{"id":10030,"date":"2024-10-10T11:00:57","date_gmt":"2024-10-10T04:00:57","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10030"},"modified":"2024-10-10T15:39:34","modified_gmt":"2024-10-10T08:39:34","slug":"bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah","title":{"rendered":"5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"font-family: 'andale mono', times; font-size: 18px;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/404bc78f-60cc-49d2-9aa5-98f09bf424e4.png\" alt=\"tahap penelitian sejarah\" \/><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Terdapat <strong>langkah-langkah penelitian sejarah<\/strong> yang harus dilakukan agar tujuan dari penelitian tersebut tercapai. Ada apa aja ya? Yuk, simak <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-10\">artikel Sejarah kelas 10<\/a><\/strong> ini!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guys, kamu tahu nggak Prasasti Kebon Kopi? Ituloh, yang punya bentuk telapak kaki gajah? Awalnya, nggak diketahui kenapa ada telapak kaki gajah di prasasti tersebut, karena biasanya pada prasasti, yang ada adalah telapak kaki raja atau pemimpin lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 640px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/prasasti%20kebon%20kopi.jpg\" alt=\"prasasti kebon kopi\" \/><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em>Prasasti Kebon Kopi<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Para ahli pun kemudian melakukan penelitian panjang terhadap prasasti tersebut dengan berbagai metode penelitian sejarah.\u00a0 Akhirnya, mereka mencapai kesimpulan bahwa telapak kaki itu adalah telapak kaki gajah Airavata, yang merupakan kendaraan Dewa Indra.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kamu tau nggak sih, kalau dalam melakukan penelitian sejarah, nggak boleh dilakukan secara asal. Ada langkah-langkah yang perlu kita lakukan. Tapi, sebelum kita bahas tentang langkah-langkah penelitian sejarah, kamu perlu tahu juga nih pengertian dari penelitian sejarah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penelitian sejarah <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>adalah tindakan yang mengkaji dan menelusuri kejadian pada masa lalu<\/strong>, guys. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh informasi, pengetahuan, pemahaman, dan makna dari kejadian tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, pada praktiknya terdapat dua pendapat terkait langkah-langkah penelitian sejarah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan buku\u00a0<strong>Mengerti Sejarah<\/strong> karya <strong>Louis Gottschalk<\/strong> dan buku <strong>Metodologi Sejarah<\/strong> karya <strong>Helius Sjamsuddin<\/strong>, terdapat empat tahapan dalam penelitian sejarah, yaitu <strong>Heuristik<\/strong>, <strong>Verifikasi<\/strong>, <strong>Interpretasi<\/strong>, dan <strong>Historiografi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara, menurut buku <strong>Pengantar Ilmu Sejarah<\/strong> karya <strong>Kuntowijoyo<\/strong>, terdapat <strong>5 tahap penelitian sejarah<\/strong>, yaitu <strong>Penentuan Topik<\/strong>, <strong>Heuristik<\/strong>, <strong>Verifikasi<\/strong>, <strong>Interpretasi<\/strong>, dan yang terakhir <strong>Historiografi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biar pembahasannya makin lengkap, kakak akan memaparkan yang versi 5 tahapan aja ya, guys. Yuk kita bahas satu per satu!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Penentuan Topik<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum melaksanakan penelitian sejarah, peneliti harus menentukan topik yang akan diteliti terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pemilihan topik:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">a. Unik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unik maksudnya adalah, topik yang dipilih sebaiknya <strong>mengundang rasa ingin tahu<\/strong> dan ketertarikan <strong>bagi para pembaca<\/strong>.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">b. Bernilai<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Permasalahan yang diteliti <strong>memiliki arti penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan<\/strong> dan pada akhirnya berguna bagi masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">c. Kesatuan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur-unsur yang dijadikan bahan penelitian <strong>mempunyai kesatuan ide<\/strong>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">d. Orisinal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Topik yang dipilih merupakan upaya untuk melakukan sebuah <strong>pembuktian baru<\/strong> atas peristiwa yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">e. Praktis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Data yang dibutuhkan <strong>sesuai dengan kemampuan<\/strong> atau sumber daya yang dimiliki peneliti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>2. Heuristik<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahap heuristik, para peneliti sejarah <strong>mencari dan menemukan <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/macam-macam-sumber-sejarah\">sumber-sumber sejarah<\/a> yang dibutuhkan<\/strong>. Berdasarkan sifatnya, sumber yang bisa digunakan dalam melakukan penelitian sejarah terbagi menjadi dua, yaitu:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">a. Sumber Primer<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b7ffda3b-0047-405a-8cbb-8813e921ed7f.png\" alt=\"Sumber Primer Sejarah\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber primer adalah data <strong>utama <\/strong>yang diperoleh langsung dari <strong>pelaku<\/strong>, <strong>saksi<\/strong>, maupun <strong>benda sejarah<\/strong>. Dengan demikian Sumber primer berasal dari kesaksian orang yang mengalami, menyaksikan, dan mendengar sendiri suatu peristiwa sejarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber primer juga bisa berasal dari informasi pada benda sejarah. Fungsi sumber primer dapat dijadikan rujukan utama dalam penelitian sejarah. Contoh sumber primer misalnya naskah, prasasti, artefak, dokumen-dokumen, foto, bangunan, catatan harian, hasil wawancara, video, dll.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">b. Sumber Sekunder<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a915df5c-bd9f-4920-b333-2c6754369f5f.png\" alt=\"Sumber Sekunder Sejarah\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber sekunder berasal dari pihak yang <strong>bukan pelaku sejarah<\/strong>, melainkan pihak lain di luar para pelaku sejarah (peneliti misalnya). Benda-benda yang termasuk sumber sekunder antara lain laporan penelitian, ensiklopedia, catatan lapangan peneliti, buku, dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, kamu ingin meneliti satu candi. Kamu harus mencari sumber-sumber sejarah sebanyak-banyaknya tentang candi yang ingin kamu teliti. Tujuannya untuk mengetahui sejarah tentang candi tersebut melalui laporan penelitian ataupun buku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian untuk mendapatkan ukuran, foto, gambar yang dipahat sebagai relief, dan hal-hal lain yang aktual, kamu perlu mendapatkan data primer sehingga kamu harus mengunjungi candi tersebut secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski begitu, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam mengumpulkan sumber-sumber sejarah, seperti;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Bahasa<\/strong>: bahasa yang digunakan dalam sumber sejarah bukanlah bahasa yang dipakai saat ini, sehingga sulit dipahami. Misalnya, bahasa Sanskerta atau bahasa Kawi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Usia sumber sejarah<\/strong>: banyak sumber sejarah yang usianya sudah tua, sehingga sangat rapuh jika disentuh\/digunakan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Akses sumber sejarah<\/strong>: tidak semua orang bisa mengakses sumber sejarah yang dibutuhkan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Sulit dipahami<\/strong>: ada beberapa catatan sejarah yang menggunakan tulisan tangan dan terkadang sulit dipahami.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jenis-jenis-sumber-sejarah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jenis-Jenis Sumber Sejarah Berdasarkan Sifat dan Bentuknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>3. Kritik (Verifikasi)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melakukan metode penelitian sejarah heuristik, langkah selanjutnya adalah kritik atau disebut juga dengan verifikasi. Ini adalah metode untuk autentikasi (membuktikan sumber sejarah yang bersangkutan adalah asli) dan kredibilitas sumber sejarah. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua macam kritik yang dilakukan, yakni:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>a. Kritik Eksternal (Otentisitas)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kritik eksternal adalah kritik terhadap<\/span><strong> keakuratan dan keaslian sumber<\/strong>,<span style=\"font-weight: 400;\"> seperti materi sumber sejarah (dokumen dengan tulisannya) dan para pelaku sejarahnya. Aspek yang dikaji adalah waktu (penanggalan), bahan pembuat sumber, dan pembuktian keaslian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, dalam meneliti Kerajaan Tarumanagara, seorang peneliti menemukan sebuah prasasti. Nah, cara melakukan kritik eksternalnya adalah dengan memastikan, apakah prasasti Kebon Kopi yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanagara asli atau tidak? Sudah berumur berapakah tulisan pada batu prasasti tersebut? Apakah huruf yang ada di sana memang dibuat pada masa Kerajaan Tarumanagara berdiri ataukah baru dibuat? Apa bahan yang digunakan dalam pembuatan prasasti tersebut? Seperti itulah cara melakukan kritik eksternal mengacu pada bentuk fisik dari sumber sejarah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">b. Kritik Internal (Kredibilitas)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kritik internal adalah kritik terhadap<\/span>\u00a0<strong>kredibilitas sumber<\/strong>. Hal yang diverifikasi adalah, apakah isi informasi tersebut dapat dipercaya atau tidak. Dengan kata lain, yang diuji adalah <strong>kredibilitas<\/strong> dari sumber sejarah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, seorang peneliti harus bersikap objektif dan netral dalam menggunakan data yang telah diperoleh, sehingga peristiwa sejarah itu terjamin kebenarannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, masih tentang meneliti prasasti Kerajaan Tarumanagara. Anggap ternyata prasasti yang ditemukan adalah prasasti asli, selanjutnya, dalam kritik internal, peneliti harus memastikan, apakah isi yang terkandung di prasasti tersebut? Lalu bagaimana jika dibandingkan dengan isi prasasti atau sumber sejarah lainnya, apakah sejalan atau bertolak belakang?\u00a0 Seperti itulah cara melakukan kritik internal mengacu pada informasi yang terdapat dalam sumber sejarah tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>4. Interpretasi (Eksplanasi)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode penelitian sejarah yang ketiga adalah interpretasi. Di sini, peneliti melakukan penafsiran akan makna atas fakta-fakta yang ada, serta hubungan antara berbagai fakta yang harus dilandasi oleh sikap objektif. Kalaupun membutuhkan sikap subjektif, haruslah subjektif rasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rekonstruksi peristiwa sejarah disampaikan secara deskriptif dan harus menghasilkan sejarah yang benar atau mendekati kebenaran. Ada dua cara melakukan interpretasi, yaitu analisis (menguraikan) dan sintesis (menyatukan).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada metode ketiga ini, peneliti dituntut untuk\u00a0<\/span><strong>berimajinasi yang terbatas<\/strong>. Terbatas di sini maksudnya <strong>fakta-fakta sejarah<\/strong> yang ada tidak boleh menyimpang. Selain itu, peneliti harus sangat berhati-hati karena di sini sangat rentan bagi peneliti untuk memasukkan sisi subjektifnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah peneliti melakukan interpretasi, hasilnya kemudian diuji dan dianalisis sekali lagi, sampai akhirnya peneliti siap menyampaikan hasil penelitiannya secara tertulis. Jadi, pada tahap akhir interpretasi, peneliti sudah mempunyai konstruksi atau sudut pandang sendiri tentang topik yang diteliti.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>5. Historiografi (Penulisan Sejarah)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah penelitian sejarah yang terakhir adalah historiografi atau penulisan sejarah. Penulisan sejarah merupakan upaya peneliti dalam melakukan rekonstruksi sumber-sumber yang telah ditemukan, diseleksi, dan dikritisi. Pada tahap ini, peneliti perlu memperhatikan beberapa kaidah penulisan, seperti;<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa dan format penulisan yang digunakan harus baik dan benar menurut tata bahasa.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperhatikan konsistensi, misalnya penggunaan tanda baca, penggunaan istilah, dan rujukan sumber.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah dan kata-kata tertentu harus digunakan sesuai konteks permasalahannya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/historiografi-sejarah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia, guys, langkah-langkah penelitian sejarah yang harus dilakukan berurutan. Jangan terbalik-balik, ya. Kalau kamu masih ragu dalam melakukan metode-metode di atas, kamu bisa tanyakan ke guru les kamu melalui <\/span><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/sejarah\"><strong>Ruangguru Privat Sejarah<\/strong><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebab, di Ruangguru Privat, para pengajarnya sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\" https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hapsari, Ratna. (2017). Sejarah untuk SMA\/MA Kelas X Kelompok Peminatan. Jakarta: Penerbit Erlangga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Supriyadi, Marwan.\u00a0(2009) Sejarah Indonesia Kelas X Untuk SMA\/MA. KTSP. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\"><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: left;\">Foto Prasasti Kebon Kopi. [daring]. Tautan: https:\/\/moeseum.blogspot.com\/2019\/04\/prasasti-kebon-kopi-jawa-barat.html (Diakses: 25 April 2018)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em><strong>Artikel ini diperbarui oleh <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\">Laras Sekar Seruni<\/a>.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdapat langkah-langkah penelitian sejarah yang harus dilakukan agar tujuan dari penelitian tersebut tercapai. Ada apa aja ya? Yuk, simak artikel Sejarah kelas 10 ini! &#8212; &nbsp; Guys, kamu tahu nggak Prasasti Kebon Kopi? Ituloh, yang punya bentuk telapak kaki gajah? Awalnya, nggak diketahui kenapa ada telapak kaki gajah di prasasti tersebut, karena biasanya pada prasasti, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":127,"featured_media":10030,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/404bc78f-60cc-49d2-9aa5-98f09bf424e4.png"],"_edit_lock":["1728549470:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2018-04-25","2023-08-28"],"_aioseo_title":["5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya"],"_aioseo_description":["Menurut Kuntowijoyo, ada 5 tahap penelitian sejarah, yaitu Penentuan Topik, Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi. Yuk, simak penjelasannya!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Penelitian Sejarah"]},"categories":[520,524],"tags":[52,10,88,37],"class_list":["post-10030","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-x","tag-sma"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Terdapat langkah-langkah penelitian sejarah yang harus dilakukan agar tujuan dari penelitian tersebut tercapai. Ada apa aja ya? Yuk, simak artikel Sejarah kelas 10 ini! &#8212; &nbsp; Guys, kamu tahu nggak Prasasti Kebon Kopi? Ituloh, yang punya bentuk telapak kaki gajah? Awalnya, nggak diketahui kenapa ada telapak kaki gajah di prasasti tersebut, karena biasanya pada prasasti, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-10T04:00:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-10T08:39:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah\"},\"author\":{\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\"},\"headline\":\"5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10\",\"datePublished\":\"2024-10-10T04:00:57+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-10T08:39:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah\"},\"wordCount\":1249,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/404bc78f-60cc-49d2-9aa5-98f09bf424e4.png\",\"keywords\":[\"Kelas 10\",\"Konsep Pelajaran\",\"Sejarah X\",\"SMA\"],\"articleSection\":[\"Sejarah\",\"Sejarah SMA Kelas 10\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah\",\"name\":\"5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/404bc78f-60cc-49d2-9aa5-98f09bf424e4.png\",\"datePublished\":\"2024-10-10T04:00:57+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-10T08:39:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/404bc78f-60cc-49d2-9aa5-98f09bf424e4.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/404bc78f-60cc-49d2-9aa5-98f09bf424e4.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"PT Ruang Raya Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png\",\"width\":173,\"height\":96,\"caption\":\"PT Ruang Raya Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\",\"https:\/\/x.com\/ruangguru\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\",\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\"},\"url\":\"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","og_description":"Terdapat langkah-langkah penelitian sejarah yang harus dilakukan agar tujuan dari penelitian tersebut tercapai. Ada apa aja ya? Yuk, simak artikel Sejarah kelas 10 ini! &#8212; &nbsp; Guys, kamu tahu nggak Prasasti Kebon Kopi? Ituloh, yang punya bentuk telapak kaki gajah? Awalnya, nggak diketahui kenapa ada telapak kaki gajah di prasasti tersebut, karena biasanya pada prasasti, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-10-10T04:00:57+00:00","article_modified_time":"2024-10-10T08:39:34+00:00","author":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah"},"author":{"name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0"},"headline":"5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10","datePublished":"2024-10-10T04:00:57+00:00","dateModified":"2024-10-10T08:39:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah"},"wordCount":1249,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/404bc78f-60cc-49d2-9aa5-98f09bf424e4.png","keywords":["Kelas 10","Konsep Pelajaran","Sejarah X","SMA"],"articleSection":["Sejarah","Sejarah SMA Kelas 10"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah","name":"5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10 - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/404bc78f-60cc-49d2-9aa5-98f09bf424e4.png","datePublished":"2024-10-10T04:00:57+00:00","dateModified":"2024-10-10T08:39:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/404bc78f-60cc-49d2-9aa5-98f09bf424e4.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/404bc78f-60cc-49d2-9aa5-98f09bf424e4.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/bagaimana-melakukan-penelitian-sejarah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#organization","name":"PT Ruang Raya Indonesia","url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","contentUrl":"https:\/\/lp.sirogu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-ruangguru.png","width":173,"height":96,"caption":"PT Ruang Raya Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","https:\/\/x.com\/ruangguru"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0","name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Irene Swastiwi Viandari Kharti"},"url":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/127"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10030"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10030\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13962,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10030\/revisions\/13962"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging-blog.sirogu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}