{"id":10132,"date":"2024-10-03T15:46:31","date_gmt":"2024-10-03T08:46:31","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10132"},"modified":"2024-10-07T02:32:04","modified_gmt":"2024-10-06T19:32:04","slug":"renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan","title":{"rendered":"Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh &#038; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a8f45a87-d55c-4698-b465-615e7c63584a.png\" alt=\"Renaissance atau Renaisans\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apa itu Renaissance? Mari simak pengertian, faktor-faktor,\u00a0 karakteristik, tokoh-tokoh, serta pengaruh Renaissance di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah-sma-kelas-11\">artikel Sejarah kelas 11<\/a><\/strong> ini!<\/em><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guys, dulu sebelum abad ke-14, Eropa ada pada suatu masa yang disebut masa kegelapan. Pada masa ini, Eropa dikuasai oleh penyihir, naga, drakula, dan manusia serigala.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Gak deng<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, Eropa sedang ada pada masa dimana kebudayaan sedang tidak berkembang dan ilmu pengetahuan seperti berjalan di tempat. Masa ini terjadi pada Abad Pertengahan dan dikenal dengan sebutan<\/span><em> The Dark Ages<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> atau Zaman Kegelapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, pada masa awal abad ke-15, Zaman Kegelapan digantikan dengan era Renaissance atau Renaisans. Tapi, apa sih pengertian dari Renaissance itu?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Renaissance atau Renaisans<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebentar-sebentar, yang benar tuh Renaissance atau Renaisans, sih? Dua-duanya benar ya guys. Bahasa aslinya Renaissance, kemudian diserap ke bahasa Indonesia menjadi Renaisans. Artinya mah sama aja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, Kakak mau cerita dikit nih \u00a0tentang sejarah Renaissance. Dulu, Eropa pernah dikuasai oleh Kekaisaran Yunani dan Romawi kuno. Pada masa itu, kebudayaan Eropa klasik sangat kental.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, setelah Kekaisaran Romawi Barat runtuh pada 476 Masehi, Eropa mulai memasuki Abad Pertengahan dan terjadilah Zaman Kegelapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada Abad Pertengahan, kehidupan masyarakat Eropa didominasi oleh Gereja Katolik. Misalnya, pengetahuan dan cara berpikir yang ada <\/span><strong>harus sesuai dengan dogma gereja<\/strong><b>.\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gak cuman itu aja, tapi masyarakat umum cenderung didorong agar melayani gereja. Karena dominasi gereja inilah, segala hal yang ada di luar aturan gereja tidak diperbolehkan, termasuk kebudayaan Eropa klasik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, pada abad ke-14 Masehi, para pemikir\u00a0 berusaha mencari ide-ide baru dengan cara mempelajari ilmu-ilmu dari zaman Yunani dan Romawi Kuno untuk kemudian dimodifikasi. Sejak saat inilah, masa Renaissance atau Renaisans terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara harfiah, Renaissance berasal dari kata <\/span><strong><em>re<\/em><\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang artinya <\/span><strong>kembali<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em><strong>naitre<\/strong><\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">yang artinya <\/span><strong>lahir<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka bisa disimpulkan kalau Renaissance berarti kelahiran kembali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelahiran kembali maksudnya gimana?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya, pada masa Renaissance, <\/span><strong>lahir kembali kebudayaan Eropa klasik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu <\/span><strong>kebudayaan Yunani dan Romawi kuno<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan pemikir dan seniman Eropa. Mereka kembali melihat dan membuka ide-ide lama yang ditinggalkan oleh bangsa Yunani dan Romawi, baik dalam bentuk pemikiran, bangunan, atau karya seni.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/aufklarung-masa-pencerahan-di-eropa\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Aufkl\u00e4rung, Masa Pencerahan di Eropa | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, setelah kamu tahu pengertian dari Renaisans, kamu penasaran gak, kok bisa sih Renaisans muncul? Nah, abis ini Kakak akan bahas faktor-faktor penyebab Renaisans.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum kamu lanjut cari tau tentang faktor penyebab Renaissance, kamu bole <em>lho\u00a0<\/em>gabung di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/sejarah\">Ruangguru Privat Sejarah<\/a><\/strong>\u00a0untuk tahu dan belajar lebih dalam dari para ahlinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Faktor-Faktor Penyebab Renaissance<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor-faktor penyebab Renaisans pastinya ga jauh dari kondisi yang terjadi di Eropa pada Abad Pertengahan ya, guys. Apa aja ya faktor-faktor penyebab Renaisans?\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Adanya kontak dengan dunia Timur<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dunia timur di sini adalah wilayah Asia Kecil yang dulunya termasuk dalam kekuasaan Kekaisaran Romawi Timur. Saat ini, wilayah tersebut ada di daerah Turki. Kontak dengan dunia Timur tersebut bisa terjalin karena adanya perdagangan internasional, guys. Akibatnya, para pedagang Eropa jadi <\/span><strong>memiliki sudut pandang baru<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan menyebarkannya saat mereka pulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Tumbuhnya golongan bangsawan progresif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsawan progresif adalah kaum bangsawan yang peduli terhadap kemajuan pendidikan berbasis humaniora yang membiayai proyek-proyek seni, serta membangun sekolah-sekolah. Tujuan utamanya untuk mengembangkan kajian kebudayaan Eropa klasik. Salah satunya adalah Keluarga Medici yang tenar di Italia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Munculnya golongan yang mempertanyakan dogma gereja<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan tersebut bisa muncul karena adanya dominasi gereja yang kuat di Eropa pada Abad Pertengahan. Mereka pun mulai mempertanyakan dogma gereja dan mencari jalan hidup lain. Hal inilah yang menjadi pemantik munculnya <\/span><strong>golongan pemikir<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Jatuhnya Konstantinopel pada 1453<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kejatuhan Konstantinopel (dulu merupakan ibu kota Kekaisaran Romawi Timur) ke tangan Turki Usmani atau Kekaisaran Ottoman membuat sebagian masyarakat di sana pindah ke Eropa. Tidak hanya pindah, mereka juga membawa ide-ide Yunani dan Romawi Klasik yang secara tidak langsung mempengaruhi masyarakat Eropa pada masa itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Penemuan mesin cetak<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesin cetak ditemukan oleh Gutenberg dari Mainz, Jerman, pada tahun 1454. Penemuan tersebut mempercepat dan memperluas gagasan tentang revolusi berpikir Renaisans dan humanisme.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sip, kamu udah tau nih yaa pengertian dan faktor-faktor penyebab Renaissance. Sekarang simak yuk, apa aja sih karakteristik dari Renaissance?<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/reformasi-gereja-lahirnya-agama-protestan-di-dunia\">Reformasi Gereja: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh &amp; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Karakteristik Renaissance<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, karakteristik Renaisans ada empat poin nih.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Menempatkan manusia sebagai pusat kehidupan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, atau nama lainnya adalah <\/span><strong>antroposentris<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam hal ini, manusia dinilai dapat mengatur hidupnya sendiri.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Cenderung mengejar kebahagiaan duniawi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, atau disebut juga sebagai <\/span><strong>hedonisme<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Menghargai akal pikiran manusia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Abad Pertengahan, masyarakat Eropa tidak memiliki kebebasan dalam berpikir. Baru deh di masa Renaissance mulai bermunculan para pemikir Renaissance, seperti Copernicus dan Galileo Galilei.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bidang seni, karya seni pada masa Renaisans menempatkan <\/span><strong>manusia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai <\/span><strong>objek seni<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">secara bebas. Misalnya seperti karya-karya yang dilukis oleh Leonardo da Vinci\u00a0 dan dipahat oleh Michelangelo Buonarroti.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu perhatikan, empat poin karakteristik ini tuh merujuk ke satu objek, guys. Apa tuh? <\/span><em>Yes<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><strong>manusia<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><em><strong>human<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka dari itu, Renaissance erat banget dengan kemunculan <\/span><strong>humanisme<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Nah, orang yang menganut paham ini disebutnya kaum humanis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, siapa saja ya tokoh-tokoh Renaisans? Apakah tokoh-tokoh tersebut berkaitan erat dengan perkembangan kesenian dan ilmu pengetahuan pada masa Renaisans?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Tokoh-Tokoh Renaissance<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, tokoh Renaissance ada banyak bangettt, guys. Tapi, di sini Kakak bahas beberapa doang ya. Soalnya kalo dibahas semua, wah, artikel ini panjangnya bisa ngalahin jalan Anyer sampai Panarukan! Gak sepanjang itu juga deh. Ehehe.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, langsung aja kita simak!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Leonardo da Vinci<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/61a901fd-6784-491c-a78b-e78214e89a68.png\" alt=\"Leonardo da Vinci dan Mona Lisa\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Leonardo da Vinci merupakan salah satu tokoh Renaissance yang paling populer. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Karya lukisnya yang paling terkenal adalah Perjamuan Terakhir atau <\/span><em>The Last Supper<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">(akhir abad ke-15) dan Mona Lisa (awal abad ke-16).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain melukis, da Vinci juga pernah membuat sketsa untuk <\/span><em>The Flying Machine<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, sebuah alat bermesin yang menggabungkan sepeda dan helikopter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Raphael<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/31f73e0f-2dfa-4324-95c4-72f5b6cea06a.png\" alt=\"Raphael dan School of Athens\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Raphael terkenal dengan <\/span><del><span style=\"font-weight: 400;\">inovasi seblaknya<\/span><\/del><span style=\"font-weight: 400;\"> lukisannya yang berjudul <em>Madonna<\/em> dan<em> School of Athens<\/em><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ia hidup sezaman dengan Leonardo da Vinci dan Michelangelo. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain di bidang lukis, Raphael juga memiliki bakat di bidang arsitektur. Bahkan, ia juga berkontribusi dalam merenovasi Basilika Santo Petrus (saat ini ada di wilayah Vatikan) yang merupakan gereja terbesar di dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Donatello<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3a70d90e-e874-4565-a4c2-6a7c4199dd86.png\" alt=\"Donatello dan Patung David\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Donatello merupakan salah satu pemahat yang melahirkan karya luar biasa pada era Renaisans. Ia hidup sekitar satu abad sebelum Michelangelo dilahirkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Donatello biasanya menggunakan bahan marmer dan perunggu sebagai bahan pembuatan patungnya. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain <em>The Feast of Herodes<\/em>, Patung <em>David<\/em>, Patung <em>Maria Magdalena<\/em>, dan Patung <em>Saint George<\/em>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Michelangelo<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7df0e9f2-6ae2-4810-91f8-f1f03b34a586.png\" alt=\"Michelangelo dan The Creation of Adam\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Michelangelo dikenal sebagai pemahat dan juga pelukis. Semasa muda, Michelangelo memiliki ketertarikan untuk mempelajari anatomi tubuh manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal inilah yang kemudian mempengaruhi Michelangelo dalam membuat karya seni, khususnya patung. Patung-patung yang dipahat Michelangelo berhasil memperlihatkan otot yang cukup terlihat jelas, seperti patung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><em>Piet\u00e0<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0dan patung David yang merupakan salah satu tokoh Alkitab.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Michelangelo juga melukis langit-langit kapel Sistina di Vatikan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, mereka semua bergabung menjadi kura-kura ninja, <\/span><em>gak deng<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Tapi serius, nama mereka sama dengan karakter kura-kura ninja, karena kura-kura ninja terinspirasi oleh mereka. Keren kaan?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/revolusi-amerika\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Sejarah Revolusi Amerika dan Dampaknya Kepada Dunia | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oiya, <\/span><em>fun fact<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya, keempat tokoh yang barusan kita bahas berasal dari Italia, loh! Wah, gak heran guys, soalnya Italia, tepatnya di kota Florence, merupakan pusat perkembangan kebudayaan pada masa Renaissance.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat tokoh tadi kan bergeraknya di bidang kesenian ya. Nah, tapi ada<strong> tokoh lain yang bergerak di bidang keilmuan<\/strong>, misalnya seperti:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Nicolaus Copernicus<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5214803f-a739-48f5-9a08-90dfd17eb92d.png\" alt=\"Nicolaus Copernicus\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nicolaus Copernicus terkenal karena mengemukakan <strong>Teori Heliosentris<\/strong>. Pada awalnya, sejak sekitar tahun 380 SM, manusia menganggap bahwa bumi merupakan pusat tata surya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, pendapat tersebut tidak sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Copernicus. Sebab, menurutnya, mataharilah yang merupakan pusat tata surya. Pendapat Copernicus ini dikenal sebagai Teori Heliosentris.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun pada awalnya teori ini tidak dapat diterima secara langsung oleh pihak gereja dan masyarakat, tapi saat ini kita meyakini bahwa pendapat Copernicus tentang matahari yang menjadi pusat tata surya benar adanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Galileo Galilei<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7072f1a1-74de-4838-8d6d-6889caca1d77.png\" alt=\"Galileo Galilei\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Galileo Galilei dikenal sebagai bapak astronomi modern karena berhasil menciptakan <strong>teleskop<\/strong>. Lewat penemuannya tersebut, Galileo secara tidak langsung membuktikan kebenaran Teori Heliosentris yang dikemukakan oleh Copernicus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, pada masa itu gereja masih meyakini bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta atau tata surya. Untuk itulah, Galileo memiliki pandangan yang berbeda dengan gereja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut justru membuat Galileo harus menjalani hukuman penjara seumur hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, mantap! Kamu udah membaca hampir sebagian besar pembahasan Renaissance nih. Tenang, masih ada satu pembahasan terakhir, yaitu tentang pengaruh Renaissance, khususnya bagi kehidupan masyarakat Eropa pada masa itu, bahkan bagi dunia hingga masa sekarang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengaruh Renaissance<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biar kamu lebih gampang memahaminya, Kakak akan bagi dua pengaruh Renaissance. Ada yang di bidang sosial budaya dan bidang ekonomi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Bidang Sosial Budaya<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bidang sosial budaya, pengaruh renaisans antara lain:<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terbentuknya pondasi atau dasar pemikiran humanisme, kebebasan individu, dan kebebasan berpikir.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkurangnya dominasi Gereja Katolik.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peran negara lebih kuat dari sebelumnya, meskipun peran gereja masih lebih kuat.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tumbuh seni klasik di Eropa yang hingga saat ini masih dapat dinikmati hingga sekarang. Contohnya seperti karya seni para tokoh yang sudah kita bahas sebelum ini.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Bidang Ekonomi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, pengaruh Renaisans di bidang ekonomi adalah munculnya <\/span><strong>merkantilisme<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Merkantilisme<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah kesadaran bahwa <\/span><strong>kesejahteraan suatu negara<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">ditentukan oleh<\/span><strong> banyaknya aset atau modal <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">yang dimiliki, serta<\/span><strong> banyaknya volume perdagangan <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">global suatu negara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-sistem-ekonomi-merkantilisme\">Merkantilisme: Pengertian, Latar Belakang, dan Dampak | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana guys, kamu sudah tahu kan pembahasan lengkap tentang Renaissance atau Renaisans, mulai dari pengertian, faktor-faktor, karakteristik, tokoh-tokoh, hingga pengaruhnya? Jadi, kalau kamu nanti dengar kata Renaissance, kamu tidak perlu lagi bingung mencari maksudnya apa. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> biar kamu lebih paham, kamu boleh tonton videonya di<\/span><strong> <a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/belajar?utm_medium=referral&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=&amp;referralCookiesId=7e5078cb-210a-4f77-89c9-8568d660ff89\">ruangbelajar<\/a><\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">materi <\/span><strong>Sejarah kelas 11<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hapsari, R. Adil, M. (2016) Sejarah untuk SMA\/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance\u00a0 [daring]. Tautan: https:\/\/www.britannica.com\/event\/Renaissance (Diakses: 21 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biografi Tokoh Dunia: Raphael, Pelukis Terhebat Zaman High Renaissance\u00a0 [daring]. Tautan: https:\/\/internasional.kompas.com\/read\/2019\/04\/05\/22572311\/biografi-tokoh-dunia-raphael-pelukis-terhebat-zaman-high-renaissance?page=all (Diakses: 21 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Foto patung David [Daring]. Tautan: https:\/\/www.timesofisrael.com\/london-museum-said-planning-exhibit-with-farting-david-statue\/ (Diakses: 22 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Foto Leonardo da Vinci [Daring]. Tautan: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Leonardo_da_Vinci#\/media\/File:Francesco_Melzi_-_Portrait_of_Leonardo.png (Diakses: 22 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Foto Mona Lisa [Daring]. Tautan: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Mona_Lisa#\/media\/File:Mona_Lisa,_by_Leonardo_da_Vinci,_from_C2RMF_retouched.jpg (Diakses: 22 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Foto Raphael [Daring]. Tautan: https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/f\/f6\/Raffaello_Sanzio.jpg (Diakses: 22 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Foto The School of Athens [Daring]. Tautan: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/The_School_of_Athens#\/media\/File:%22The_School_of_Athens%22_by_Raffaello_Sanzio_da_Urbino.jpg (Diakses: 22 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Foto Donatello [Daring]. Tautan: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Donatello#\/media\/File:Cinque_maestri_del_rinascimento_fiorentino,_XVI_sec,_donatello.JPG (Diakses: 22 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Foto patung David [Daring]. Tautan: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/David_(Donatello)#\/media\/File:Florence_-_David_by_Donatello.jpg (Diakses: 22 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Foto Michelangelo [Daring]. Tautan: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Michelangelo#\/media\/File:Michelangelo_Daniele_da_Volterra_(dettaglio).jpg (Diakses: 22 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Foto The Creation of Adam [Daring]. Tautan: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/The_Creation_of_Adam#\/media\/File:Michelangelo_-_Creation_of_Adam_(cropped).jpg (Diakses: 22 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Artikel ini pertama kali ditulis oleh <span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/seno-aji\"><strong>Seno Aji<\/strong><\/a><\/span>, kemudian\u00a0 diperbarui oleh Laras Sekar Seruni.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Renaissance? Mari simak pengertian, faktor-faktor,\u00a0 karakteristik, tokoh-tokoh, serta pengaruh Renaissance di artikel Sejarah kelas 11 ini!\u00a0 &#8212; &nbsp; Guys, dulu sebelum abad ke-14, Eropa ada pada suatu masa yang disebut masa kegelapan. Pada masa ini, Eropa dikuasai oleh penyihir, naga, drakula, dan manusia serigala.\u00a0 Gak deng, Eropa sedang ada pada masa dimana kebudayaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":305,"featured_media":10132,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a8f45a87-d55c-4698-b465-615e7c63584a.png"],"_edit_lock":["1728242985:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2018-04-16","2023-08-23"],"_aioseo_title":["Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh &amp; Pengaruhnya"],"_aioseo_description":["Apa itu Renaissance atau Renaisans? Mari simak mulai dari pengertian, faktor-faktor, karakteristik, tokoh-tokoh, serta pengaruh Renaissance di artikel ini."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Renaissance"]},"categories":[520,525],"tags":[31,10,265,37],"class_list":["post-10132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-xi","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh &amp; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh &amp; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu Renaissance? Mari simak pengertian, faktor-faktor,\u00a0 karakteristik, tokoh-tokoh, serta pengaruh Renaissance di artikel Sejarah kelas 11 ini!\u00a0 &#8212; &nbsp; Guys, dulu sebelum abad ke-14, Eropa ada pada suatu masa yang disebut masa kegelapan. Pada masa ini, Eropa dikuasai oleh penyihir, naga, drakula, dan manusia serigala.\u00a0 Gak deng, Eropa sedang ada pada masa dimana kebudayaan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-03T08:46:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-06T19:32:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan\"},\"author\":{\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3\"},\"headline\":\"Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh &#038; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11\",\"datePublished\":\"2024-10-03T08:46:31+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-06T19:32:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan\"},\"wordCount\":1889,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a8f45a87-d55c-4698-b465-615e7c63584a.png\",\"keywords\":[\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"Sejarah XI\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan\",\"name\":\"Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh & Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a8f45a87-d55c-4698-b465-615e7c63584a.png\",\"datePublished\":\"2024-10-03T08:46:31+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-06T19:32:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a8f45a87-d55c-4698-b465-615e7c63584a.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a8f45a87-d55c-4698-b465-615e7c63584a.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh &#038; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3\",\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Laras Sekar Seruni\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Writing is my cup of tea. I hope you enjoy and may learn a new thing! ^^\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh & Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh & Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Apa itu Renaissance? Mari simak pengertian, faktor-faktor,\u00a0 karakteristik, tokoh-tokoh, serta pengaruh Renaissance di artikel Sejarah kelas 11 ini!\u00a0 &#8212; &nbsp; Guys, dulu sebelum abad ke-14, Eropa ada pada suatu masa yang disebut masa kegelapan. Pada masa ini, Eropa dikuasai oleh penyihir, naga, drakula, dan manusia serigala.\u00a0 Gak deng, Eropa sedang ada pada masa dimana kebudayaan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-10-03T08:46:31+00:00","article_modified_time":"2024-10-06T19:32:04+00:00","author":"Laras Sekar Seruni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Laras Sekar Seruni","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan"},"author":{"name":"Laras Sekar Seruni","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3"},"headline":"Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh &#038; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11","datePublished":"2024-10-03T08:46:31+00:00","dateModified":"2024-10-06T19:32:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan"},"wordCount":1889,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a8f45a87-d55c-4698-b465-615e7c63584a.png","keywords":["Kelas 11","Konsep Pelajaran","Sejarah XI","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan","name":"Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh & Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a8f45a87-d55c-4698-b465-615e7c63584a.png","datePublished":"2024-10-03T08:46:31+00:00","dateModified":"2024-10-06T19:32:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a8f45a87-d55c-4698-b465-615e7c63584a.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a8f45a87-d55c-4698-b465-615e7c63584a.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Renaissance (Renaisans): Pengertian, Faktor, Tokoh &#038; Pengaruhnya | Sejarah Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3","name":"Laras Sekar Seruni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Laras Sekar Seruni"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Writing is my cup of tea. I hope you enjoy and may learn a new thing! ^^","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/305"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10132"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20328,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10132\/revisions\/20328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}