{"id":10165,"date":"2025-06-04T13:25:36","date_gmt":"2025-06-04T06:25:36","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10165"},"modified":"2025-06-12T16:02:06","modified_gmt":"2025-06-12T09:02:06","slug":"pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya","title":{"rendered":"Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, &#038; Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3906f79-b8a0-488e-921f-6dbd87173fd9.png\" alt=\"Ekonomi Syariah\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Penerapan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan, salah satunya ada pada sistem ekonomi syariah. Apa itu ekonomi syariah? Berikut ulasannya di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/ekonomi\/ekonomi-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Ekonomi kelas 10<\/a><\/strong> berikut!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ilmu ekonomi, dikenal istilah ekonomi syariah yakni sistem ekonomi yang berlandaskan syariat Islam. Sistem ini menjadi semakin populer di berbagai negara, termasuk Indonesia, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menerapkan prinsip-prinsip syariah Islam dalam kehidupan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini akan membahas lebih jauh tentang ekonomi syariah, meliputi pengertian, tujuan dan manfaatnya, hukum yang mendasarinya, prinsip-prinsip yang dipegang, karakteristiknya, hingga perbedaannya dengan ekonomi konvensional. Simak penjelasannya sampai habis, ya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Ekonomi Syariah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah adalah suatu <strong>sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah atau hukum Islam<\/strong>. Ekonomi syariah melandaskan pada syariat Islam, yang berasal dari Al-Qur\u2019an, Sunnah, Ijma\u2019, dan Qiyas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah merujuk pada sistem yang mengatur segala aspek kegiatan ekonomi, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi barang dan jasa, dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan sosial dan ekonomi yang berkeadilan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh ekonomi syariah antara lain yaitu segala transaksi ekonomi yang dilaksanakan oleh bank syariah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai namanya,<strong> sistem ekonomi syariah bersifat syar\u2019i<\/strong> atau sesuai dengan syariat dalam hal ini yaitu syariat yang terdapat dalam agama Islam. Ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada aspek material, tetapi juga pada aspek moral dan spiritual, sehingga mencakup pengelolaan harta yang halal dan thayyib (baik), serta pelarangan riba (bunga), maysir (judi), dan gharar (ketidakpastian).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ilmu-ekonomi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Ilmu Ekonomi, Kelangkaan &amp; Skala Prioritas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Tujuan Ekonomi Syariah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tujuan dari ekonomi syariah antara lain sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Mencapai Keadilan Sosial <\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah bertujuan untuk menciptakan distribusi kekayaan yang adil dan merata, sehingga tidak ada kesenjangan yang ekstrem antara kaya dan miskin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Memajukan Kesejahteraan Umum<\/strong> <\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem ini berusaha memastikan bahwa kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama, termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Mencapai Keseimbangan Ekonomi<\/strong> <\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah, ekonomi syariah berupaya mencapai keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, serta antara kebutuhan material dan spiritual.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Menjaga Integritas Moral<\/strong> <\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah mengajarkan pentingnya integritas moral dalam berbisnis dan bertransaksi, sehingga segala bentuk penipuan, kecurangan, dan praktek tidak adil dihindari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Manfaat Ekonomi Syariah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem ekonomi syariah dapat mendatangkan beberapa manfaat bagi masyarakat, antara lain:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Keberkahan dalam Usaha<\/span> <\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah, diharapkan usaha yang dijalankan mendapatkan berkah dari Allah SWT.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Stabilitas Ekonomi<\/strong> <\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah menghindari spekulasi dan praktik-praktik yang merugikan, sehingga menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Mendorong Kewirausahaan<\/strong> <\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem ini mendorong kewirausahaan dan investasi dalam sektor-sektor produktif yang halal, yang pada gilirannya dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha<\/strong> <\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya aturan yang jelas dan tegas, konsumen dan pelaku usaha terlindungi dari praktik-praktik yang merugikan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0 <a href=\"\/pembagian-ilmu-ekonomi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Ilmu Ekonomi dan Pembagiannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Hukum Ekonomi Syariah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum ekonomi syariah didasarkan pada <strong>sumber-sumber hukum Islam, yaitu Al-Qur&#8217;an, Hadis, Ijma&#8217; (konsensus ulama), dan Qiyas (analogi)<\/strong>. Hukum ini mengatur segala bentuk transaksi ekonomi dan keuangan agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Berikut adalah beberapa hukum utama dalam ekonomi syariah:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Larangan Riba<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Riba adalah tambahan yang disyaratkan dalam transaksi pinjam meminjam yang berbasis waktu. Ekonomi syariah melarang riba karena dianggap sebagai bentuk eksploitasi dan ketidakadilan. Riba dalam transaksi ekonomi syariah diganti dengan sistem bagi hasil.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Larangan Gharar<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gharar adalah ketidakpastian atau spekulasi dalam transaksi yang dapat menyebabkan kerugian salah satu pihak. Ekonomi syariah menghindari transaksi yang mengandung gharar untuk memastikan keadilan dan transparansi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Larangan Maysir<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maysir adalah segala bentuk perjudian atau transaksi yang berbasis pada untung-untungan. Ekonomi syariah melarang maysir karena dapat merusak tatanan ekonomi dan moral masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Transaksi Halal<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua aktivitas ekonomi harus berkaitan dengan barang dan jasa yang halal, yaitu yang diperbolehkan menurut syariah. Barang dan jasa yang haram seperti alkohol, narkotika, dan daging babi dilarang dalam ekonomi syariah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Prinsip Ekonomi Syariah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip-prinsip ekonomi syariah adalah fondasi yang mengarahkan pelaksanaan sistem ekonomi ini. Beberapa prinsip utama dalam ekonomi syariah meliputi:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Tauhid (Keimanan kepada Allah SWT)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua kegiatan ekonomi harus didasarkan pada keimanan kepada Allah dan harus sesuai dengan perintah-Nya. Tauhid menekankan bahwa manusia hanya bertindak sebagai khalifah yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Keadilan (&#8216;Adl)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadilan adalah prinsip utama yang harus ditegakkan dalam setiap transaksi ekonomi. Ini berarti tidak ada penipuan, kecurangan, atau eksploitasi dalam aktivitas ekonomi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Maslahah (Kesejahteraan Umum)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan ekonomi harus bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan dan kebaikan bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kerjasama (Ta&#8217;awun)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah mendorong kerjasama dan saling membantu antara individu dan masyarakat. Hal ini tercermin dalam berbagai bentuk kontrak dan kerjasama bisnis seperti mudharabah (kemitraan usaha) dan musyarakah (bagi hasil).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Amanah (Kepercayaan)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap individu harus menjalankan amanah atau tanggung jawab dengan baik dalam segala aspek ekonomi, baik dalam bisnis, investasi, maupun transaksi sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Tanggung Jawab Sosial (Takaful)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah mengajarkan pentingnya tanggung jawab sosial dan saling membantu, termasuk melalui zakat, infaq, dan sedekah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-dan-macam-macam-produk-asuransi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Asuransi, Fungsi, Unsur, Peran &amp; Macam-Macam Produknya | Ekonomi Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Karakteristik Ekonomi Syariah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik yang terdapat dalam ekonomi syariah atau ciri-ciri ekonomi syariah, antara lain yaitu:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Berbasis pada Nilai-Nilai Islam<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah sepenuhnya<strong> didasarkan pada nilai-nilai Islam yang tercermin dalam Al-Qur&#8217;an dan Hadis<\/strong>, sehingga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Mengutamakan Keadilan dan Keseimbangan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadilan dan keseimbangan adalah dua nilai utama yang ditekankan dalam ekonomi syariah. Setiap transaksi<strong> harus adil dan tidak merugikan<\/strong> salah satu pihak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Menghindari Unsur Riba, Gharar, dan Maysir<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah dengan tegas <strong>melarang praktek riba, gharar, dan maysir<\/strong> untuk memastikan keadilan dan stabilitas dalam sistem ekonomi. Salah satu bentuk riba adalah penambahan-penambahan pembayaran oleh orang yang memiliki harta kepada orang yang meminjam hartanya karena pengunduran janji pembayaran oleh pinjaman dari waktu yang telah ditentukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Mendorong Investasi yang Produktif dan Halal<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem ini mendorong investasi dalam sektor-sektor yang produktif dan halal, yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Menggunakan Sistem Bagi Hasil<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah lebih mengutamakan sistem bagi hasil daripada bunga tetap. Artinya, keuntungan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi dibagi secara adil, misalnya dalam perbankan syariah ada bagian keuntungan untuk bank maupun untuk nasabah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kontrak seperti mudharabah dan musyarakah adalah contoh bagaimana sistem bagi hasil diterapkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Menggabungkan Nilai Spiritual dan Material<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zakat, infaq, dan sedekah adalah instrumen sosial yang penting dalam ekonomi syariah. Instrumen-instrumen ini berfungsi untuk membantu mereka yang kurang mampu dan menciptakan keseimbangan sosial.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Memberikan Kebebasan Sesuai Ajaran Agama Islam<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maksudnya adalah, para pelaku ekonomi\u00a0<strong>bertindak sesuai hak dan kewajiban mereka\u00a0<\/strong>sealama menjalankan perekonomian. Di samping itu, kegiatan yang dilakukan haruslah positif sesuai ajaran yang berlaku dan mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-sistem-pembayaran-dan-peran-bank-sentral\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Sistem Pembayaran, Komponen, Risiko &amp; Peran Bank Sentral | Ekonomi Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Perbedaan Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konvensional<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional dapat dilihat dari berbagai sisi, di antaranya:<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/vs.jpg\" alt=\"perbedaan ekonomi syariah - pengertian ekonomi syariah\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>A. Dari Segi Landasan Filosofis<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ekonomi Syariah<\/strong>: Didasarkan pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. Semua kegiatan ekonomi harus sesuai dengan syariah dan bertujuan untuk mencapai falah (kesejahteraan dunia dan akhirat).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ekonomi Konvensional<\/strong>: Didasarkan pada prinsip-prinsip kapitalisme atau sosialisme, dengan tujuan utama untuk memaksimalkan keuntungan dan efisiensi ekonomi tanpa pertimbangan agama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>B. Dari Segi Sistem Keuangan<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ekonomi Syariah<\/strong>: Melarang riba (bunga), sehingga sistem keuangan menggunakan mekanisme bagi hasil dan investasi yang halal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ekonomi Konvensional<\/strong>: Menggunakan sistem bunga untuk pinjaman dan investasi, yang dianggap sebagai cara utama untuk mendapatkan keuntungan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>C. Dari Segi Instrumen Sosial<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ekonomi Syariah<\/strong>: Mengintegrasikan instrumen sosial seperti zakat, infaq, dan sedekah untuk redistribusi kekayaan dan membantu yang kurang mampu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ekonomi Konvensional<\/strong>: Instrumen sosial sering kali terpisah dari sistem ekonomi, dan redistribusi kekayaan dilakukan melalui pajak dan kebijakan pemerintah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>D. Dari Segi Pengelolaan Risiko<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ekonomi Syariah<\/strong>: Menghindari transaksi yang mengandung gharar (ketidakpastian) dan spekulasi. Pengelolaan risiko dilakukan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ekonomi Konvensional<\/strong>: Pengelolaan risiko dilakukan dengan berbagai instrumen keuangan yang sering kali mengandung unsur spekulasi dan ketidakpastian.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>E. Dari Segi Tujuan<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ekonomi Syariah<\/strong>: Bertujuan untuk mencapai kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ekonomi Konvensional<\/strong>: Bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan material, sering kali tanpa mempertimbangkan aspek spiritual atau moral.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian penjelasan lengkap tentang ekonomi syariah, meliputi pengertian, hukum, prinsip, dan karakteristiknya. Semoga artikel ini bisa membantu kamu untuk belajar lebih jauh mengenai sistem ekonomi syariah, ya! Jika kamu ingin belajar hal lainnya terkait sistem ekonomi, yuk langsung aja meluncur ke aplikasi Ruangguru dan tonton videonya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Itu tadi penjelasan <strong>pengertian ekonomi syariah dan karakteristiknya. <\/strong><em>Wah<\/em>, ternyata menarik juga ya percabangan ilmu ekonomi berlandaskan nilai-nilai agama Islam. Perekonomian yang tidak hanya mencari keuntungan tapi juga bertujuan untuk ketentraman hati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kalau kamu ingin memelajari materi seperti ini dengan video-video animasi pembelajaran yang keren dan lengkap plus rangkuman dan latihan soal, <em>yuk<\/em> tonton lewat<\/span> <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/71056d6b-8e07-41d4-9771-5cdd958e1147.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alam S., (2016) Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">GIF Ka&#8217;bah [Daring]. Tautan: https:\/\/giphy.com\/gifs\/mecca-makkah-manal-gifs-8RCxqyKMdY0zm (Diakses: 1 Desember 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Artikel ini diperbarui pada 11 Februari 2025.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penerapan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan, salah satunya ada pada sistem ekonomi syariah. Apa itu ekonomi syariah? Berikut ulasannya di artikel Ekonomi kelas 10 berikut! &#8212; &nbsp; Dalam ilmu ekonomi, dikenal istilah ekonomi syariah yakni sistem ekonomi yang berlandaskan syariat Islam. Sistem ini menjadi semakin populer di berbagai negara, termasuk Indonesia, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":10165,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3906f79-b8a0-488e-921f-6dbd87173fd9.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1749719615:1"],"_aioseo_title":["Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, &amp; Prinsip"],"_aioseo_description":["Penerapan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan, salah satunya ada pada sistem ekonomi syariah. Apa itu ekonomi syariah? Yuk simak ulasannya di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Ekonomi Syariah"],"_wp_old_date":["2018-04-12","2025-02-11"]},"categories":[541,545],"tags":[49,52,10,37],"class_list":["post-10165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-ekonomi-sma-kelas-10","tag-ekonomi-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, &amp; Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, &amp; Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penerapan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan, salah satunya ada pada sistem ekonomi syariah. Apa itu ekonomi syariah? Berikut ulasannya di artikel Ekonomi kelas 10 berikut! &#8212; &nbsp; Dalam ilmu ekonomi, dikenal istilah ekonomi syariah yakni sistem ekonomi yang berlandaskan syariat Islam. Sistem ini menjadi semakin populer di berbagai negara, termasuk Indonesia, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-04T06:25:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-12T09:02:06+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya\"},\"author\":{\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"headline\":\"Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, &#038; Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10\",\"datePublished\":\"2025-06-04T06:25:36+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-12T09:02:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya\"},\"wordCount\":1472,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3906f79-b8a0-488e-921f-6dbd87173fd9.png\",\"keywords\":[\"Ekonomi X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Ekonomi\",\"Ekonomi SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya\",\"name\":\"Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, & Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3906f79-b8a0-488e-921f-6dbd87173fd9.png\",\"datePublished\":\"2025-06-04T06:25:36+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-12T09:02:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3906f79-b8a0-488e-921f-6dbd87173fd9.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3906f79-b8a0-488e-921f-6dbd87173fd9.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, &#038; Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, & Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, & Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Penerapan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan, salah satunya ada pada sistem ekonomi syariah. Apa itu ekonomi syariah? Berikut ulasannya di artikel Ekonomi kelas 10 berikut! &#8212; &nbsp; Dalam ilmu ekonomi, dikenal istilah ekonomi syariah yakni sistem ekonomi yang berlandaskan syariat Islam. Sistem ini menjadi semakin populer di berbagai negara, termasuk Indonesia, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-06-04T06:25:36+00:00","article_modified_time":"2025-06-12T09:02:06+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya"},"author":{"name":"Kenya Swawikanti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"headline":"Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, &#038; Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10","datePublished":"2025-06-04T06:25:36+00:00","dateModified":"2025-06-12T09:02:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya"},"wordCount":1472,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3906f79-b8a0-488e-921f-6dbd87173fd9.png","keywords":["Ekonomi X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Ekonomi","Ekonomi SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya","name":"Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, & Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3906f79-b8a0-488e-921f-6dbd87173fd9.png","datePublished":"2025-06-04T06:25:36+00:00","dateModified":"2025-06-12T09:02:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3906f79-b8a0-488e-921f-6dbd87173fd9.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3906f79-b8a0-488e-921f-6dbd87173fd9.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum, &#038; Prinsipnya | Ekonomi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10165"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23353,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10165\/revisions\/23353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}