{"id":10234,"date":"2018-04-04T11:00:00","date_gmt":"2018-04-04T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10234"},"modified":"2023-11-28T09:18:15","modified_gmt":"2023-11-28T02:18:15","slug":"penyebab-pencemaran-konservasi-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut","title":{"rendered":"Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg\" alt=\"Geografi_10\" width=\"820\" height=\"410\" style=\"width: 820px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kamu tahu&nbsp;<em>nggak <\/em>Squad, kalau pencemaran laut yang paling parah itu disebabkan oleh manusia?&nbsp;Contohnya seperti tumpahan minyak, pencampuran air laut dengan limbah industri, memancing dengan bahan peledak, dan sampah yang terbawa oleh aliran sungai.&nbsp;<em>Nah<\/em>, supaya kalian mengerti tentang <strong><a href=\"\/5-polutan-penyebab-pencemaran-tanah\">penyebab pencemaran<\/a><\/strong> dan konservasi laut secara lebih mendetail,&nbsp;ada baiknya baca baik-baik pembahasan di bawah ini ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/antarafoto-sampah-pesisir-160516-ipp-1.jpg\" width=\"600\" height=\"402\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\" alt=\"pencemaran laut\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sampah pesisir laut Cirebon (sumber: aktual.com)<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>1. Kualitas Air Laut<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Air laut yang bersih itu mempunyai beberapa ciri yang dapat dirasakan dan dilihat, baik secara kasat mata ataupun tidak. <strong>Berikut adalah hal yang dapat di ukur untuk menentukan kualitas air laut<\/strong>.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"background-color: #ffffff;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Suhu Air<\/span><\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Suhu normal pada permukaan air laut berkisar<strong> 26-30\u00b0C<\/strong>. Semakin ke dalam, suhu air laut akan semakin rendah. Hal itu terjadi karena sinar matahari tidak mampu lagi menembusnya. Oh iya, air laut juga memiliki sifat yang cukup lama untuk menyerap dan melepaskan panas dari sinar matahari.&nbsp;Kalian tahu <em>nggak<\/em> apa saja penyebab air laut sulit untuk menyerap panas? Ini dia nih penyebabnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"list-style-type: circle;\">\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Permukaan air laut mengkilat<\/strong> seperti cermin sehingga cahaya matahari terpantul<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Air laut bergerak,<\/strong> sehingga panas yang diterima tersebar ke segala arah<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Panas cahaya matahari<\/strong> tidak hanya diterima untuk menaikkan suhu, tetapi juga digunakan untuk proses penguapan<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kalor jenis air laut cukup besar<\/strong> sehingga untuk menaikkan suhu 10\u00baC\/cm\u00b3 dibutuhkan kalor yang lebih banyak dibandingkan daratan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, pada malam hari, air laut lambat mengalami pendinginan karena:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify; list-style-type: circle;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Proses pelepasan panas terhalang oleh uap<\/strong> di atas permukaan laut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Permukaan laut yang mengkilat<\/strong> menghalangi proses pelepasan panas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kalor jenis air laut cukup besar<\/strong> sehingga untuk menurunkan suhu 10\u00baC harus melepas kalori yang cukup banyak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"background-color: #ffffff; color: #0000ff;\"><strong>2. Warna Air Laut<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Air laut yang baik memiliki tingkat kecerahan dan kejernihan yang bergantung pada dalam atau dangkalnya laut tersebut,selain itu warna dan kecerahan air laut juga dipengaruhi oleh:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify; list-style-type: circle;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kedalaman air laut<\/strong>, semakin dalam air laut makan semakin berwarna biru dan jika semakin dangkal maka akan cenderung berwarna putih<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pantulan sinar matahari<\/strong> yang masuk (sehingga air terlihat biru)<\/span><\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Zat-zat yang larut di dalam air<\/span><\/strong><\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Organisme yang terdapat di permukaan air laut.<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff; color: #0000ff;\"><strong>3. Salinitas atau Garam yang Terkandung di Air Laut<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Salinitas adalah banyaknya kandungan garam yang terdapat pada satu liter air laut. <strong>Tingkat salinitas ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain penguapan, curah hujan, dan banyak sedikitnya sungai yang bermuara di laut<\/strong>. Kalian tahu <em>nggak<\/em> apa saja kandungan air laut? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tenang, kalau kamu belum tahu ini dia ada tabel kandungan air laut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Aset%202%20(1).jpg\" width=\"600\" height=\"514\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" alt=\"pencemaran laut\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Air laut yang tercemar, juga bisa diukur dengan beberapa hal di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Parameter Fisika<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">:<\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">&nbsp;<\/span><\/strong>Meliputi pengukuran tentang warna air laut, rasa, bau, suhu, kekeruhan, dan radioaktivitas (tingkat pencemaran oleh bahan radioaktif.<\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Parameter Kimia<\/strong>:<strong>&nbsp;<\/strong>Digunakan untuk mengukur kadar CO2, pH, keasaman, dan kadar logam yang terkandung.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Parameter Biologi<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">:<\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">&nbsp;<\/span><\/strong>Ditandai dengan punahnya beberapa hewan tertentu yang tidak tahan akan perubahan, baik secara fisika atau kimia.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Soal%20TKPA%20SBMPTN%202017%20(1)-9.png\" width=\"911\" height=\"29\" style=\"width: 911px;\"><\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Nah<\/em>&nbsp;Squad, setelah mengetahui kondisi air laut yang baik dan cara mengukur tingkat pencemarannya, <em>yuk<\/em> sekarang kita lihat apa saja <strong>contoh<em>&nbsp;<\/em>penyebab tercemarnya air laut<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>1.<em> Oil Spill <\/em>(Tumpahan Minyak)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Aset%203%20(1).jpg\" alt=\"pencemaran laut\" width=\"600\" height=\"402\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Tumpahan minyak di laut (Sumber: nasional.republika.co.id)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pencemaran ini biasanya terjadi karena kelalaian manusia, sehingga menyebabkan minyak tertumpah ke laut dalam jumlah yang besar. <strong>Contohnya adalah kecelakaan kapal tanker atau kecelakaan dalam proses pengeboran sumur minyak.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>2. Pencemaran oleh Logam Berat<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Logam berat adalah materi anorganik baik padat atau cair yang memiliki masa lebih dari 5 gram\/cm\u00b3. Bbiasanya terjadi karena pembuangan limbah industri secara sembarangan ke sungai sehingga logam berat yang terkandung terbawa sampai ke laut. <strong>Contoh dari logam berat misalnya, merkuri(Hg), seng (Zn), nikel (Ni) dan timbal (Pb)<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>3. Pencemaran Mikrobiologi Laut<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Akibat adanya kontaminasi yang disebabkan oleh virus, bakteri patogen, atau parasit yang terbawa oleh aliran air sungai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>4. Pencemaran Pestisida<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pencemaran ini terjadi jika ada perkebunan\/sawah yang berada di aliran sungai menggunakan sistem irigasi dan menyemprot tanamannya dengan pestisida. Sementara itu, pestisida tidak bisa larut di dalam air dan justru dimakan oleh plankton, sehingga semua jenis ikan yang memakan plankton tersebut memiliki kandungan pestisida. Hal ini berbahaya apalagi jika ikan tersebut dikonsumsi oleh manusia untuk jangka waktu yang lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>5. Pencemaran Limbah Rumah Tangga<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Limbah rumah tangga adalah segala sesuatu yang dibuang manusia ke dalam aliran air\/got\/parit. Misalnya sisa makanan organik (nasi, sayur, ikan, minyak), plastik, dan bahan anorganik lainnya kemudian terbawa oleh aliran air hingga ke laut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>6. Pencemaran Radioaktif<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Aset%204%20(1).jpg\" width=\"600\" height=\"363\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" alt=\"pencemaran laut\"><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Ledakan reaktor nuklir di Fukushima, Jepang (Sumber: yournewswire.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pencemaran radioaktif dapat terjadi karena secara alami atau akibat manusia. <strong>Contoh yang paling mudah adalah bocornya reaktor nuklir<\/strong> Fukushima di Jepang, sehingga melepaskan air yang mengandung radiasi ke laut. Hal ini sangat berbahaya, karena jika radiasi terakumulasi dalam tubuh secara terus menerus, dapat berakibat pada kanker.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Soal%20TKPA%20SBMPTN%202017%20(1)-9.png\" width=\"911\" height=\"29\" style=\"width: 911px;\"><\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Oh iya Squad, <em>nggak<\/em> semua manusia itu berbuat jahat kepada laut <em>lho<\/em>. Ada juga manusia yang peduli terhadap laut dan melakukan upaya untuk menyelamatkan laut dari pencemaran. Salah satunya dengan melakukan konservasi laut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Konservasi laut adalah upaya&nbsp;melindungi, melestarikan, menjaga, dan memanfaatkan sumber daya<\/strong> <strong>yang ada di laut<\/strong> untuk menjamin ketersediaannya di masa mendatang. Konservasi ini tidak terbatas pada lautnya saja, tetapi juga mencakup pulau kecil, serta pesisir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Indonesia sebagai negara maritim mempunyai beberapa daerah konservasi laut, di antaranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>1. Wakatobi<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Aset%206%20(1).jpg\" width=\"600\" height=\"298\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" alt=\"penyebab pencemaran\"><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Tampak dalam laut Wakatobi (sumber: wakatobi.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laut wakatobi tampak begitu indah, bersih, dan juga cantik karena banyak ikan dan terumbu karang yang terjaga dan terawat. Hal itu terjadi karena adanya konservasi laut. Kalian bisa bayangin &#8216;<em>kan<\/em> apa jadinya kalau laut seindah itu tercemar? Apalagi pencemarannya itu akibat ulah manusia sendiri.<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>2. Derawan<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Aset%205.jpg\" alt=\"penyebab pencemaran\" width=\"600\" height=\"338\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Tampak dalam laut Derawan (sumber: liputan6.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sama halnya dengan Wakatobi, Derawan adalah daerah konservasi laut. Kalau laut kita terawat, semua makhluk hidup di dalamnya pun akan tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Selain itu, kita juga bisa menikmatinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jadi gimana Squad, sudah tahu &#8216;<em>kan<\/em> betapa bahayanya akibat yang di timbulkan dari pencemaran laut? Makanya, kita harus menjaga dan melindungi laut kita ya. Setelah membaca artikel ini, harapannya <em>sih<\/em>&nbsp;kamu bisa lebih peka lagi sama laut dan alam sekitar. Mungkin saja setelah ini kamu mau ikut terlibat kegiatan-kegiatan konservasi laut. <em>Nah<\/em>, sebelum terlibat, ada baiknya belajar lebih baik lagi supaya belajarnya bisa sambil praktik. Pakai<a href=\"http:\/\/bit.ly\/rg_app\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><strong>&nbsp;ruangbelajar<\/strong><\/a> di aplikasi Ruangguru ya!&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"background-color: transparent;\">Wardiyatmoko. 2006. Geografi untuk SMA\/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga<\/span><\/p>\n<p>Sindhu P. Yasinto. 2016. Geografi untuk SMA\/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga<\/p>\n<p><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p>Foto <span>Sampah pesisir laut Cirebon [daring]. Tautan: https:\/\/aktual.com\/sampah-pesisir-laut-cirebon\/<\/span><\/p>\n<p><span>Foto Tumpahan minyak di laut [daring]. Tautan: https:\/\/nasional.republika.co.id\/berita\/ox1q4e368\/sanksi-atas-tumpahan-minyak-di-teluk-bayur-tunggu-kajian<\/span><\/p>\n<p><span>Foto Tampak dalam laut Wakatobi [daring]. Tautan: https:\/\/www.wakatobi.com\/<\/span><\/p>\n<p><span>Foto Tampak dalam laut Derawan [daring]. Tautan: https:\/\/www.liputan6.com\/lifestyle\/read\/3080716\/kepulauan-derawan-destinasi-cantik-penggoda-wisman-yachter<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-bottom: 12pt; padding-left: 0in; font-size: 16px;\"><strong><em><span style=\"color: #39464e;\">Artikel diperbarui pada 3 Desember 2020.<\/span><\/em><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu tahu&nbsp;nggak Squad, kalau pencemaran laut yang paling parah itu disebabkan oleh manusia?&nbsp;Contohnya seperti tumpahan minyak, pencampuran air laut dengan limbah industri, memancing dengan bahan peledak, dan sampah yang terbawa oleh aliran sungai.&nbsp;Nah, supaya kalian mengerti tentang penyebab pencemaran dan konservasi laut secara lebih mendetail,&nbsp;ada baiknya baca baik-baik pembahasan di bawah ini ya!<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":10234,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1701137895:1"]},"categories":[527,531],"tags":[115,52,10,37],"class_list":["post-10234","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-geografi","category-geografi-sma-kelas-10","tag-geografi-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kamu tahu&nbsp;nggak Squad, kalau pencemaran laut yang paling parah itu disebabkan oleh manusia?&nbsp;Contohnya seperti tumpahan minyak, pencampuran air laut dengan limbah industri, memancing dengan bahan peledak, dan sampah yang terbawa oleh aliran sungai.&nbsp;Nah, supaya kalian mengerti tentang penyebab pencemaran dan konservasi laut secara lebih mendetail,&nbsp;ada baiknya baca baik-baik pembahasan di bawah ini ya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-04T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-11-28T02:18:15+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Seno Aji\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Seno Aji\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut\"},\"author\":{\"name\":\"Seno Aji\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/32cd593ab9730b0359256db53a47dda5\"},\"headline\":\"Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10\",\"datePublished\":\"2018-04-04T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-28T02:18:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut\"},\"wordCount\":1101,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg\",\"keywords\":[\"Geografi X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Geografi\",\"Geografi SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut\",\"name\":\"Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-04T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-28T02:18:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/32cd593ab9730b0359256db53a47dda5\",\"name\":\"Seno Aji\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Seno Aji\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/seno-aji\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Kamu tahu&nbsp;nggak Squad, kalau pencemaran laut yang paling parah itu disebabkan oleh manusia?&nbsp;Contohnya seperti tumpahan minyak, pencampuran air laut dengan limbah industri, memancing dengan bahan peledak, dan sampah yang terbawa oleh aliran sungai.&nbsp;Nah, supaya kalian mengerti tentang penyebab pencemaran dan konservasi laut secara lebih mendetail,&nbsp;ada baiknya baca baik-baik pembahasan di bawah ini ya!","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2018-04-04T04:00:00+00:00","article_modified_time":"2023-11-28T02:18:15+00:00","author":"Seno Aji","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Seno Aji","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut"},"author":{"name":"Seno Aji","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/32cd593ab9730b0359256db53a47dda5"},"headline":"Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10","datePublished":"2018-04-04T04:00:00+00:00","dateModified":"2023-11-28T02:18:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut"},"wordCount":1101,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg","keywords":["Geografi X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Geografi","Geografi SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut","name":"Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg","datePublished":"2018-04-04T04:00:00+00:00","dateModified":"2023-11-28T02:18:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_10.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/penyebab-pencemaran-konservasi-laut#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyebab Pencemaran dan Dampak Konservasi Laut | Geografi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/32cd593ab9730b0359256db53a47dda5","name":"Seno Aji","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Seno Aji"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/seno-aji"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10234","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10234"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10234\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15701,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10234\/revisions\/15701"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}