{"id":10126,"date":"2024-10-31T08:46:45","date_gmt":"2024-10-31T01:46:45","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10126"},"modified":"2024-10-31T09:26:01","modified_gmt":"2024-10-31T02:26:01","slug":"manusia-purba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba","title":{"rendered":"Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5405b490-5c6f-4b52-8dcb-1049f8b5a22c.jpeg\" alt=\"Manusia Purba Dunia\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Artikel Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong> ini akan membahas tentang jenis-jenis manusia purba yang ada di dunia. Penasaran ada jenis apa aja? Yuk simak pembahasannya sampai habis!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Halo guys, gimana kabarnya? Semoga kamu sehat dan panjang umur ya, layaknya umur kehidupan umat manusia di Bumi ini yang sudah mencapai angka jutaan tahun. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ngomong-ngomong tentang kehidupan umat manusia, sebenernya spesies kita, <\/span><em>Homo sapiens<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, bukanlah satu-satunya spesies manusia yang pernah hidup di Bumi ini lho. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jutaan tahun yang lalu, pernah hidup manusia sebelum kita. Mereka adalah para pendahulu yang kita kenal dengan sebutan manusia purba. Nah tapi seperti apa sih bentuk tubuh manusia purba itu? Apakah sama seperti bentuk tubuh kita sebagai <\/span><em>Homo sapiens<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">? Untuk tau hal itu, kamu harus ngerti dulu yang namanya \u201cEvolusi Manusia\u201d.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Evolusi Manusia<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Evolusi (dalam kajian biologi) merupakan <strong>perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya<\/strong>. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: <strong>variasi, reproduksi, dan seleksi<\/strong>. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Nah dalam hal ini, manusia pun mengalami evolusi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-ngomong tentang evolusi, ada satu tokoh yang terkenal banget nih sebagai salah satu tokoh yang mengemukakan tentang teori evolusi, yaitu <strong>Charles Darwin<\/strong>, seorang naturalis dan ahli geologi asal Inggris, kamu pernah denger nama tersebut kan? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bukunya yang berjudul \u201cThe Origin of Species\u201d, Darwin mengemukakan teorinya bahwa manusia mengalami evolusi dari jutaan tahun yang lalu sampai masa sekarang. Ia menyatakan bahwa semua organisme yang pernah ada di dunia memiliki nenek moyang yang sama, tak terkecuali manusia. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Eits<\/em>, tapi kamu harus hati-hati ya dalam menafsirkan teori ini, karena diluar sana banyak orang yang salah sangka mengira manusia adalah keturunan dari kera. Padahal Darwin gak pernah bilang manusia adalah keturunan dari kera. Darwin hanya bilang manusia dan kera itu punya leluhur yang sama, tapi makhluk seperti apa leluhur tersebut belum diketahui. Jadi intinya, manusia bukan keturunan kera ya guys!\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena gini, dalam ilmu Biologi, manusia merupakan bagian dari ordo primata dengan jumlah populasi terbanyak di dunia. Manusia juga masuk dalam kingdom animalia yang sama dengan kera, dan kelas mamalia yang berarti hewan menyusui. Jadi sederhananya, manusia hanya mirip dengan kera, tetapi bukan berarti berasal dari kera. Dalam perjalanannya, manusia juga berevolusi bersama orangutan, simpanse, dan gorila.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, di artikel ini kita fokus ke evolusi manusia aja ya! Seperti yang udah dibilang sebelumnya bahwa dari jutaan tahun yang lalu, manusia purba sudah hidup di Bumi ini. Seiring waktu mereka berevolusi sehingga muncullah manusia modern (<\/span><em>Homo sapiens<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">). Nah dalam perjalanan evolusi yang panjang tersebut, manusia purba mengalami banyak perubahan baik dalam segi fisik maupun nonfisik, sehingga menyebabkan manusia purba terbagi ke dalam beberapa jenis. Wah ada jenis apa aja ya? Yuk kita kenali jenis-jenis manusia purba yang ada di dunia!<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perjalanan-panjang-manusia-modern\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perjalanan Panjang Manusia Modern Sejak Zaman Prasejarah | Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Anyway<\/em>, kamu juga bisa cari tahu lebih dalam tentang manusia purba dengan tanya ke guru-guru kece dari <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/sejarah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ruangguru Privat Sejarah<\/a><\/strong>, loh! Bersama Ruangguru Privat, belajar\u00a0<em>gak\u00a0<\/em>hanya menyenangkan, tapi kamu juga akan diajari konsepnya sampai paham. Guru-gurunya juga sudah terstandarisasi kualitasnya. Kamu juga bisa pilih, mau belajar secara luring (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Buat informasi lebih lanjut, boleh klik banner di bawah ini ya!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam mengkaji evolusi manusia, secara garis besar jenis-jenis manusia itu bisa dikategorikan kedalam tiga jenis besar (genus) yaitu Ardipithecus, Australopithecus, dan Homo. Yuk kita bedah satu-satu!\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Ardipithecus<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 400px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ardipithecus%20ramidus.jpg\" alt=\"manusia purba\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Rekonstruksi Ardipithecus ramidus. Mirip kera ya?\u00a0(Sumber: humanorigins.si.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fosil manusia purba tertua yang pernah ditemukan adalah <\/span><em>Ardipithecus ramidus<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, yang diperkirakan hidup sekitar 4,4 juta tahun yang lalu. Fosil manusia purba ini ditemukan pada 1994 di Ethiopia, Afrika Timur, oleh Yohannes Haile Selassie. Bagian tubuhnya yang ditemukan berjumlah 35 bagian, berupa tengkorak, gigi, tulang panggul, tangan, dan kaki. Berdasarkan penemuan fosilnya, <\/span><em>Ardipithecus ramidus<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">memiliki ciri-ciri sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> tinggi sekitar 120 cm<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> berat rata-rata 50 kg<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> kapasitas otak kecil, antara 300\u2013350 cc<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> gigi seri dan taring besar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> otot kaki besar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia purba Ardipithecus ini memiliki dua spesies yaitu <\/span><strong><em>Ardipithecus ramidus <\/em><\/strong>dan<strong><em> Ardipithecus kadabba<\/em><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Australopithecus<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 400px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Australophitecus%20africanus.jpg\" alt=\"manusia purba\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Rekonstruksi Australopithecus africanus (Sumber: humansorigin.si.edu)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fosil manusia purba Australopithecus banyak ditemukan di Afrika dengan penemuan yang berbeda-beda. Australopithecus terdiri dari beberapa spesies yaitu <\/span><em>Australopithecus africanus<\/em>, <em>robustus<\/em>, <em>afarensis<\/em>,<span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em>boisei<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Kita bahas satu persatu ya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><em><strong>Australopithecus africanus<\/strong><\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fosilnya ditemukan oleh Raymond Dart, pada 1924, di dekat sebuah pertambangan di Taung, Tanjung Harapan (Botswana) Afrika Selatan. Setelah direkonstruksi ternyata fosil tersebut membentuk kerangka seorang anak yang berusia sekitar 5\u20136 tahun. Fosil ini kemudian diberi nama <\/span><em>Australopithecus africanus<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, karena hampir mirip dengan penduduk asli Australia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-Ciri <\/span><em>Australopithecus africanus<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki tinggi \u00b1 1,5 m<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> volume otak 450\u2013600 cc<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki tubuh yang ramping<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> bentuk kaki menunjukkan sudah berjalan tegak<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Australopithecus jantan lebih besar dalam ukuran tubuh, sekitar 20\u201340% lebih\u00a0 <\/span>tinggi, dan 30\u201340% lebih berat dari perempuan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><em>Australopithecus robustus<\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fosilnya ditemukan di Afrika Selatan oleh J.T. Robinson dan Robert Broom. <\/span><em>Australopithecus robustus<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">memiliki ciri-ciri sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> gigi dan tulang rahang lebih kuat dibanding<\/span><em> Australopithecus africanus<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> berjalan dengan dua kaki dan tegak seperti manusia modern<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> badan lebih besar dan kekar dibanding <\/span><em>Australopithecus africanus<\/em><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> wajahnya datar, tidak memiliki kening<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki tulang alis yang besar\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> volume otak sekitar 525 cc.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><em><strong>Australopithecus afarensis<\/strong><\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fosilnya ditemukan di wilayah Afrika Timur. Penemuan fosil yang terkenal adalah fosil berjenis kelamin perempuan yang ditemukan oleh Donald Carl Johanson, pada 1974, di sekitar pulau Hadar, Ethiopia. Fosil tersebut terkenal dengan sebutan &#8220;Lucy&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri <\/span><em>Australopithecus afarensis<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> gigi taring besar dan lapisan email gigi tebal<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> tinggi badan laki-laki sekitar 151 cm dan perempuan 105 cm<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> tubuhnya ramping<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> tangan relatif panjang<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> tulang jari membengkok dan ibu jarinya pendek.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><em>Australopithecus boisei<\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fosilnya ditemukan di Ethiopia, Kenya, dan Tanzania, Afrika Timur. <\/span><em>Australopithecus boisei<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">memiliki ciri-ciri sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki geraham yang besar yaitu berukuran 0,9 inci<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> volume otak sekitar 410\u2013530 cc<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> muka lebar dan datar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> bentuk kepala ada yang lonjong, bundar, dan sedang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> berhidung sedang dan memiliki mulut yang menonjol<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> tinggi badan laki-laki sekitar 137 cm dan perempuan 124 cm.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/manusia-purba-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia | Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Homo<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan paling mendasar pada proses evolusi manusia adalah kemampuannya berjalan tegak dan kapasitas volume otak yang semakin membesar. Genus Homo diyakini oleh para ahli sebagai peralihan dari manusia purba ke manusia modern. Genus Homo memiliki banyak spesies di antaranya <\/span><em>Homo rudolfensis<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><em>Homo erectus<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><em>Homo habilis<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><em>Homo sapiens<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, dan yang lainnya. Di sini kita akan bahas ciri-ciri dari beberapa spesies aja ya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><em>Homo erectus<\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Homo erectus<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">diyakini sebagai spesies manusia baru hasil evolusi dari Australopithecus. Jenis manusia purba ini ditemukan di beberapa tempat di dunia, antara lain di <strong>Afrika<\/strong> (disebut <\/span><em><strong>Homo<\/strong> <strong>ergaster<\/strong>, <strong>Homo rhodesiensis<\/strong>, <strong>Homo naledi<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">), di <strong>Indonesia<\/strong> (disebut <strong>Pithecanthropus<\/strong>), di <strong>Tiongkok<\/strong> (disebut <\/span><em><strong>Sinanthropus pekinensis <\/strong><\/em>dan <strong><em>Sinanthropus lantianensis<\/em><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">), dan di <strong>Eropa<\/strong> (disebut <\/span><em><strong>Homo<\/strong> <strong>neanderthal<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f477883-c18b-41c4-939c-3a7403ce0160.jpeg\" alt=\"Sinanthropus Pekinensis - Ruangguru\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Ilustrasi Sinanthropus pekinensis (Sumber: dokumen Ruangguru)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri fisik manusia purba <\/span><em>Homo erectus<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki volume otak sekitar 750\u20131350 cc<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki tinggi badan sekitar 165\u2013180 cm<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki postur tubuh yang tegap<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> mempunyai gigi geraham yang besar dengan rahang yang sangat kuat<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> mempunyai hidung yang tebal<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki tonjolan kening yang tebal dan melintang di dahi<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki wajah menonjol ke depan serta dahinya miring ke belakang<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> bagian belakang kepala terlihat menonjol<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari jenis-jenis<\/span><em> Homo erectus<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">yang sudah disebutkan di atas, <\/span><em>Homo neanderthal<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan spesies <\/span><em>Homo erectus<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">yang paling maju perkembangan fisiknya, dan juga perkembangan otaknya. Karena perkembangannya yang pesat, maka beberapa ahli berpendapat bahwa <\/span><em>Homo neanderthal<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">ini bisa juga dikategorikan sebagai <\/span><em>Homo sapiens<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">awal yang ditemukan di Eropa dan Timur Tengah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><em>Homo sapiens<\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah akhirnya kita sampai juga nih ke spesies <\/span><em>Homo sapiens<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">yang dikenal sebagai manusia modern. Fosil manusia yang benar-benar dianggap sebagai awal manusia modern (<\/span><em>Homo sapiens<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah spesies Cro-Magnon. Fosil ini ditemukan di Eyzies-de-Tayac, Dordogne, Prancis Selatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia Cro-Magnon memiliki ciri-ciri sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> tengkoraknya tinggi dengan atapnya membundar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> tonjolan tulang kening telah hilang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> dahinya vertical<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> volume otak mencapai 1.400 cc<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> bentuk muka datar tanpa ada penonjolan pada bagian mulut, karena rahang dan gigi geliginya telah menyusut ukurannya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"width: 400px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rekonstruksi%20Wajah%20Cro-Magnon.jpg\" alt=\"manusia purba\" width=\"400\" height=\"604\" \/><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Rekonstruksi wajah Cro-Magnon (sumber: britannica.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penemuan fosil Cro-Magnon telah menandai munculnya manusia dengan anatomi modern sebagai produk terakhir dari proses evolusi manusia. Jenis manusia Cro-Magnon telah mampu menghasilkan alat-alat yang lebih kompleks, dan diperkirakan jenis inilah yang mendesak populasi jenis manusia<em> neanderthal<\/em> perlahan-lahan punah.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peralatan-manusia-purba\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Peralatan Manusia Purba Zaman Praaksara | Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia Cro-Magnon muncul pada sekitar 40.000 tahun yang lalu. Pada masa tersebut, manusia modern muncul secara sporadik di seluruh dunia, hingga mendiami Dunia Baru termasuk benua Australia dan Amerika. Kemunculan <\/span><em>Homo sapiens<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">di muka bumi ini terkesan serempak, dengan aspek fisik yang jauh berbeda dengan para pendahulunya, baik itu <\/span><em>Homo erectus<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, maupun <\/span><em>Homo neanderthal<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ok jadi kayak gitu ya guys penjelasan tentang jenis-jenis manusia purba di dunia yang erat banget kaitannya sama proses evolusi manusia. Berawal dari jenis manusia purba yang paling tua yaitu Ardipithecus, kemudian seiring waktu mengalami evolusi sampai menciptakan jenis manusia modern yaitu <\/span><em>Homo sapiens<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kecerdasannya, <\/span><em>Homo sapiens<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">mampu bertahan hidup hingga masa sekarang. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sip udah selesai nih artikelnya hehe, eh tapi kalo kamu masih mau ngepoin tentang materi manusia purba, kamu bisa juga nontonin video belajarnya ya di <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aplikasi ruangguru<\/a><\/strong>. Pilih aja mata pelajaran sejarah kelas 10, kuy gass nonton lah! Sampai jumpa lagi ya, <em>bye bye<\/em> \ud83d\ude42\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #339966;\"><strong><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gunawan, Restu dkk. 2017. Sejarah Indonesia Kelas X Edisi Revisi. 2017: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hapsari, Ratna. (2017). Sejarah untuk SMA\/MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harari, Y. N. (2022). Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia. Terjemahan: Damaring Tyas Wulandari Palar. Jakarta: PT. Gramedia<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasnawati. (2020). Modul Pembelajaran SMA Sejarah Kelas 10. Kemendikbud.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Hirst, K. Kris. 2019 (update). &#8216;Why Don&#8217;t We Call Them &#8216;Cro-Magnon&#8217; Anymore?&#8217; (Daring). Tautan: https:\/\/www.thoughtco.com\/we-dont-call-them-cro-magnon-170738 (diakses 16 November 2019)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Ardipithecus ramidus.<br \/>\n<\/em>Tautan:https:\/\/humanorigins.si.edu\/evidence\/human-fossils\/species\/ardipithecus-ramidus<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Australopithecus africanus.<\/em> Tautan:https:\/\/humanorigins.si.edu\/evidence\/human-fossils\/species\/australopithecus-africanus<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Sinanthropus Pekinensis<\/em>.<br \/>\nTautan:https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Peking_Man<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Homo Rhodesiensis<\/em><em>. <\/em>Tautan:https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Homo_rhodesiensis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Cro-Magnon<\/em>.<br \/>\nTautan:https:\/\/www.britannica.com\/topic\/Cro-Magnon<\/span><\/p>\n<p><strong><em>Artikel ini pertama kali ditulis oleh <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Irene Swastiwi Viandari Kharti<\/a> dan terbit pada 16 April 2018, kemudian diperbarui oleh Hadi Oktama.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Sejarah Kelas 10 ini akan membahas tentang jenis-jenis manusia purba yang ada di dunia. Penasaran ada jenis apa aja? Yuk simak pembahasannya sampai habis! &#8212; &nbsp; Halo guys, gimana kabarnya? Semoga kamu sehat dan panjang umur ya, layaknya umur kehidupan umat manusia di Bumi ini yang sudah mencapai angka jutaan tahun. Nah, ngomong-ngomong tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":310,"featured_media":10126,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5405b490-5c6f-4b52-8dcb-1049f8b5a22c.jpeg"],"_edit_lock":["1730341424:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa saja jenis-jenis manusia purba di dunia? Di artikel ini akan dibahas ciri-ciri dan bentuk fisik manusia purba yang tersebar di Afrika, Asia, dan Eropa."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2018-04-16"],"_knawatfibu_alt":["Manusia Purba Dunia"]},"categories":[520,524],"tags":[52,10,88,37],"class_list":["post-10126","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-x","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel Sejarah Kelas 10 ini akan membahas tentang jenis-jenis manusia purba yang ada di dunia. Penasaran ada jenis apa aja? Yuk simak pembahasannya sampai habis! &#8212; &nbsp; Halo guys, gimana kabarnya? Semoga kamu sehat dan panjang umur ya, layaknya umur kehidupan umat manusia di Bumi ini yang sudah mencapai angka jutaan tahun. Nah, ngomong-ngomong tentang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-31T01:46:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-31T02:26:01+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hadi Oktama\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hadi Oktama\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba\"},\"author\":{\"name\":\"Hadi Oktama\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/090fb11fbcdd371750441a9c0bb28b62\"},\"headline\":\"Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10\",\"datePublished\":\"2024-10-31T01:46:45+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-31T02:26:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba\"},\"wordCount\":1674,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5405b490-5c6f-4b52-8dcb-1049f8b5a22c.jpeg\",\"keywords\":[\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"Sejarah X\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba\",\"name\":\"Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5405b490-5c6f-4b52-8dcb-1049f8b5a22c.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-10-31T01:46:45+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-31T02:26:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5405b490-5c6f-4b52-8dcb-1049f8b5a22c.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5405b490-5c6f-4b52-8dcb-1049f8b5a22c.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/090fb11fbcdd371750441a9c0bb28b62\",\"name\":\"Hadi Oktama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3e7226ec990c16df37f9db9788cc038405ee6bc2b148cc97ab699d6c5f6f13c0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3e7226ec990c16df37f9db9788cc038405ee6bc2b148cc97ab699d6c5f6f13c0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hadi Oktama\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hadi-oktama\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Artikel Sejarah Kelas 10 ini akan membahas tentang jenis-jenis manusia purba yang ada di dunia. Penasaran ada jenis apa aja? Yuk simak pembahasannya sampai habis! &#8212; &nbsp; Halo guys, gimana kabarnya? Semoga kamu sehat dan panjang umur ya, layaknya umur kehidupan umat manusia di Bumi ini yang sudah mencapai angka jutaan tahun. Nah, ngomong-ngomong tentang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-10-31T01:46:45+00:00","article_modified_time":"2024-10-31T02:26:01+00:00","author":"Hadi Oktama","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Hadi Oktama","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba"},"author":{"name":"Hadi Oktama","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/090fb11fbcdd371750441a9c0bb28b62"},"headline":"Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10","datePublished":"2024-10-31T01:46:45+00:00","dateModified":"2024-10-31T02:26:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba"},"wordCount":1674,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5405b490-5c6f-4b52-8dcb-1049f8b5a22c.jpeg","keywords":["Kelas 10","Konsep Pelajaran","Sejarah X","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba","name":"Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5405b490-5c6f-4b52-8dcb-1049f8b5a22c.jpeg","datePublished":"2024-10-31T01:46:45+00:00","dateModified":"2024-10-31T02:26:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5405b490-5c6f-4b52-8dcb-1049f8b5a22c.jpeg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5405b490-5c6f-4b52-8dcb-1049f8b5a22c.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/manusia-purba#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/090fb11fbcdd371750441a9c0bb28b62","name":"Hadi Oktama","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3e7226ec990c16df37f9db9788cc038405ee6bc2b148cc97ab699d6c5f6f13c0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3e7226ec990c16df37f9db9788cc038405ee6bc2b148cc97ab699d6c5f6f13c0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hadi Oktama"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/hadi-oktama"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10126","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/310"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10126"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10126\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20643,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10126\/revisions\/20643"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}