{"id":10054,"date":"2018-04-23T15:57:24","date_gmt":"2018-04-23T08:57:24","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10054"},"modified":"2023-12-05T04:43:02","modified_gmt":"2023-12-04T21:43:02","slug":"bahaya-psikotropika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika","title":{"rendered":"Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"width: 820px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Biologi_11.jpg\" alt=\"Biologi_11\" width=\"820\" height=\"411\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apa hal yang paling menyedihkan yang pernah kamu rasakan? Bagian yang ketika kamu mengingatnya, akan membuatmu masuk ke dalam pikiran lebih jauh. Ke dalam kemurungan. Rasanya seperti ingin menyendiri. Menangis di pojokan sekencang-kencangnya. Sampai habis suara. Sampai tersebar berlembar-lembar tisu. Sampai kamu merasa, bahwa hidup ini tidak adil dan kamu mulai menyalahi semuanya. Ketika kamu berada di puncak kesedihan seperti itu, ketika kamu merasa sepedih itu, semuanya bisa berujung kepada satu hal: psikotropika. Dan saat dalam keadaan sedih, kita bisa lupa <strong>apa saja bahaya psikotropika itu.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Lebih jauh lagi, banyak pengguna psikotropika yang berakhir pada kematian. Mulai dari berita yang mengatakan kalau si A tidak sanggup hidup dengan kehidupan sosialnya selama ini. Sampai alasan remeh seperti ditinggal nikah dan akhirnya stres sehingga memilih untuk overdosis saja. Berita terakhir biasanya kita temukan di Koran Lampu itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tapi, <strong>benarkah mencari pelarian seperti mengonsumsi psikotropika adalah jawabannya?<\/strong>\u00a0Apakah hidup kita menjadi bahagia setelahnya? Bagaimana kalau setelah mengonsumsi psiktropika, overdosis, mati, lalu di alam selanjutnya malah menyesal, stres, dan akhirnya pengin <em>make<\/em> psikotropika lagi? Bukannya <em>happy ending, <\/em>malah derita tiada <em>ending.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ada berbagai alasan ketika seseorang memutuskan untuk mengonsumsi psikotropika (bukan narkoba, ya). Hal paling klasik adalah <strong>karena obat-obatan membuat dia tenang.<\/strong> Ada sesuatu yang mengubahnya jadi lebih senang. Ada sesuatu yang menjadikannya seolah terbang.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"width: 640px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pengertian%20psikotropika.jpg\" alt=\"pengertian psikotropika\" width=\"640\" height=\"371\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Masalahnya, apa benar seperti itu efek psikotropika?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apa benar psikotropika bisa membuat kita bahagia begitu saja?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selagi membahas dampaknya, kita akan mengkaji psikotropika dalam berbagai kategori. Berdasarkan dampaknya bagi tubuh, psikotropika terbagi menjadi beberapa kategori:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #3366ff;\"><strong>STIMULAN<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Stimulan adalah kategori psikotropika yang apabila dikonsumsi akan\u00a0<strong>merangsang kerja sistem saraf pusat dan kerja organ.<\/strong>\u00a0Ketika seseorang menggunakan stimulan, dia akan <strong>merasa senang dan bahagia berlebihan.<\/strong> Itulah mengapa ada anggapan bahwa orang yang suka \u201csenyum-senyum sendiri\u201d adalah pengguna obat-obatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Masalahnya, apakah efek \u201csenang\u201d yang ditimbulkan itu berdampak baik? Kalau memang efek singkat dari stimulan hanya itu saja, apa bedanya dengan tiduran di sofa siang-siang? Sama-sama bikin senang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sayangnya, hal ini berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perasaan \u201csenang\u201d yang timbul akibat priskotropika akan menurunkan daya koordinasi tubuh. Hal ini terjadi karena kita kekurangan neurotransmitter\u2014zat yang bisa mengantarkan impuls saraf.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Di otak kita, ada dopamine\u2014neurotransmitter yang berfungsi untuk \u201cmembuat kita merasa bahagia\u201d. Contohnya, saat kita makan es krim cokelat, dopamine akan membuat kita merasa \u201cWah, enak banget nih es krim. Rasanya mantul! Mantap betul! Besok beli lagi ah!\u201d sambil merem melek keenakan sendiri. Hal ini memang terlihat menyenangkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tapi, apa yang terjadi kalau si dopamine ini dihasilkan dari hal negatif kayak psikotropika?<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada akhirnya, seorang pengonsumsi \u201cbutuh\u201d rasa senang itu terus-menerus. Dia jadi \u201ccandu\u201d kepada obat-obatan. Dan ketika efek candu itu muncul, artinya kamu harus membeli. Dan iya, kamu harus mengeluarkan uang banyak. Lebih parahnya, ketika kamu tidak mendapatkan obat-obatan tersebut, kamu akan frustasi dan masuk ke dalam \u201ckesepian\u201d yang sebelumnya kamu coba hindari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Adapun contoh dari psikotropika jenis stimulan: <strong>Ekstasi, amfetamin.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #3366ff;\"><strong>DEPRESAN<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berbeda dengan stimulan yang akan memberikan efek \u201csenang dan aktif\u201d, depresan ini sebaliknya. Ini adalah jenis psikotropika yang <strong>membuat sistem kerja saraf menurun.<\/strong> Saat seseorang mengonsumsi depresan, <strong>badannya akan cenderung menjadi tenang dan rileks.<\/strong> Kalau berlebihan? Tentu, kamu akan tenang, tenang, tenang, dan <em>nggak<\/em> bangun-bangun lagi. Hmmmm.<\/span><\/p>\n<p><strong style=\"color: #3366ff;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"width: 640px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20depresan.jpg\" alt=\"contoh depresan\" width=\"640\" height=\"371\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong style=\"color: #3366ff;\">HALUSINOGEN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bisa tebak dari namanya? Halusinogen adalah kategori psikotropika <strong>yang dapat mengacaukan sistem kerja saraf pusat.<\/strong> Kalau kamu mengonsumsi halusinogen, pikiran kamu akan \u201cdirusaki\u201d. <strong>Kamu jadi berimajinasi<\/strong> dan susah membedakan dunia nyata, dan mana dunia rekaan kamu sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Baca juga: <span style=\"color: #339966;\"><a style=\"color: #339966;\" href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/cara-termudah-untuk-sehat-hari-ini\">Cara Termudah untuk Sehat Hari Ini<\/a><\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pernah membayangkan pacaran sama Justin Bieber? Oke, kalau itu bukan halusinasi. Memang mengkhayal aja\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kamu mungkin berpikir bahwa halusinasi hanya akan membuat kita \u201cmembayangkan\u201d sesuatu yang <em>ngawur<\/em>. Lalu apa bahayanya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ya jelas bahaya, <em>dong<\/em>. Bayangkan ada seseorang menggunakan LSD (<em>lysergic acid Diathylamide<\/em>) lalu ia mengendarai sepeda motor. Bisa jadi di dalam pikirannya, ia adalah <span style=\"color: #339966;\"><strong><a style=\"color: #339966;\" href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/motor-jokowi-dan-dilan\">pembalap moto gp<\/a> benaran.<\/strong><\/span> Alhasil, dia <em>ngebut-ngebutan<\/em>, mengabaikan peraturan lalu lintas dan malah menabrak tiang listrik. Ya, semua berawal dari menggunakan psikotropika. Serem abis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kalau menurut kamu itu belum cukup dan masih berkilah \u201cYa udah, abis make LSD, gue di rumah aja! Joget-joget kayak Nella karisma!\u201d <em>Eits<\/em>, tunggu dulu. Dalam jangka panjang, apabila dikonsumsi terus-menerus, LSD dan berbagai jenis halusinogen bisa membuat kamu punya gangguan lain. Seperti misalnya, <strong>mengalami kerusakan otak, gangguan daya ingat, bahkan beresiko kematian.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"width: 640px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/psikotropika%20berdasarkan%20tingkat%20ketergantungan.jpg\" alt=\"psikotropika berdasarkan tingkat ketergantungan\" width=\"640\" height=\"533\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Lalu, bagaimana cara kita menghindari ini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana supaya kita tidak kecanduan psikotropika?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jawabannya: gampang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pertama-tama, mari kita kembali ke abad 20-an. Masa di mana para peneliti membuat eksperimen mengenai \u201ckecanduan\u201d. Saat itu, para peneliti memasukkan seekor tikus ke dalam kandang kosong. Ia kemudian menyediakan dua jenis minuman; satu merupakan air mineral normal, dan yang satunya adalah air mineral yang mengandung psikotropika.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apa yang terjadi?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Si tikus meminum air yang mengandung heroin. Lalu, seperti halnya yang terjadi pada manusia, dia kecanduan. Alhasil, ia meminumnya lagi, dan lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dia pun overdosis, dan mati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekilas ini menandakan bahwa kecanduan adalah proses yang pasti terjadi dan tidak bisa dihindari. Ini tentu sangat berbahaya. Sampai pada tahun 1970-an, Bruce Alexander, seorang profesor di bidang psikologi menemukan sebuah kejanggalan: ia sadar kalau kandang tikus yang dijadikan eksperimen kosong. Si tikus hanya sendirian, dan, tidak punya \u201cpilihan lain\u201d selain \u201cmengonsumsi psikotropika\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Si profesor kemudian mengubah eksperimen ini. Dia menambahkan berbagai \u201cmainan\u201d untuk si tikus. Di dalam kandangnya diberikan lorong untuk bermain, bola-bola warna-warni, dan tikus lain untuk \u201cbersosialisasi\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Hasilnya? Dia tidak minum air yang mengandung psikotropika sebegitu banyak. Dia tidak overdosis dan lebih memilih untuk banyak minum dari air normal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apa artinya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kecanduan, atau konsumsi zat-zat beracun seperti psikotropika <strong>sangat didasari oleh lingkungan konsumen<\/strong>. Ketika seseorang merasa kesepian, sendirian, \u201ctidak bisa melakukan apa-apa\u201d dan di hadapannya disodorkan psikotropika, kemungkinan besar dia akan kecanduan. Dia merasa psikotropika adalah jalan keluar untuk membuatnya bahagia. Hasilnya, kita, kamu, siapa saja, bisa<strong>\u00a0overdosis dan meninggal dunia.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, ketika hidup kita dikelilingi lingkungan yang menyenangkan, bisa melakukan hal yang kita senang tanpa beban, tanpa merasa sendirian. Dengan kondisi ini, meskipun kita disodorkan oleh psikotropika, secara tidak sadar, tubuh kita akan &#8220;menghindarinya&#8221;. Karena kita merasa tidak membutuhkan hal-hal semacam itu. Kita tidak butuh kebahagiaan palsu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Itulah sebabnya, seringkali kita salah persepsi dalam pertemanan. Terkadang, kita merasa pertemanan yang besar adalah segalanya. Kita jadi mengandalkan berbagai cara supaya punya lingkaran pertemanan yang luas. Lingkaran pertemanan yang besar seringkali membawa persepsi kalau seseorang &#8220;eksis abis&#8221;. Padahal kita, di dalamnya, bisa jadi merasa tidak nyaman dan menemukan kepalsuan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Karena seharusnya, menghindari psikotropika semudah menghindari pertemanan yang diukur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dan menggantinya menjadi rasa syukur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kalau kamu ingin memelajari materi seperti ini (<strong>bahaya psikotropika dan bagaimana cara menghindarinya<\/strong>) dengan menonton video pembelajaran beranimasi, lengkap dengan rangkuman dan latihan soal, yuk langsung tonton di\u00a0<a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/belajar\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar!<\/strong><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" width=\"822\" height=\"200\" \/><\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa hal yang paling menyedihkan yang pernah kamu rasakan? Bagian yang ketika kamu mengingatnya, akan membuatmu masuk ke dalam pikiran lebih jauh. Ke dalam kemurungan. Rasanya seperti ingin menyendiri. Menangis di pojokan sekencang-kencangnya. Sampai habis suara. Sampai tersebar berlembar-lembar tisu. Sampai kamu merasa, bahwa hidup ini tidak adil dan kamu mulai menyalahi semuanya. Ketika kamu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":10054,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Biologi_11.jpg"],"_edit_lock":["1701726182:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":[null],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[506,511],"tags":[142,31,10,37],"class_list":["post-10054","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-sma-kelas-11","tag-biologi-xi","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa hal yang paling menyedihkan yang pernah kamu rasakan? Bagian yang ketika kamu mengingatnya, akan membuatmu masuk ke dalam pikiran lebih jauh. Ke dalam kemurungan. Rasanya seperti ingin menyendiri. Menangis di pojokan sekencang-kencangnya. Sampai habis suara. Sampai tersebar berlembar-lembar tisu. Sampai kamu merasa, bahwa hidup ini tidak adil dan kamu mulai menyalahi semuanya. Ketika kamu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-23T08:57:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-04T21:43:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika\"},\"author\":{\"name\":\"Kresnoadi\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\"},\"headline\":\"Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11\",\"datePublished\":\"2018-04-23T08:57:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-04T21:43:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika\"},\"wordCount\":1085,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Biologi_11.jpg\",\"keywords\":[\"Biologi XI\",\"Kelas 11\",\"Konsep Pelajaran\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Biologi\",\"Biologi SMA Kelas 11\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika\",\"name\":\"Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Biologi_11.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-23T08:57:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-04T21:43:02+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Biologi_11.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Biologi_11.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\",\"name\":\"Kresnoadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kresnoadi\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Apa hal yang paling menyedihkan yang pernah kamu rasakan? Bagian yang ketika kamu mengingatnya, akan membuatmu masuk ke dalam pikiran lebih jauh. Ke dalam kemurungan. Rasanya seperti ingin menyendiri. Menangis di pojokan sekencang-kencangnya. Sampai habis suara. Sampai tersebar berlembar-lembar tisu. Sampai kamu merasa, bahwa hidup ini tidak adil dan kamu mulai menyalahi semuanya. Ketika kamu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2018-04-23T08:57:24+00:00","article_modified_time":"2023-12-04T21:43:02+00:00","author":"Kresnoadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kresnoadi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika"},"author":{"name":"Kresnoadi","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"headline":"Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11","datePublished":"2018-04-23T08:57:24+00:00","dateModified":"2023-12-04T21:43:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika"},"wordCount":1085,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Biologi_11.jpg","keywords":["Biologi XI","Kelas 11","Konsep Pelajaran","SMA"],"articleSection":["Biologi","Biologi SMA Kelas 11"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika","name":"Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Biologi_11.jpg","datePublished":"2018-04-23T08:57:24+00:00","dateModified":"2023-12-04T21:43:02+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Biologi_11.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Biologi_11.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bahaya-psikotropika#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Bahaya Psikotropika dan Bagaimana Cara Menghindarinya? | Biologi Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/kresnoadi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10054","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10054"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10054\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15943,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10054\/revisions\/15943"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10054"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10054"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10054"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}