermin dari isi yang hendak disampaikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Rima (persamaan bunyi atau persajakannya) adalah a-b-a-b<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rima atau sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk pantun.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah kesamaan bunyi antara baris pertama dan ketiga serta baris kedua dan keempat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Mau belajar dengan fokus dan berinteraksi langsung dengan tutornya? Kamu boleh banget gabung di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\"><strong>Ruangguru Privat<\/strong><\/a>. Semua pertanyaanmu akan dijawab dengan guru yang berkompeten di bidangnya masing-masing!\u00a0<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dde111b7-93f5-4831-abed-c6d7ec72f9ac.jpeg\" alt=\"Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Fungsi Pantun<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai salah satu jenis puisi lama yang masih eksis di masa sekarang, pantun memiliki beberapa fungsi, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Sarana Hiburan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun sering digunakan sebagai bentuk hiburan, terutama dalam acara-acara sosial, pertemuan keluarga, atau pertunjukan seni tradisional. <\/span><em>Gak<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">heran ya, karena kreativitas dalam penyusunan pantun dan keindahan rima yang diciptakan dapat memberikan kesenangan kepada pendengar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Pendidikan<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun dapat mengandung nilai-nilai kehidupan, petuah, atau ajaran moral. Dengan menggunakan bahasa yang kreatif, pantun dapat digunakan sebagai sarana pendidikan informal untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada pendengarnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Ekspresi Perasaan<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun sering digunakan untuk menyampaikan perasaan cinta, kebahagiaan, kesedihan, atau sindiran. Gaya bahasa yang khas dalam pantun memberikan ruang bagi ekspresi perasaan secara indah dan berima.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Penguatan Bahasa dan Sastra<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan pantun dapat membantu memperkaya dan memperkuat penggunaan bahasa serta kekayaan sastra. Pantun memungkinkan seseorang untuk bermain dengan kata-kata dan menyusunnya secara kreatif.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Warisan Budaya<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun berperan dalam melestarikan dan mewariskan warisan budaya. Dengan menyampaikan pantun, tradisi lisan dapat dijaga dan dilestarikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Komunikasi Tradisional<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun juga dapat digunakan sebagai bentuk komunikasi tradisional di masyarakat tertentu. Dalam konteks ini, pantun menjadi sarana untuk berbagi cerita, memperingatkan, atau menyampaikan pesan-pesan penting.<\/span><\/p>\n<p><em>Oiya guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, fungsi-fungsi yang dipaparkan barusan bisa saling tumpang tindih ya, tergantung pada situasi dan tempat ketika pantun tersebut digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun juga memiliki beberapa jenis <\/span><em>lho, guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Ada apa saja ya?<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-teks-cerita-fantasi\">Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Menarik dan Inspiratif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Pantun<\/b><\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/71b20f81-a45a-4dc3-9ad0-8d1398921d2a.png\" alt=\"Jenis-Jenis Pantun\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-jenis pantun ini terbagi menjadi dua <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, ada yang berdasarkan isinya dan ada pula yang berdasarkan bentuknya. Kita bahas jenis pantun berdasarkan isinya terlebih dahulu, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>A. Jenis Pantun Berdasarkan Isinya<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><b>1. Pantun teka-teki<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun teka-teki memiliki ciri khas khusus di bagian isinya, yakni <\/span><strong>diakhiri dengan pertanyaan pada larik terakhir<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Tujuan dari pantun ini umumnya untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>2. Pantun berkasih-kasihan atau Pantun Cinta<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isi dari jenis pantun yang satu ini <\/span><strong>erat kaitannya dengan cinta dan kasih sayang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Umumnya, pantun berkasih-kasihan tenar di kalangan muda-mudi untuk menyampaikan perasaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>3. Pantun agama<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis pantun ini memiliki kandungan isi yang membahas <\/span><strong>mengenai manusia dengan pencipta-Nya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya untuk memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar dan pembaca. Tema di pantun agama lebih spesifik kepada nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>4. Pantun jenaka<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan namanya, pantun ini <\/span><strong>memiliki kandungan isi yang lucu dan menarik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya untuk memberi hiburan kepada orang yang mendengar atau membacanya. Pantun jenaka juga sering digunakan untuk menyampaikan sindiran akan kondisi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>5. Pantun nasihat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, pantun dibuat untuk memberikan anjuran dan imbauan kepada seseorang atau masyarakat. Jadi, tema isi pantun yang paling banyak dijumpai adalah pantun nasihat. Pantun ini memiliki isi yang bertujuan untuk menyampaikan pesan moral.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>B. Jenis Pantun Berdasarkan Bentuknya<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, jika dilihat dari bentuknya, pantun terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4><b>1. Pantun Biasa<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun biasa adalah pantun yang paling sering ditemui karena memiliki ciri-ciri pada umumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>2. Pantun Berkait<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun berkait juga bisa disebut pantun berantai, meskipun ada juga yang menamakannya <\/span><strong>seloka<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Pantun berkait terdiri dari beberapa bait yang saling sambung menyambung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>3. Talibun<\/b><\/h4>\n<p><strong>Talibun<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">termasuk ke dalam pantun juga, tetapi terdiri atas enam, delapan, atau sepuluh baris.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jika terdiri dari enam baris, maka yang tiga baris merupakan sampiran, dan tiga baris berikutnya merupakan isi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>4. Pantun Kilat atau Karmina<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun kilat atau karmina hanya terdiri dari dua baris saja, baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua merupakan isi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana, kamu sudah mulai kepancing buat bikin pantun belum <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">? Sebelum kamu bikin pantunnya, yuk simak terlebih dahulu struktur dari pantun!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Pantun<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, kalau kamu perhatikan pembahasan sebelumnya, kamu sudah bisa terbayang apa saja struktur pantun.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, secara garis besar, struktur pantun terbagi jadi dua, yaitu sampiran dan isi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Sampiran<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampiran berfungsi menyiapkan rima dan irama yang dapat membantu pendengar memahami isi pantun. Biasanya, sampiran memang tidak memiliki hubungan dengan isi pantun, tapi terkadang sampiran dapat memberi bayangan terhadap isi pantun.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Isi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isi pantun merupakan bagian inti yang berisi maksud dan pikiran yang akan disampaikan si pembuat pantun. Dalam hal ini, nilai moral atau tujuan yang ingin diutarakan terdapat di isi pantun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-syair-berbagai-tema\">Contoh Syair Berbagai Macam Tema Beserta Ciri &amp; Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kaidah Kebahasaan Pantun<\/b><\/span><\/h2>\n<p><em>Eits<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, sebelum kamu membuat pantun, kamu juga boleh perhatikan terlebih dahulu kaidah kebahasaan yang digunakan dalam pantun. <\/span><em>Markimak<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, mari kita simak~<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Konjungsi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama ada konjungsi. Singkatnya, konjungsi adalah<\/span><strong> kata penghubung<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Konjungsi biasanya menghubungkan<\/span> <strong>antarkata<\/strong>, <strong>antarfrasa<\/strong>, <strong>antarklausa<\/strong>, atau <strong>antarkalimat<\/strong>. <span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dalam pantun, biasanya menggunakan tiga jenis konjungsi, yaitu:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>a. Konjungsi Tujuan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi yang digunakan dalam<\/span> <strong>konjungsi tujuan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> biasanya dimaksudkan untuk menyampaikan tujuan suatu peristiwa atau tindakan. Contoh dari konjungsi tujuan menggunakan kata <\/span><strong>agar<\/strong>, <strong>supaya<\/strong>, dan <strong>untuk<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh pantunnya kurang lebih seperti ini <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><b><\/b><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Raja gagah lagi sakti,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">laksamana pergi berperang.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><strong>Supaya <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">tidak sesal di hati,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">janganlah kena perdaya orang.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><strong>b. Konjungsi Penyebab<\/strong><\/h4>\n<p><b><\/b><b><\/b><b><\/b><b><\/b><strong>Konjungsi penyebab<\/strong> adalah kata hubung yang menyampaikan <strong>hubungan sebab-akibat<\/strong> dari suatu peristiwa atau tindakan. Nah, konjungsi ini punya nama lain ,yaitu <strong>konjungsi kausalitas<\/strong><b>.\u00a0 <\/b><b><\/b><\/p>\n<p>Biasanya, konjungsi penyebab menggunakan kata <b>karena <\/b>dan <b>sebab sehingga<\/b>.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau diaplikasikan dalam pantun, kurang lebih seperti ini nih:<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Tanam halia tiada tumbuh,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">bunga rampai di dalam peti.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Masakan sitti tiada sungguh,<br \/>\n<\/span><strong>karena<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah maksud di hati.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>c. Konjungsi Syarat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, terakhir ada<\/span><strong> konjungsi syarat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam konjungsi ini, kata penghubung yang digunakan dimaksudkan untuk <\/span><strong>menyampaikan suatu syarat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka dari itu, biasanya kata penghubung yang digunakan adalah <\/span><strong>jika<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>kalau<\/strong><b>.\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya seperti ini nih kalau di dalam pantun:<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">dokter beri obat yang manjur<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">aku pun bisa siuman kemudian<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jadilah orang yang jujur<br \/>\n<\/span><strong>kalau <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">ingin disenangi teman<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Ragam Kalimat<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain konjungsi, dalam pantun, ada lima ragam kalimat yang biasanya terdapat dalam isinya. Ada <\/span><strong>kalimat perintah, kalimat saran, kalimat ajakan, kalimat larangan, <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>kalimat pernyataan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Yuk bahas satu per satu!<\/span><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>a. Kalimat Perintah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat perintah adalah kalimat yang mengandung makna <\/span><strong>perintah<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><strong>permohonan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, agar orang lain melakukan sesuatu, <\/span><strong>sesuai keinginan penutur atau penulisnya<\/strong><b>.\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kalimat perintah, biasanya <\/span><strong>menggunakan tanda seru (!) <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">di akhir kalimat. Selain itu, bisa juga <\/span><strong>menggunakan partikel {-lah} <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">pada kata tertentu di dalam kalimat tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya seperti ini nih:<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Buah kosta di atas papan,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">elang terbang dari angkasa.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><strong>Janganlah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> kita harap-harapan,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">abang timbang apalah rasa.\u00a0<\/span><\/em><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><strong>b. Kalimat Saran<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dilihat dari namanya, kita bisa lihat nih <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, kalau kalimat saran berisi <\/span><strong>saran, pendapat, usul,<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>anjuran<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">kepada orang lain. Biasanya, kata yang digunakan pada kalimat ini adalah <\/span><strong>sebaiknya <\/strong>atau<strong>seharusnya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh pantunnya seperti ini, <\/span><em>guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan-jalan untuk membeli benang<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Barang yang dipilih harus kuat<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mau selalu menang<br \/>\n<\/span><strong>Sebaiknya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> selalu berusaha dan semangat<\/span><\/em><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><strong>c. Kalimat Ajakan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalimat ajakan, tentu saja isinya berisi <\/span><strong>ajakan <\/strong>atau <strong>anjuran<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">agar orang lain mau melakukan suatu perbuatan. Biasanya, kata yang digunakan pada kalimat ini adalah <\/span><strong>mari<\/strong> dan <strong>ayo<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dalam pantun, contoh kalimatnya seperti ini:<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">adik cantik memakai pita<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di rambut yang hitam dan lurus<br \/>\n<\/span><strong>mari<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> jaga lingkungan kita<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">demi generasi penerus<\/span><\/em><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><strong>d. Kalimat Larangan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat selanjutnya yang terdapat pada pantun adalah <\/span><strong>kalimat larangan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalimat ini isinya berupa <\/span><strong>larangan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk melakukan suatu perbuatan. Kata yang digunakan dalam kalimat larangan ini adalah <\/span><strong>jangan <\/strong>atau <strong>hindari<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini dia contoh pantun yang menggunakan kalimat larangan:<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Badan lelah, kaki berdiri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Baju robek terkena duri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Jangan suka menyimpan iri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Hidup tak tenang, tiada berseri.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><strong>e. Kalimat Pernyataan<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ragam kalimat terakhir dalam pantun adalah <\/span><strong>kalimat pernyataan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalimat ini berisi <\/span><strong>informasi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">tentang suatu hal. Informasi yang tercantum bisa berupa <\/span><strong>kejadian <\/strong>atau <strong>nasihat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, kita lihat contoh pantunnya:<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">ibu pulang membawa manggis<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kumakan lahap sampai sakit gigi<br \/>\n<\/span><strong>tiap malam nenek menangis<\/strong><\/em><br \/>\n<em><strong>teringat kakek yang sudah pergi<\/strong><\/em><\/p>\n<p><em>Wih<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, lumayan banyak juga ya kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan dalam membuat pantun! Supaya kamu semakin mendapat inspirasi dalam membuat pantun, yuk simak berbagai macam contoh pantun di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Pantun<\/b><\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Contoh Pantun Teka Teki<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">1. <\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Tugal padi jangan bertangguh<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kunyit kebun siapa galinya?<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau tuan cerdik sungguh<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Langit tergantung mana talinya?<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">2. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Di ladang hijau rumput bergoyang,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Seekor kunang-kunang pun berputar-putar.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Siapakah dia yang terang menerang,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menerangi malam menjadi terang benderang?<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Contoh Pantun Berkasih-Kasihan atau Pantun Cinta<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">3. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Coba-coba menanam mumbang<\/em><br \/>\n<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Moga-moga tumbuh kelapa<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Coba-coba bertanam sayang<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Moga-moga menjadi cinta<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">4. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Anak panah gugur berderai,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kina di papan kayu jati.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak pernah kita bercerai,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dari hidup sampaikan mati.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">5. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Anak gurda terbang sekawan,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">halia terletak atas papan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hilang jiwa beta syukurkan,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">setia nan tidak beta ubahkan.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">6. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Air mawar di dalam cangkir,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">persembahan raja perempuan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dari awal sampai ke akhir,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kasih terserap padamu tuan\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Contoh Pantun Agama<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">7. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Asam kandis asam gelugur,<\/em><br \/>\n<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">ketiga asam riang-riang.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menangis di pintu kubur,<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">teringat badan tak pernah sembahyang.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">8. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Baik berburu ke seberang,<\/em><br \/>\n<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">rusa banyak di dalam rimba.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Baik berguru kita sembahyang,<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">doa banyak dalam dunia.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">9. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Anak udang mati dituba,<\/em><br \/>\n<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lada sulah masak dilurut.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Perbuatan haram jangan dicoba,<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sabda rasul hendak diturut.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Contoh Pantun Jenaka<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">10. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Tumbuh ilalang di semak-semak<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Semak-semak lalu dibersihkan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">The power of<\/span> <em><span style=\"font-weight: 400;\">emak-emak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sein ke kiri belok ke kanan<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">11. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Bulan Agustus dan bulan Juli,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kapal Perancis bermuat bara.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Alangkah bagusnya anak ini, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mukanya putih bagai bara.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">12. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Pinang senawar dalam puan,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">puan tembaga tepi suasa.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sayang benar saya ke tuan,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tuan celaka saya tertawa.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Contoh Pantun Nasihat<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">13. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Pergi ke pantai siang bolong<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pakai motor punya si Parman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Janganlah kau suka berbohong<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tidak ingin dijauhi teman<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">14. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Ibu belanja pergi ke pasar<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Beli apel yang warna merah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita giat belajar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Agar masa depan menjadi cerah<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Contoh Pantun Biasa<\/strong><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">15. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Air pasang bulan pun terang,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hanyutlah sampan dari Jawa.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jika datang hati yang bimbang,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bagaikan hilang rasanya nyawa.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">16. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Tali ditarik tahan selembar,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">putus tali di tepi rembat.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Baik kubalik menahan sabar,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">putuslah hati hendak bertambat.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">17. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Udang ditangguk dalam kain,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kain kasa dari Belanda.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Orang diikut mencari lain,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">putuslah harap hati adinda.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Contoh Pantun Berkait<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">18. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Anak ayam turun sepuluh<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mati satu tinggal sembilan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya engkau tidak ketinggalan\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Anak ayam turun sembilan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mati satu tinggal delapan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ilmu boleh sedikit ketinggalan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi jangan sampai putus harapan<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Anak ayam turun delapan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mati satu tinggal tujuh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup harus penuh harapan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jadikan itu jalan yang dituju<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Contoh Talibun<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">19. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>jadi pergi ke pekan,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yu beli belanak beli,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ikan panjang beli dahulu.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau jadi engkau berjalan,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ibu cari sanak pun cari,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">induk semang can dahulu.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">20. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Kalau pandai berkain panjang,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lebih daripada kain sarung,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jika pandai memakainya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau pandai berinduk semang,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lebih umpama bunda kandung,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jika pandai membawakannya.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">21.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <em>Kuning warnanya bunga pandan,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">harum putih bunga melati,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">terletak di dalam cawan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Seboleh-boleh permintaan,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jikalau boleh kendak kami,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kemudian jua si pangkalan.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Contoh Pantun Kilat atau Karmina<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">22. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Gendang gendut tali kecapi<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyang perut senang hati<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">23. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Minum sekoteng sama si raja,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Orangnya ganteng rajin bekerja.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">24. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Dua sampan di atas papan,<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah tampan, hidupnya mapan.<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">25. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Sudah gaharu cendana pula<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah tahu masih bertanya pula<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah tadi materi <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tag\/bahasa-indonesia-vii\">Bahasa Indonesia kelas 7<\/a><\/strong> tentang pengertian, ciri-ciri, serta jenis dari pantun. Selain menyenangkan, membuat pantun dapat melatih kreativitas, <\/span><em>lho guys<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">!\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu mau mempelajari tentang pantun dan puisi rakyat lainnya dengan lebih dalam, kamu bisa temukan materi lebih lengkapnya di<\/span><strong> <a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/\">ruangbelajar<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Yuk, langganan sekarang!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4a9feb8d-a7fd-47a1-b691-e363689581ce.jpeg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Harsiati, Titik dkk. 2017. <\/span><em>Bahasa Indonesia<\/em><span style=\"color: #000000;\">. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sunaryo, Andi. dkk. 2014. <\/span><em>Buku Pintar Pantun &amp; Puisi<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Yogyakarta: Penerbit Kartika<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Artikel pertama kali ditulis oleh <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/shabrina-alfari\">Shabrina Alfari<\/a> pada 20 Februari 2018, kemudian diperbarui\u00a0 oleh Laras Sekar Seruni pada 4 Januari 2024.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal sembilan. Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh, Supaya engkau tidak ketinggalan. &#8212; &nbsp; Guys, kalau ada salah satu teman kamu yang sedang berpantun, atau kamu tidak sengaja dengar seseorang melantunkan pantun, biasanya kamu otomatis ingin berucap, \u201cCAKEPPP!\u201d gak sih? WKWK~ Misalnya: Ikan lele ikan mujair CAKEP! Makannya lumut di dasar empang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":305,"featured_media":10444,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/138b2904-4e39-4ccf-bfc7-43570082c52f.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1704800550:1"],"_wp_old_date":["2018-02-20"],"_aioseo_title":["Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis &amp; Contoh"],"_aioseo_description":["Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama Indonesia yang termasuk ke dalam puisi rakyat. Yuk, simak materi lengkap tentang pantun disertai contohnya berikut!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[477,481],"tags":[118,10,16],"class_list":["post-10444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-smp-kelas-7","tag-bahasa-indonesia-vii","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis &amp; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis &amp; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal sembilan. Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh, Supaya engkau tidak ketinggalan. &#8212; &nbsp; Guys, kalau ada salah satu teman kamu yang sedang berpantun, atau kamu tidak sengaja dengar seseorang melantunkan pantun, biasanya kamu otomatis ingin berucap, \u201cCAKEPPP!\u201d gak sih? WKWK~ Misalnya: Ikan lele ikan mujair CAKEP! Makannya lumut di dasar empang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-04T07:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-09T11:42:28+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia\"},\"author\":{\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3\"},\"headline\":\"Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7\",\"datePublished\":\"2024-01-04T07:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-09T11:42:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia\"},\"wordCount\":2371,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/138b2904-4e39-4ccf-bfc7-43570082c52f.png\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia VII\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMP\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMP Kelas 7\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia\",\"name\":\"Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/138b2904-4e39-4ccf-bfc7-43570082c52f.png\",\"datePublished\":\"2024-01-04T07:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-09T11:42:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/138b2904-4e39-4ccf-bfc7-43570082c52f.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/138b2904-4e39-4ccf-bfc7-43570082c52f.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3\",\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Laras Sekar Seruni\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Writing is my cup of tea. I hope you enjoy and may learn a new thing! ^^\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal sembilan. Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh, Supaya engkau tidak ketinggalan. &#8212; &nbsp; Guys, kalau ada salah satu teman kamu yang sedang berpantun, atau kamu tidak sengaja dengar seseorang melantunkan pantun, biasanya kamu otomatis ingin berucap, \u201cCAKEPPP!\u201d gak sih? WKWK~ Misalnya: Ikan lele ikan mujair CAKEP! Makannya lumut di dasar empang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-01-04T07:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-01-09T11:42:28+00:00","author":"Laras Sekar Seruni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Laras Sekar Seruni","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia"},"author":{"name":"Laras Sekar Seruni","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3"},"headline":"Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7","datePublished":"2024-01-04T07:00:00+00:00","dateModified":"2024-01-09T11:42:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia"},"wordCount":2371,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/138b2904-4e39-4ccf-bfc7-43570082c52f.png","keywords":["Bahasa Indonesia VII","Konsep Pelajaran","SMP"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMP Kelas 7"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia","name":"Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/138b2904-4e39-4ccf-bfc7-43570082c52f.png","datePublished":"2024-01-04T07:00:00+00:00","dateModified":"2024-01-09T11:42:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/138b2904-4e39-4ccf-bfc7-43570082c52f.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/138b2904-4e39-4ccf-bfc7-43570082c52f.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3","name":"Laras Sekar Seruni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Laras Sekar Seruni"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Writing is my cup of tea. I hope you enjoy and may learn a new thing! ^^","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/305"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10444"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16598,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10444\/revisions\/16598"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}