{"id":10075,"date":"2018-04-20T05:17:37","date_gmt":"2018-04-19T22:17:37","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10075"},"modified":"2023-10-22T22:51:43","modified_gmt":"2023-10-22T15:51:43","slug":"mengenal-sastra-melayu-klasik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik","title":{"rendered":"Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_10.jpg\" alt=\"Bahasa Indonesia_10\" style=\"width: 821px;\" width=\"821\" height=\"411\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Squad, tahukah kamu apa itu sastra melayu klasik? Karya sastra melayu klasik sebenarnya merupakan bagian dari cerita rakyat yang berkembang di daerah melayu. <strong>Sastra melayu klasik merupakan<\/strong> gambaran keadaan masyarakat lama, yang masih berpola pikir sederhana dan sangat dikuasai kepercayaan gaib dan kesaktian. Disebut sastra melayu klasik karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa Melayu. Satu contoh dari karya sastra Melayu Klasik adalah Hikayat, yang berbentuk prosa. <em>Nah<\/em>, setelah mengetahui pengertiannya tentu kamu penasaran <em>\u2018kan<\/em> seperti apa ciri-ciri dan unsur yang ada pada sastra melayu klasik? <em>Yuk<\/em>, kita pelajari.<!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ciri-ciri Karya Sastra Melayu Klasik<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #ff6600;\"><strong>1. Nama penciptanya biasanya tidak diketahui (anonim)<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Karya sastra melayu klasik bersifat anonim atau tidak diketahui siapa pengarangnya. Hal ini disebabkan karena tempo dulu tidak banyak orang yang mengejar popularitas sehingga pengarangnya lebih fokus untuk menyajikan sebuah karya yang menitikberatkan pada fungsi cerita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #ff6600;\"><strong>2. Berkembang secara statis dan terikat pada aturan yang baku, terutama dalam bentuk puisi<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Karya sastra klasik mempunyai aturan-aturan yang mengikatnya. Salah satu contohnya adalah dalam bentuk puisi yang mempunyai aturan bait, rima, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #ff6600;\"><strong>3. Penggunaan bahasanya dipenuhi dengan ungkapan, peribahasa, dan majas (bahasa kias)<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Seperti dalam puisi atau prosa, karya sastra melayu klasik syarat akan ungkapan serta peribahasa yang kaya akan makna.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #ff6600;\"><strong>4. Penyebarannya disampaikan secara lisan karena belum berkembangnya budaya tulis<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Penyebab utama mengapa karya sastra klasik disebarkan secara lisan adalah pergerakan zaman dahulu yang sangat lambat. Maka, penyebaran budaya dan cerita secara lisan akan lebih mempercepat tersebarnya cerita dibandingkan tulisan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #ff6600;\"><strong>5. Karena disampaikan secara lisan, ceritanya banyak berubah dan memiliki banyak versi<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Salah satu pengaruh dari penyebaran cerita secara lisan adalah berubahnya cerita dari yang aslinya. Saat menyebarkan sebuah cerita secara lisan pasti akan ada cerita yang hilang atau bahkan ditambahkan oleh yang menceritakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/2-11111112.jpg\" alt=\"2-11111112\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" width=\"600\" height=\"400\">Hikayat Hang Tuah (Sumber: blacktrianglesilat.com)<br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #008000;\"><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Baca juga:<\/span> <span style=\"color: #3574e3;\"><a href=\"\/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya\" style=\"color: #3574e3;\">Pengertian Hikayat dan Karakteristiknya<\/a><\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #008000;\"><strong>Unsur-unsur Intrinsik Karya Sastra Melayu Klasik<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Unsur-unsur intrinsik karya sastra melayu klasik hampir sama dengan karya sastra prosa lainnya, seperti tema alur, latar, penokohan, dan amanat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Tema<\/strong> adalah dasar cerita sebagai titik tolak dalam penyusunan cerita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Alur atau plot<\/strong> adalah struktur penceritaan yang di dalamnya berisi rangkaian kejadian atau peristiwa yang disusun berdasarkan hukum sebab akibat serta logis. Alur tersebut ada yang berupa alur maju, alur mundur, atau alur campuran.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Penokohan <\/strong>adalah pelukisan atau pendeskripsian atau pewatakan tokoh-tokoh dalam cerita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Latar atau <em>setting<\/em><\/strong> merupakan tempat, waktu, dan keadaan terjadinya suatu peristiwa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Amanat <\/strong>adalah pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam cerita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/karya%20sastra%20melayu%20klasik.png\" alt=\"karya sastra melayu klasik\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" width=\"600\" height=\"341.3427561837456\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #008000;\"><strong>Latihan Soal<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Teks berikut untuk menjawab soal 1 <\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kata Bayan, \u201cAdalah konon seorang perempuan terlalu baik parasnya. Maka ia nikah dengan seorang laki-laki terlalu amat cemburuan; selama ia duduk dengan istrinya itu, jangankan ia pergi berniaga, berjalan jauh pun ia tidak pernah. Hatta, beberapa lamanya maka segala harta yang dibawanya pun habislah. Maka, kata perempuan itu, \u201cHai, Tuan Hamba! Betapa hal kita ini? Tiada lagi yang dimakan, baiklah Tuan pergi berlayar mencari makanan! Apakah kesudahnya demikian ini? Maka, sahut suaminya, \u201cTiada aku mau bercerai dengan Tuan dan tiada aku percaya akan dikau kalau-kalau peninggalku ini dikau berbuat jahat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Soal 1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pembuktian karakteristik sastra melayu klasik dalam teks tersebut adalah\u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pusat cerita di sekitar istana raja (istanasentris)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelaku cerita atau tokohnya berupa binatang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penggunaan bahasa Melayu lama, yaitu: <em>konon<\/em> dan <em>hatta<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menggunakan kemustahilan atau keajaiban<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menceritakan kesaktian seseorang secara berlebihan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: C<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong> ciri karya sastra Melayu Klasik yang tampak pada kutipan tersebut adalah penggunaan bahasa Melayu lama, yang memuat kata <em>konon<\/em> dan <em>hatta<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sudah paham<em> &#8216;kan<\/em> Squad? Pasti akan semakin mudah nantinya jika kamu bertemu dengan soal mengenai sastra melayu klasik. <em>Yuk<\/em>, tambah juga pemahaman materimu dengan berlangganan <a href=\"http:\/\/bit.ly\/rg_app\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>. Ada video belajar beranimasi, latihan soal, serta rangkuman yang akan membuat <strong>#BelajarJadiMudah<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Referensi<\/strong><br \/>Zabadi, Fairul dan Sutejo. 2015. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud<\/p>\n<p><strong>Sumber Foto<\/strong><br \/>Hang Tuah. Tautan: http:\/\/www.blacktrianglesilat.com\/features\/34-articles\/101-the-scriptures-of-hang-tuah?format=pdf<\/p>\n<p><em><strong>Artikel diperbarui 2 Desember 2020<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Squad, tahukah kamu apa itu sastra melayu klasik? Karya sastra melayu klasik sebenarnya merupakan bagian dari cerita rakyat yang berkembang di daerah melayu. Sastra melayu klasik merupakan gambaran keadaan masyarakat lama, yang masih berpola pikir sederhana dan sangat dikuasai kepercayaan gaib dan kesaktian. Disebut sastra melayu klasik karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa Melayu. Satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":10075,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_10.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1697989903:1"]},"categories":[477,484],"tags":[97,52,10,37],"class_list":["post-10075","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-10","tag-bahasa-indonesia-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Squad, tahukah kamu apa itu sastra melayu klasik? Karya sastra melayu klasik sebenarnya merupakan bagian dari cerita rakyat yang berkembang di daerah melayu. Sastra melayu klasik merupakan gambaran keadaan masyarakat lama, yang masih berpola pikir sederhana dan sangat dikuasai kepercayaan gaib dan kesaktian. Disebut sastra melayu klasik karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa Melayu. Satu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-19T22:17:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-22T15:51:43+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik\"},\"author\":{\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\"},\"headline\":\"Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10\",\"datePublished\":\"2018-04-19T22:17:37+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-22T15:51:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik\"},\"wordCount\":628,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_10.jpg\",\"keywords\":[\"Bahasa Indonesia X\",\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\",\"Bahasa Indonesia SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik\",\"name\":\"Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_10.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-19T22:17:37+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-22T15:51:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_10.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_10.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\",\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Shabrina Alfari\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/shabrina-alfari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Squad, tahukah kamu apa itu sastra melayu klasik? Karya sastra melayu klasik sebenarnya merupakan bagian dari cerita rakyat yang berkembang di daerah melayu. Sastra melayu klasik merupakan gambaran keadaan masyarakat lama, yang masih berpola pikir sederhana dan sangat dikuasai kepercayaan gaib dan kesaktian. Disebut sastra melayu klasik karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa Melayu. Satu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2018-04-19T22:17:37+00:00","article_modified_time":"2023-10-22T15:51:43+00:00","author":"Shabrina Alfari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Shabrina Alfari","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik"},"author":{"name":"Shabrina Alfari","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248"},"headline":"Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10","datePublished":"2018-04-19T22:17:37+00:00","dateModified":"2023-10-22T15:51:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik"},"wordCount":628,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_10.jpg","keywords":["Bahasa Indonesia X","Kelas 10","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Bahasa Indonesia","Bahasa Indonesia SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik","name":"Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_10.jpg","datePublished":"2018-04-19T22:17:37+00:00","dateModified":"2023-10-22T15:51:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_10.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Bahasa%20Indonesia_10.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/mengenal-sastra-melayu-klasik#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Sastra Melayu Klasik | Bahasa Indonesia Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/shabrina-alfari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10075","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10075"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10075\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14944,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10075\/revisions\/14944"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10075"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10075"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10075"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}